Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Presiden Prabowo Perintahkan Penanganan Karhutla Lebih Masif, Operasi Udara Diperkuat dengan Pesawat Hercules

20 Oktober 2026, 21:53 WIB

 

Presiden Prabowo Perintahkan Penanganan Karhutla Lebih Masif, Operasi Udara Diperkuat dengan Pesawat Hercules

INDOTORIAL.COM - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penguatan operasi udara serta pengerahan personel secara lebih masif. Arahan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026), yang secara khusus membahas langkah penanganan karhutla.


Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Dudung Abdurachman, mengatakan Presiden meminta seluruh unsur terkait meningkatkan upaya penanganan di lapangan. Langkah tersebut mencakup pemanfaatan pesawat Hercules untuk mendukung operasi udara, penambahan pengerahan personel TNI-Polri, serta pelibatan dinas terkait dan masyarakat.


Menurut Dudung, Presiden menekankan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak boleh berjalan lambat. Seluruh sumber daya yang tersedia harus dimanfaatkan secara optimal agar upaya pengendalian kebakaran dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terukur.


Arahan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pemerintah menginginkan tindakan konkret dari seluruh jajaran, bukan sekadar menunggu perubahan kondisi cuaca untuk membantu memadamkan api.


Prabowo Perintahkan Penguatan Operasi Udara dengan Pesawat Hercules


Salah satu poin penting dalam rapat terbatas tersebut adalah peningkatan kapasitas operasi udara untuk mendukung penanganan karhutla. Presiden Prabowo meminta penggunaan pesawat Hercules untuk mendukung upaya yang sebelumnya telah dilakukan menggunakan pesawat CASA.


Dudung menjelaskan, Presiden telah memberikan instruksi kepada Panglima TNI terkait pengerahan pesawat untuk mendukung operasi tersebut.


“Tadi dikerahkan juga, diperintahkan kepada Panglima TNI, dry ice yang sekarang sudah dilakukan menggunakan pesawat CASA, ini sudah diperintahkan menggunakan Hercules,” ucap Dudung.


Instruksi ini menunjukkan pentingnya dukungan sarana udara dalam memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan. Dengan dukungan armada yang dikerahkan sesuai kebutuhan operasi, pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas pelaksanaan langkah penanganan karhutla.


Meski demikian, pelaksanaan operasi udara tetap membutuhkan koordinasi yang baik dengan petugas di lapangan. Penguatan sarana harus berjalan seiring dengan langkah penanganan lainnya agar seluruh upaya dapat dilakukan secara terpadu.


TNI-Polri, Dinas Kehutanan, dan Masyarakat Diminta Bergerak Bersama


Selain menginstruksikan penguatan operasi udara, Presiden Prabowo juga meminta peningkatan pengerahan personel untuk menangani karhutla. Unsur yang dilibatkan mencakup TNI, Polri, dinas terkait, termasuk Dinas Kehutanan, serta masyarakat.


Dudung menegaskan bahwa seluruh unsur tersebut harus bergerak secara bersama-sama dengan langkah yang terukur. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.


“Perintah Presiden agar lebih masif kembali tentang pengerahan pasukan, petugas baik TNI, Polri, maupun Dinas Kehutanan, termasuk masyarakat yang dilibatkan. Nah ini betul-betul harus secara masif terukur dan dilaksanakan dengan segera,” lanjutnya.


Pengerahan personel secara terpadu menjadi bagian penting dari upaya mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan. Koordinasi antarlembaga diperlukan agar pembagian tugas, dukungan peralatan, serta pelaksanaan langkah penanganan di lapangan dapat berjalan selaras.


Pelibatan masyarakat juga menjadi bagian dari arahan tersebut. Dengan keterlibatan berbagai unsur, pemerintah mendorong agar upaya penanganan karhutla tidak hanya bertumpu pada satu instansi, tetapi dilaksanakan melalui kerja bersama sesuai tugas dan kemampuan masing-masing.


Presiden Prabowo Tegaskan Penanganan Karhutla Tidak Boleh Menunggu Hujan


Dalam keterangannya, Dudung juga menyampaikan pesan tegas Presiden Prabowo agar seluruh jajaran tidak menjadikan hujan sebagai faktor yang ditunggu sebelum bertindak. Presiden meminta upaya penanganan dilakukan segera dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.


Menurut Dudung, Kepala Negara menekankan perlunya kerja keras dan keseriusan seluruh pihak dalam menjalankan instruksi tersebut.


“Jadi Bapak Presiden juga menyampaikan jangan menunggu turun hujan, tapi segera perbuat. Beliau keras sekali tadi menyampaikan pada kami, untuk penanganan ini betul-betul dilaksanakan dengan kerja keras,” pungkasnya.


Pernyataan tersebut menegaskan bahwa percepatan penanganan karhutla menjadi perhatian pemerintah. Langkah di lapangan diminta tetap berjalan tanpa menunggu perubahan cuaca, dengan mengoptimalkan dukungan personel, peralatan, dan operasi udara.


Penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan respons yang cepat sekaligus terkoordinasi. Karena itu, instruksi Presiden menempatkan kesiapan seluruh unsur terkait sebagai bagian penting dalam pelaksanaan upaya pengendalian kebakaran.


Koordinasi dan Percepatan Jadi Penekanan Pemerintah


Rapat terbatas di Istana Merdeka memperlihatkan penekanan Presiden Prabowo pada dua langkah utama, yakni penguatan kapasitas operasi udara dan peningkatan pengerahan personel secara terpadu.


Penggunaan pesawat Hercules untuk mendukung operasi udara menjadi salah satu arahan yang disampaikan kepada jajaran terkait. Pada saat yang sama, TNI-Polri, dinas terkait, dan masyarakat diminta meningkatkan keterlibatan dalam penanganan karhutla.


Melalui arahan tersebut, Presiden meminta agar seluruh pihak segera mengambil tindakan konkret, bekerja secara terukur, dan tidak menunda penanganan dengan menunggu hujan.


Pelaksanaan instruksi itu membutuhkan koordinasi yang konsisten agar setiap unsur dapat menjalankan perannya secara efektif. Kecepatan respons, kesiapan sarana, serta keterlibatan petugas dan masyarakat menjadi bagian penting dari upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan.


Pemerintah menekankan bahwa seluruh sumber daya yang tersedia perlu dikerahkan sesuai kebutuhan di lapangan. Dengan langkah yang terkoordinasi dan pelaksanaan yang segera, upaya penanganan karhutla diharapkan dapat berjalan lebih optimal.


Arahan Presiden Prabowo tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa penanganan karhutla memerlukan tindakan nyata dan kerja keras seluruh unsur terkait, bukan sekadar menunggu kondisi alam membantu proses pemadaman.


(Tim Indotorial)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas