Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Wapres Gibran Tinjau Sabo Dam Hutanabolon dan Jembatan Garoga 2, Pastikan Infrastruktur Pascabencana Dikebut

5 September 2026, 20:40 WIB

 

Wapres Gibran Tinjau Sabo Dam Hutanabolon dan Jembatan Garoga 2, Pastikan Infrastruktur Pascabencana Dikebut

INDOTORIAL.COM - Sumatra Utara – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung pembangunan Sabo Dam Hutanabolon di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Jembatan Garoga 2 di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Jumat (4/9/2026).


Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembangunan infrastruktur pascabencana berjalan sesuai target sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan. Pemerintah tidak hanya mengejar pemulihan akses yang sempat terganggu, tetapi juga mendorong pembangunan infrastruktur yang mampu memberikan perlindungan lebih baik terhadap risiko bencana di masa mendatang.


Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran menekankan agar pembangunan kedua infrastruktur itu diselesaikan sesuai target dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaan dan keselamatan konstruksi.


Menurut Wapres, pembangunan infrastruktur pascabencana tidak boleh sekadar mengembalikan kondisi seperti sebelum bencana terjadi. Infrastruktur yang dibangun harus memiliki fungsi yang lebih kuat dalam menghadapi potensi bencana berikutnya.


“Pemulihan tidak boleh hanya memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Infrastruktur yang dibangun harus membuat masyarakat lebih terlindungi menghadapi risiko bencana berikutnya,” tegas Wapres.


Progres Pembangunan Sabo Dam Hutanabolon


Saat meninjau Sabo Dam Hutanabolon, Wapres Gibran melihat langsung perkembangan pembangunan infrastruktur pengendali aliran material di Sungai Tukka.


Sabo Dam memiliki peran penting dalam mengendalikan aliran material, termasuk material yang terbawa saat terjadi bencana, sehingga dapat membantu mengurangi dampak dan risiko terhadap masyarakat serta kawasan di sekitarnya.


Berdasarkan panel penjelasan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), progres fisik pembangunan Sabo Dam di Sungai Tukka telah mencapai 26 persen. Capaian tersebut masih berada di bawah rencana awal yang ditargetkan mencapai 29 persen.


Karena itu, percepatan pekerjaan menjadi salah satu perhatian dalam peninjauan tersebut. Wapres meminta agar pembangunan terus dikebut tanpa mengabaikan standar kualitas dan keselamatan.


Keberadaan Sabo Dam diharapkan menjadi bagian penting dari sistem perlindungan masyarakat di kawasan yang memiliki potensi terdampak aliran material akibat bencana.


Jembatan Garoga 2 Dikebut hingga Akhir 2026


Selain Sabo Dam, Wapres juga meninjau pembangunan Jembatan Garoga 2 di Kabupaten Tapanuli Selatan.


Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari penanganan mendesak pada koridor Sibolga–Batangtoru–Padang Sidempuan yang memiliki panjang sekitar 65 kilometer. Jalur ini menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.


Per 2026, progres fisik paket pekerjaan Jembatan Garoga 2 tercatat mencapai 44,93 persen. Pemerintah menargetkan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dan memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO) pada 31 Desember 2026.


Wapres Gibran menilai pemulihan jembatan menjadi hal penting karena konektivitas yang kembali terbuka akan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Tidak hanya mobilitas warga, akses tersebut juga berkaitan dengan kegiatan ekonomi serta pelayanan masyarakat sehari-hari.


“Terbukanya kembali akses sangat penting bagi masyarakat. Tapi pekerjaan tidak boleh berhenti pada jembatan. Penanganan sungainya juga harus kita tuntaskan agar masyarakat lebih terlindungi,” tutur Wapres.


Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemulihan infrastruktur pascabencana perlu dilakukan secara menyeluruh. Perbaikan jembatan saja dinilai belum cukup apabila faktor lain yang berpotensi memicu gangguan akses dan keselamatan masyarakat belum ditangani.


Infrastruktur Pascabencana Harus Lebih Tangguh


Peninjauan Wapres Gibran di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan wilayah Sumatra Utara setelah bencana.


Pemerintah ingin memastikan pembangunan tidak berhenti pada tahap mengembalikan infrastruktur yang rusak. Lebih jauh, proyek-proyek tersebut diharapkan menghasilkan infrastruktur yang lebih tangguh, aman, dan mampu menghadapi risiko bencana berulang.


Dengan percepatan pembangunan Sabo Dam Hutanabolon, masyarakat di sekitar kawasan Sungai Tukka diharapkan memperoleh perlindungan yang lebih baik dari risiko aliran material. Sementara itu, penyelesaian Jembatan Garoga 2 diharapkan dapat segera memulihkan konektivitas dan mendukung aktivitas masyarakat di sepanjang koridor Sibolga–Batangtoru–Padang Sidempuan.


Melalui peninjauan langsung, Wapres memastikan pemerintah terus mengawal pembangunan agar berjalan sesuai target dan kebutuhan di lapangan.


Pemulihan pascabencana di Sumatra Utara pun diarahkan tidak hanya untuk memperbaiki kerusakan, tetapi juga membangun sistem infrastruktur yang lebih siap menghadapi tantangan ke depan. Dengan begitu, masyarakat bukan hanya kembali mendapatkan akses dan fasilitas yang sempat terganggu, tetapi juga memperoleh perlindungan yang lebih kuat ketika risiko bencana kembali muncul.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas