Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Selvi Gibran Dorong Regenerasi Perajin Tenun Gringsing di Bali, Dekranas Siap Bantu Pembinaan

27 Oktober 2026, 20:50 WIB

 

Selvi Gibran Dorong Regenerasi Perajin Tenun Gringsing di Bali, Dekranas Siap Bantu Pembinaan

INDOT​​ORIAL.COM, KARANGASEM – Pembina Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (SERUNI KMP), Selvi Gibran Rakabuming, mendorong regenerasi perajin kain tenun Gringsing di Desa Wisata Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya tradisional agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.


Dorongan tersebut disampaikan Selvi saat mengunjungi Desa Wisata Tenganan Pegringsingan, Jumat (23/10/2026). Dalam kunjungan itu, ia meninjau langsung proses pembuatan kain tenun Gringsing dan seni ukir lontar yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat setempat.


Selvi menekankan bahwa keberadaan perajin muda menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan tradisi menenun Gringsing. Pasalnya, keterampilan tradisional tersebut membutuhkan proses belajar dan pewarisan pengetahuan secara berkelanjutan agar tidak terputus seiring bertambahnya usia para perajin senior.


Selvi Gibran Dorong Generasi Muda Pelajari Tenun Gringsing


Dalam kunjungannya, Selvi menyampaikan harapan agar semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari keterampilan menenun kain Gringsing. Menurutnya, regenerasi diperlukan untuk memastikan kerajinan tradisional tersebut tetap bertahan ketika para perajin senior tidak lagi aktif bekerja.


Ia juga menyatakan bahwa Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) siap mendukung pembinaan bagi generasi muda yang ingin mendalami keterampilan menenun.


“Nanti kalau yang sepuh-sepuh yang sudah tua-tua sudah pensiun untuk tidak menenun lagi, harapannya ada regenerasi dari yang muda-muda. Mungkin nanti kalau butuh pembinaan, kami dari Dekranas siap untuk membantu untuk generasi mudanya. Sehingga kain tenun Gringsing ini tidak akan hilang begitu saja,” ujar Selvi.


Dukungan pembinaan tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi anak muda untuk mengenal proses pembuatan kain tenun Gringsing, sekaligus meningkatkan keterampilan mereka dalam mengembangkan kerajinan tradisional.


Regenerasi perajin tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan proses produksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga pengetahuan dan nilai budaya yang melekat pada kerajinan tersebut. Dengan keterlibatan generasi muda, tradisi menenun di Desa Tenganan Pegringsingan diharapkan tetap hidup dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.


Selain meninjau proses pembuatan kain tenun Gringsing dan seni ukir lontar, Selvi juga menyaksikan peragaan tradisi menggotong ayam dalam kandang yang menjadi bagian dari kegiatan kunjungan di desa wisata tersebut.


Bantuan Kacamata untuk Masyarakat dan Perajin


Selain menaruh perhatian pada pelestarian budaya, Selvi juga meninjau layanan pemeriksaan mata dan menyerahkan bantuan kacamata kepada masyarakat Desa Tenganan Pegringsingan.


Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Adat Desa Tenganan Pegringsingan, I Putu Suarjana. Ia menilai dukungan tersebut bermanfaat bagi masyarakat, terutama para perajin yang membutuhkan penglihatan baik untuk menunjang aktivitas pekerjaan sehari-hari.


“Yang jelas saya kira Ibu sangat berkesan, bisa membantu masyarakat kami dalam hal kacamata, yang itu disebabkan oleh salah satu dampak dari pekerjaan perajin kami di sini,” ujar Suarjana.


Menurutnya, kondisi penglihatan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam mendukung aktivitas masyarakat yang bekerja sebagai perajin. Ketelitian dalam menjalankan pekerjaan tradisional membuat kemampuan melihat dengan baik menjadi faktor penting dalam menunjang kegiatan mereka.


Melalui layanan pemeriksaan mata dan bantuan kacamata, masyarakat diharapkan memperoleh dukungan yang dapat membantu menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk dalam menjalankan pekerjaan kerajinan.


Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat yang menjadi pelaku utama dalam menjaga tradisi tersebut.


Pelatihan Memasak Berbasis Pangan Lokal


Dalam rangkaian kunjungan yang sama, Selvi juga meninjau pelatihan memasak makanan bergizi berbasis pangan lokal. Kegiatan ini bertujuan mendorong masyarakat memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi menu keluarga yang beragam dan bergizi.


Pelatihan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan sehari-hari. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan variasi menu keluarga menggunakan bahan yang mudah dijumpai di lingkungan mereka.


Salah satu peserta pelatihan, Kikomang Andayani, mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan, pelatihan itu menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kegiatan serupa sekaligus kesempatan untuk mempelajari cara mengolah makanan.


Kikomang berharap pelatihan memasak dapat diselenggarakan lebih sering sehingga masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka dalam menyiapkan makanan.


“Harapannya biar lebih sering dapat pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan memasaknya,” katanya.


Harapan tersebut menunjukkan pentingnya kegiatan pembinaan yang berkelanjutan agar manfaat pelatihan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Pengetahuan mengenai pengolahan pangan lokal juga dapat membantu keluarga memanfaatkan potensi bahan pangan di sekitar mereka untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari.


Pelestarian Budaya dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat


Kunjungan Selvi Gibran Rakabuming ke Desa Wisata Tenganan Pegringsingan mencakup sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya dan peningkatan kapasitas masyarakat.


Dorongan regenerasi perajin tenun Gringsing menjadi salah satu perhatian utama, terutama untuk menjaga agar keterampilan tradisional tetap diwariskan kepada generasi muda. Dukungan pembinaan dari Dekranas diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu keberlanjutan kerajinan tersebut.


Di sisi lain, layanan pemeriksaan mata dan bantuan kacamata memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk para perajin yang mengandalkan ketelitian dalam bekerja. Sementara itu, pelatihan memasak berbasis pangan lokal membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menambah keterampilan dalam mengolah makanan bergizi bagi keluarga.


Berbagai kegiatan tersebut memperlihatkan pentingnya pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pelestarian warisan budaya, tetapi juga memperhatikan kapasitas dan kebutuhan masyarakat yang menjaganya.


Dengan dukungan pembinaan keterampilan, perhatian terhadap kesehatan mata, serta peningkatan pengetahuan pengolahan pangan, masyarakat Desa Tenganan Pegringsingan diharapkan dapat terus mempertahankan tradisi sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan mereka.


Keberlanjutan kain tenun Gringsing pada akhirnya tidak hanya bergantung pada keberadaan kerajinan itu sendiri, tetapi juga pada kesiapan generasi penerus untuk mempelajari, menjaga, dan meneruskan keterampilan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.


(Team Indotorial)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas