Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Tegaskan Perang Melawan Korupsi, Apresiasi Satgas PKH Selamatkan Kekayaan Negara

8 Oktober 2026, 21:23 WIB

 

Prabowo Tegaskan Perang Melawan Korupsi, Apresiasi Satgas PKH Selamatkan Kekayaan Negara

INDOTORIAL.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melawan korupsi, kecurangan, serta berbagai praktik yang merugikan kekayaan negara. Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang dinilai telah bekerja keras dalam upaya menyelamatkan aset dan kekayaan negara.


Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, Kepala Negara menekankan bahwa upaya menertibkan praktik-praktik yang merugikan negara bukanlah pekerjaan mudah karena berhadapan dengan berbagai tantangan dan tekanan.


Presiden memahami bahwa jajaran Satgas PKH menghadapi situasi yang tidak ringan dalam menjalankan tugasnya. Meski begitu, ia mengapresiasi para anggota satgas yang tetap berkomitmen menjalankan tanggung jawab demi kepentingan bangsa dan masyarakat Indonesia.


“Saya ucapkan terima kasih atas kerja keras Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan ini. Saya mengerti dan saya paham bahwa tantangan yang saudara hadapi tidak ringan,” ucap Presiden Prabowo.


Prabowo: Pemerintah Tidak Boleh Menyerah Melawan Kecurangan


Presiden Prabowo menjelaskan bahwa upaya pemerintah dalam menertibkan berbagai praktik yang merugikan negara berpotensi menghadapi perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini menikmati keuntungan dari tindakan tidak benar.


Namun, menurut Presiden, tantangan tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah untuk mundur. Ia menegaskan bahwa keberanian memilih jalan kebenaran dan keadilan menjadi hal penting dalam menjaga kepentingan bangsa.


Prabowo juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang besar. Karena itu, kekayaan tersebut harus dikelola untuk memberikan manfaat bagi rakyat, bukan justru menjadi sumber keuntungan bagi segelintir pihak melalui praktik yang merugikan negara.


“Pilihannya adalah pada diri kita. Apakah kita berani memilih jalan kebenaran? Atau kita menyerah kepada kekuatan yang serakah? Kekuatan yang tidak setia kepada bangsa ini? Kekuatan yang menghina rakyat? Kekuatan yang bekerja agar Indonesia terus miskin? Padahal kita negara yang sangat kaya,” katanya.


Pernyataan tersebut menegaskan pesan Presiden bahwa pemberantasan kecurangan tidak hanya berkaitan dengan penegakan aturan, tetapi juga menyangkut keberpihakan kepada masyarakat dan upaya memastikan kekayaan nasional dapat dimanfaatkan secara adil.


Satgas PKH Hadapi Ancaman dan Intimidasi


Dalam sambutannya, Presiden Prabowo turut menyoroti adanya ancaman dan intimidasi yang dihadapi sejumlah anggota Satgas PKH, bahkan disebut turut menyasar keluarga mereka.


Situasi tersebut menjadi perhatian Kepala Negara karena tekanan terhadap petugas dapat menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan penertiban kawasan hutan dan penyelamatan kekayaan negara.


Presiden pun menyampaikan penghargaan kepada jajaran satgas yang tetap bertahan dan menjalankan tugas meskipun menghadapi berbagai risiko. Ia menilai perjuangan tersebut merupakan bagian dari upaya membela kepentingan masyarakat, khususnya kelompok yang tidak memiliki kekuatan untuk memperjuangkan haknya sendiri.


“Saya terima kasih yang masih mau berjuang bersama saya. Berjuang untuk rakyat kita. Berjuang untuk mereka yang tidak bisa bicara. Mereka yang tidak punya apa-apa,” ujar Presiden.


Prabowo juga meminta agar jajaran yang berjuang di jalur kebenaran tidak kehilangan keyakinan meskipun menghadapi tekanan. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus tetap teguh menjalankan agenda pembenahan demi kepentingan rakyat.


“Percayalah, kebenaran akan menang. Percayalah, kita di atas jalan yang benar. Kita tidak ragu-ragu,” tambahnya.


Dukungan Presiden tersebut menjadi pesan penting bagi aparat dan petugas yang menjalankan tugas penertiban agar tetap bekerja sesuai ketentuan, menjaga integritas, serta mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.


Presiden Soroti Praktik Penyuapan Pejabat Negara


Selain membahas tantangan yang dihadapi Satgas PKH, Presiden Prabowo juga menyoroti praktik penyuapan terhadap pejabat negara yang masih menjadi tantangan dalam upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan dan institusi negara.


Menurut Presiden, pembenahan harus terus dilakukan agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai prinsip kebenaran, integritas, dan kepentingan nasional. Ia menegaskan bahwa pendekatan persuasif tetap menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk mendorong perubahan sikap dan memperkuat kesadaran mengenai pentingnya menjalankan tugas secara benar.


“Kita berusaha memperbaiki dengan persuasif, dengan dakwah, dakwah kebenaran, dakwah kebangsaan, dengan bicara, dengan meyakinkan, di mana-mana saya diundang pasti saudara tahu apa pesan saya. Menteri-menteri yang ikut rapat dengan saya tahu sikap saya, tekad saya, kehendak saya,” tandasnya.


Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Presiden ingin upaya pembenahan dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui penegakan aturan maupun melalui penguatan kesadaran dan integritas para penyelenggara negara.


Penyelamatan Kekayaan Negara Jadi Komitmen Pemerintah


Penertiban kawasan hutan menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menjaga kekayaan negara. Pengelolaan kawasan hutan yang sesuai aturan diperlukan agar sumber daya alam tidak dikuasai atau dimanfaatkan melalui praktik yang merugikan kepentingan publik.


Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya keberanian, konsistensi, dan komitmen seluruh jajaran pemerintah dalam menghadapi berbagai bentuk penyimpangan. Tantangan yang muncul tidak boleh menghalangi upaya memperbaiki tata kelola sumber daya alam dan melindungi kepentingan masyarakat.


Pesan Presiden juga menegaskan bahwa pemberantasan korupsi dan penyelamatan kekayaan negara membutuhkan kerja bersama, integritas aparat, serta keberanian untuk menolak berbagai bentuk tekanan maupun godaan yang bertentangan dengan aturan.


Melalui dukungan terhadap Satgas PKH, pemerintah menegaskan tekad untuk terus memperjuangkan pengelolaan kekayaan nasional yang lebih bertanggung jawab. Harapannya, berbagai langkah penertiban dapat memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap upaya pemerintah dalam melawan korupsi dan kecurangan.


Presiden Prabowo pun menegaskan bahwa perjuangan tersebut harus tetap berjalan demi kepentingan rakyat Indonesia, terutama mereka yang selama ini tidak memiliki kekuatan untuk menyuarakan hak-haknya.


(Team Indotorial)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas