Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI dan Kepala Badan Pengelola Perbatasan

19 Oktober 2026, 21:33 WIB

 

Prabowo Lantik Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI dan Kepala Badan Pengelola Perbatasan

INDOTORIAL.COM - Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Pengangkatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pelaksanaan tugas di lingkungan TNI serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan dan daerah terpencil.


Pelantikan Maruli didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 105/TNI Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Keputusan tersebut dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Wahyu Yudhayana, sebelum prosesi pengambilan sumpah jabatan dilaksanakan.


Prabowo Pimpin Pengambilan Sumpah Jabatan Maruli Simanjuntak


Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dengan Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung pengucapan sumpah jabatan. Dalam sumpah tersebut, Maruli menyatakan komitmennya untuk setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.


Sumpah jabatan juga menegaskan kewajiban pejabat untuk menjalankan peraturan perundang-undangan secara adil, menjunjung tinggi etika jabatan, serta melaksanakan tanggung jawab dengan penuh integritas.


Presiden Prabowo mendiktekan penggalan sumpah yang berbunyi:


“Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dengan sebaik-baiknya.”


Setelah pengucapan sumpah, acara dilanjutkan dengan penanggalan dan penyematan tanda pangkat serta tanda jabatan oleh Presiden Prabowo. Prosesi tersebut kemudian diikuti dengan penandatanganan berita acara sebagai bagian dari rangkaian resmi pelantikan.


Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada Maruli Simanjuntak. Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming menjadi pihak pertama yang menyampaikan ucapan selamat, sebelum diikuti para pimpinan lembaga negara, menteri, kepala badan, serta tamu undangan lainnya.


Maruli Simanjuntak Bicara Soal Pengelolaan Perbatasan dan Daerah Terpencil


Usai dilantik, Maruli menjelaskan bahwa pembentukan Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil merupakan gagasan yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah perbatasan dan daerah terpencil.


Menurut Maruli, keberadaan badan tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah memperkuat perekonomian masyarakat di kawasan yang selama ini membutuhkan perhatian lebih. Wilayah perbatasan dan daerah terpencil memiliki tantangan tersendiri, mulai dari keterbatasan akses hingga kebutuhan pembangunan yang memerlukan penanganan secara terarah.


Karena itu, pengelolaan kawasan tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


Maruli menegaskan bahwa tugasnya sebagai Wakil Panglima TNI tetap berfokus pada membantu Panglima TNI dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Sementara itu, tanggung jawab di badan nasional tersebut akan menjadi bagian lain dari amanah yang harus dijalankannya.


“Ini jadi badannya nanti dari badan nasional pengelola perbatasan jadi sekarang pengelola perbatasan dan daerah terpencil. Itu nanti tugas saya. Kalau wakil Panglima ya jelas wakil Panglima dan membantu Panglima,” ujar Maruli kepada awak media seusai pelantikan.


Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Maruli akan menjalankan dua tanggung jawab yang berbeda, yakni mendukung kepemimpinan Panglima TNI sekaligus mengemban tugas dalam pengelolaan perbatasan dan daerah terpencil.


Penguatan Perbatasan Menjadi Perhatian Pemerintah


Pengelolaan wilayah perbatasan dan daerah terpencil berkaitan erat dengan agenda pemerataan pembangunan nasional. Selain memiliki nilai strategis dari sisi kedaulatan negara, kawasan tersebut juga membutuhkan perhatian dalam aspek ekonomi, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat.


Melalui badan yang dipimpinnya, Maruli diharapkan dapat menjalankan amanah untuk mendukung peningkatan kesejahteraan warga di wilayah-wilayah tersebut. Namun, pelaksanaan tugas itu tetap membutuhkan koordinasi antarlembaga serta langkah konkret yang sesuai dengan kebutuhan setiap daerah.


Di sisi lain, posisi Wakil Panglima TNI memiliki peran penting dalam membantu Panglima TNI menjalankan tugas organisasi dan mendukung pelaksanaan kebijakan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.


Dengan penugasan tersebut, Maruli mengemban tanggung jawab yang mencakup aspek pertahanan sekaligus pengelolaan kawasan perbatasan dan daerah terpencil. Pelaksanaan kedua tugas itu akan menjadi bagian penting dari upaya pemerintah menjalankan agenda strategis nasional.


Pelantikan di Istana Negara turut dihadiri para pimpinan lembaga negara, jajaran menteri dan kepala badan Kabinet Merah Putih, serta sejumlah undangan lainnya.


Pengangkatan Maruli Simanjuntak diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan sesuai dengan kewenangan yang diberikan, khususnya dalam membantu Panglima TNI dan memperkuat pengelolaan perbatasan serta daerah terpencil di Indonesia.


(Team Indotorial)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas