Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Terima Luhut di Istana, DEN Bahas Risiko Ekonomi Global hingga Ketahanan Pangan

23 Oktober 2026, 21:33 WIB

 

Prabowo Terima Luhut di Istana, DEN Bahas Risiko Ekonomi Global hingga Ketahanan Pangan

INDOTORIAL.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan bersama jajaran DEN dan sejumlah menteri terkait di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan ekonomi terkini, dampak dinamika global terhadap perekonomian Indonesia, serta sejumlah rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah.


Dalam pertemuan itu, DEN menyampaikan berbagai hasil kajian dan data ekonomi yang berkaitan dengan tantangan yang dihadapi Indonesia. Rekomendasi tersebut disusun dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi dunia dan potensi dampaknya terhadap kondisi ekonomi nasional.


Usai pertemuan, Luhut menjelaskan bahwa DEN tidak hanya memaparkan persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah, tetapi juga menawarkan sejumlah alternatif solusi untuk mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin muncul.


“Ada beberapa rekomendasi dari Dewan Ekonomi Nasional kepada Presiden mengikuti perkembangan dunia saat ini yang dampaknya tentu suka-tidak suka pada ekonomi Indonesia juga banyak,” ujar Luhut dalam keterangannya.


DEN Berikan Rekomendasi Berdasarkan Data Ekonomi


Luhut mengatakan, pembahasan bersama Presiden Prabowo turut melibatkan Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Kehadiran para pejabat tersebut memungkinkan data yang disampaikan DEN dikonfirmasi secara langsung, sehingga pembahasan dapat dilakukan dengan mengacu pada informasi dari masing-masing lembaga.


Menurut Luhut, proses tersebut penting untuk memastikan bahwa persoalan ekonomi yang dibahas memiliki dasar data yang jelas. Dengan demikian, pemerintah dapat memperoleh gambaran lebih menyeluruh sebelum menentukan langkah kebijakan yang diperlukan.


“Tadi satu per satu kami jelaskan karena ada Menteri Keuangan, ada Gubernur BI, ada Menko Perekonomian, jadi tadi sekaligus juga kita merekonfirmasi data-data yang ada,” ungkapnya.


Pendekatan berbasis data menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam pertemuan tersebut. DEN berupaya menyajikan hasil analisis dan kajian sebagai bahan pertimbangan agar keputusan pemerintah dapat disesuaikan dengan kondisi ekonomi yang berkembang.


Di tengah ketidakpastian global, ketersediaan data yang akurat dan terkini dinilai penting untuk membantu pemerintah mengidentifikasi risiko, menilai dampak yang mungkin terjadi, serta menyiapkan langkah antisipasi.


Risiko El Niño dan La Niña Ikut Menjadi Perhatian


Selain membahas perkembangan ekonomi global, pertemuan Presiden Prabowo dengan DEN juga menyinggung sejumlah risiko yang berpotensi memengaruhi perekonomian Indonesia ke depan. Salah satu isu yang dibahas adalah potensi dampak fenomena iklim El Niño dan La Niña.


Kedua fenomena tersebut menjadi perhatian karena perubahan kondisi iklim dapat berpengaruh terhadap sektor-sektor ekonomi tertentu, terutama pertanian dan ketahanan pangan. Dampaknya juga perlu diperhitungkan dalam perencanaan kebijakan, termasuk dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga kebutuhan masyarakat.


Luhut menyampaikan bahwa DEN telah memaparkan berbagai persoalan yang berpotensi muncul, sekaligus memberikan alternatif penanganannya kepada Presiden.


“Saya senang sekali Bapak Presiden tadi sangat memberikan perhatian dengan data-data ekonomi yang kami berikan. Memang berbagai masalah timbul, dan mungkin timbul, misalnya menyangkut El Nino, La Nina ke depan ini. Namun, semua itu kami juga berikan solusi dan menurut kami manageable juga,” lanjutnya.


Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembahasan tidak berhenti pada identifikasi risiko. DEN juga menyampaikan pilihan solusi yang dapat dipertimbangkan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan, meskipun langkah penanganan dan penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan perkembangan situasi serta hasil kajian yang tersedia.


Perlindungan Sosial hingga Hilirisasi Masuk Pembahasan


Dalam pertemuan di Istana Merdeka tersebut, DEN turut melaporkan sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan kondisi ekonomi nasional. Beberapa di antaranya meliputi perkembangan perlindungan sosial, ketahanan pangan, hilirisasi industri, harga dan ketersediaan bahan bakar, serta perkembangan pasar modal.


Berbagai isu tersebut memiliki keterkaitan dengan upaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung aktivitas masyarakat dan dunia usaha.


Perlindungan sosial, misalnya, menjadi salah satu aspek yang berkaitan dengan upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat. Sementara itu, ketahanan pangan berhubungan dengan ketersediaan bahan pangan, kelancaran distribusi, dan kemampuan menjaga pasokan di tengah perubahan kondisi ekonomi maupun iklim.


Di sektor industri, hilirisasi menjadi salah satu topik strategis karena berkaitan dengan pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tambah. Adapun persoalan harga dan ketersediaan bahan bakar turut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi biaya transportasi, distribusi barang, dan aktivitas produksi.


Perkembangan pasar modal juga menjadi bagian dari pemantauan ekonomi nasional, terutama dalam melihat dinamika pasar keuangan dan respons pelaku pasar terhadap berbagai perkembangan di dalam maupun luar negeri.


Meski demikian, keterangan Luhut tidak merinci seluruh rekomendasi kebijakan untuk masing-masing sektor maupun keputusan konkret yang diambil dalam pertemuan tersebut.


Presiden Prabowo Akan Mendapat Pembaruan Data Lebih Intensif


Luhut menegaskan bahwa penggunaan data dan hasil studi perlu menjadi landasan dalam proses pengambilan keputusan pemerintah. Menurutnya, informasi yang lengkap dapat membantu pemerintah memahami persoalan secara lebih terukur sebelum menentukan kebijakan.


“Jadi dengan data-data yang lengkap ini proses pengambilan keputusan kita harapkan basisnya data dan studi,” ucap Luhut.


Untuk mendukung proses tersebut, DEN berencana meningkatkan intensitas penyampaian informasi dan pembaruan data kepada Presiden Prabowo. Langkah ini dinilai relevan mengingat kondisi ekonomi dunia terus bergerak dinamis dan dapat memengaruhi berbagai sektor di Indonesia.


Dengan pembaruan informasi yang lebih rutin, pemerintah diharapkan dapat mengikuti perubahan situasi ekonomi secara lebih dekat serta mempertimbangkan perkembangan terbaru dalam proses perumusan kebijakan.


“Kiranya kami akan lebih intensif memberikan data-data briefing kepada Presiden sehingga dengan begitu dalam keadaan global ekonomi dunia ini sekarang Presiden ter-upgrade dengan data-data yang update betul,” tandas Luhut.


Pertemuan antara Presiden Prabowo dan jajaran DEN tersebut menjadi bagian dari koordinasi pemerintah dalam memantau perkembangan ekonomi dan mengidentifikasi tantangan yang perlu diantisipasi. Melalui penyampaian rekomendasi, konfirmasi data lintas lembaga, dan pembaruan informasi secara berkala, pemerintah berupaya memperkuat landasan analisis dalam menghadapi dinamika ekonomi global serta dampaknya terhadap perekonomian nasional.


(Team Indotorial)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas