INDOTORIAL.COM – Pembina Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP), Selvi Gibran Rakabuming, mengunjungi pelayanan posyandu dan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat pesisir di Desa Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Rabu (14/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat pesisir, mulai dari pemantauan tumbuh kembang balita, pemenuhan kebutuhan gizi anak, hingga pemeriksaan kesehatan bagi nelayan.
Dalam kegiatan itu, pelayanan posyandu diberikan kepada 100 balita, 10 lanjut usia (lansia), dan 10 ibu hamil. Sementara itu, program CKG diikuti oleh 150 nelayan yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis.
Selvi Gibran turut berdialog dengan warga dan tenaga kesehatan untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan di lapangan, termasuk pemantauan pertumbuhan anak serta pemeriksaan kondisi kesehatan masyarakat yang sehari-hari bergantung pada aktivitas melaut.
Program PMT Seruni KMP Bantu Tingkatkan Berat Badan Anak
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah pelaksanaan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Seruni KMP untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak.
Saat mengunjungi posyandu, Selvi Gibran berbincang dengan Cirlis Abas (33), ibu dari Sarah (4), yang mengikuti program tersebut. Cirlis menceritakan perkembangan berat badan anaknya setelah menjalani program PMT selama dua minggu.
Menurut Cirlis, berat badan Sarah meningkat dari sebelumnya 11,1 kilogram menjadi 11,6 kilogram setelah mengikuti program tersebut.
“Alhamdulillah, naik,” ujar Cirlis.
Ia menjelaskan, sebelum mengikuti program PMT, Sarah termasuk anak yang sulit makan dan hanya mampu menghabiskan makanan dalam porsi kecil. Kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan gizi anak menjadi perhatian keluarga.
Namun, setelah mengikuti program PMT, Sarah mulai terbiasa mengonsumsi makanan dengan menu yang lebih beragam. Makanan yang dikonsumsi antara lain nasi, telur, ayam, sayuran, dan buah-buahan.
Perubahan tersebut menjadi perkembangan yang disyukuri Cirlis. Ia berharap program pemberian makanan tambahan dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak orang tua yang terbantu dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.
Pemantauan pertumbuhan balita melalui posyandu menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui perkembangan anak secara berkala. Melalui layanan ini, orang tua juga dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak.
150 Nelayan Mendapatkan Cek Kesehatan Gratis
Selain meninjau pelayanan posyandu, Selvi Gibran melihat langsung pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis bagi nelayan di Desa Huangobotu.
Sebanyak 150 nelayan mengikuti pemeriksaan kesehatan yang mencakup pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, serta asam urat. Pemeriksaan fibrosis hati juga tersedia bagi kelompok usia tertentu.
Pelayanan tersebut didukung tenaga medis dari Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Gorontalo.
Kehadiran layanan kesehatan di lingkungan masyarakat diharapkan memudahkan nelayan memeriksakan kondisi tubuh tanpa harus terlebih dahulu meluangkan banyak waktu untuk mendatangi fasilitas kesehatan di tengah kesibukan melaut.
Ketua PAPDI Cabang Gorontalo, dr. Taufik Ramadhan Biya, SpPD, Subsp.EMD, FINASIM, menjelaskan bahwa nelayan menghadapi sejumlah risiko kesehatan yang perlu diwaspadai, di antaranya hipertensi, diabetes melitus, dan gangguan metabolik.
Menurutnya, aktivitas melaut dalam waktu panjang, risiko dehidrasi, serta pola makan dan istirahat yang tidak teratur menjadi beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan nelayan.
“Hal yang perlu kita waspadai adalah penyakit seperti hipertensi dan diabetes sering kali berkembang tanpa gejala yang jelas. Seseorang bisa merasa sehat dan tetap bekerja seperti biasa, padahal tekanan darah atau kadar gula darahnya sudah meningkat,” jelas Taufik.
Ia menilai, pemeriksaan kesehatan secara berkala membantu nelayan mengetahui kondisi tubuh lebih dini. Langkah tersebut juga penting karena sebagian nelayan memiliki keterbatasan waktu untuk menjalani pemeriksaan kesehatan akibat jadwal melaut.
Apabila ditemukan indikasi masalah kesehatan, peserta dapat memperoleh arahan untuk menjalani pemeriksaan atau mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai kebutuhan medis.
“Pesan saya kepada seluruh nelayan adalah jangan menunggu sakit untuk mulai peduli terhadap kesehatan,” tegas Taufik.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga pola makan, mencukupi kebutuhan cairan, membatasi konsumsi garam dan gula, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Perhatian lebih diperlukan bagi masyarakat yang memiliki penyakit kronis.
Warga Merasakan Manfaat Pelayanan Kesehatan di Lingkungan Mereka
Manfaat pemeriksaan kesehatan gratis tersebut turut dirasakan Alis Savini (64), warga yang mengikuti pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah.
Alis mengaku terbantu dengan tersedianya layanan kesehatan yang dapat diakses langsung di lingkungan masyarakat. Selama ini, ia biasanya memeriksakan kondisi kesehatannya sebulan sekali di puskesmas.
Kehadiran layanan CKG di wilayah pesisir memberikan kesempatan bagi warga untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sekaligus berkonsultasi mengenai kondisi tubuh mereka.
“Ini memang bagus sekali,” ujar Alis.
Pengalaman warga tersebut menggambarkan pentingnya menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu maupun akses terhadap fasilitas kesehatan.
Pemeriksaan kesehatan juga dapat membantu masyarakat mengenali faktor risiko penyakit lebih awal. Meski demikian, hasil pemeriksaan tetap perlu ditindaklanjuti melalui konsultasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan kondisi yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Posyandu dan CKG Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Pesisir
Pelayanan posyandu dan Cek Kesehatan Gratis di Desa Huangobotu menghadirkan dua bentuk layanan yang saling melengkapi, yakni pemantauan tumbuh kembang anak dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat dewasa, termasuk nelayan.
Melalui posyandu, balita dapat memperoleh pemantauan pertumbuhan, sementara ibu hamil dan lansia juga mendapatkan akses pelayanan sesuai kebutuhan. Program PMT Seruni KMP turut menjadi bagian dari upaya mendukung pemenuhan gizi anak.
Di sisi lain, CKG memberikan kesempatan kepada nelayan untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka melalui pemeriksaan sejumlah indikator kesehatan. Upaya ini penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap risiko penyakit yang dapat berkembang tanpa gejala awal yang jelas.
Kunjungan Selvi Gibran Rakabuming tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kebutuhan kesehatan masyarakat pesisir serta pelaksanaan pelayanan di tingkat desa.
Ke depan, kesinambungan pelayanan kesehatan, edukasi mengenai pola hidup sehat, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan menjadi aspek penting agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Dengan akses pemeriksaan yang lebih mudah dan kesadaran kesehatan yang semakin baik, masyarakat pesisir diharapkan dapat lebih memperhatikan kondisi tubuh, menjaga pemenuhan gizi keluarga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
(Tim Indotorial)


