Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Wapres Gibran Sampaikan Duka atas Gugurnya Petugas Karhutla di Kalimantan

11 September 2026, 20:23 WIB

 

Wapres Gibran Sampaikan Duka atas Gugurnya Petugas Karhutla di Kalimantan

INDOTORIAL.COM - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya petugas saat menjalankan tugas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Di tengah kunjungan kerjanya meninjau penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan, Wapres menyempatkan diri mendatangi kediaman almarhum Akhmad Rizani di Palangka Raya, Kamis (10/09/2026).


Kunjungan tersebut dilakukan Wapres untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran Gibran juga menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengorbanan almarhum yang telah menjalankan tugas di garis depan penanganan karhutla.


Bagi Wapres, para petugas yang berada di lapangan merupakan bagian penting dalam upaya negara melindungi masyarakat sekaligus menjaga lingkungan dari dampak kebakaran hutan dan lahan.


“Saya menyampaikan duka cita mendalam, saya mohon maaf atas kejadian ini dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas jasa-jasa beliau dalam penanganan karhutla,” ungkap Wapres.


Wapres Apresiasi Petugas Pemadam Karhutla


Selain menemui keluarga almarhum Akhmad Rizani, Wapres Gibran juga berdialog dengan para petugas pemadam karhutla yang masih bertugas di lapangan. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi para petugas yang terus berupaya memadamkan titik api di tengah kondisi yang tidak mudah.


Wapres menilai petugas lapangan memiliki peran yang sangat signifikan dalam memastikan penanganan karhutla dapat berjalan secara efektif. Karena itu, ia mengingatkan agar aspek keselamatan dan kesehatan petugas tidak boleh diabaikan.


“Terima kasih atas kerja keras Bapak Ibu dalam memadamkan titik api mulai dari awal terjadinya kebakaran. Bapak Ibu adalah ujung tombak pelaksana di lapangan. Mohon tetap jaga keselamatan dalam bekerja. Gunakan APD sesuai prosedur dan sebisa mungkin menjaga kesehatan,” tuturnya.


Pesan tersebut menjadi penting mengingat penanganan karhutla bukan pekerjaan yang ringan. Petugas harus berhadapan dengan api, asap, kondisi medan yang sulit, hingga berbagai risiko kesehatan akibat paparan asap dan aktivitas pemadaman.


Penanganan Karhutla Harus Menyeluruh


Dalam kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat, Wapres Gibran menekankan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan titik api.


Menurutnya, penanganan harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan berbagai dampak yang muncul akibat kebakaran. Keselamatan masyarakat yang berada di wilayah terdampak harus menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.


Selain masyarakat, keberlangsungan hidup satwa liar dan kelestarian habitat juga perlu mendapat perhatian. Karhutla tidak hanya menimbulkan persoalan berupa asap dan kerusakan lahan, tetapi juga dapat mengancam ekosistem serta kehidupan berbagai jenis satwa yang bergantung pada kawasan hutan.


Karena itu, upaya penanganan karhutla perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pemadaman, perlindungan masyarakat, penanganan dampak kesehatan, hingga upaya menjaga lingkungan dan habitat satwa.


Kelompok Rentan Jadi Perhatian


Wapres juga mengingatkan pentingnya memberikan perlindungan khusus kepada kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap dampak karhutla.


Kelompok tersebut antara lain anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta penyandang disabilitas. Mereka perlu mendapatkan perhatian dan layanan yang memadai selama kondisi karhutla masih berlangsung.


Paparan asap akibat karhutla dapat mengganggu kualitas udara dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, langkah pemerintah di lapangan harus mampu memastikan kelompok rentan memperoleh akses terhadap layanan kesehatan maupun perlindungan yang dibutuhkan.


Kebijakan Harus Sesuai Kondisi Lapangan


Wapres Gibran juga menekankan pentingnya memastikan setiap langkah penanganan karhutla benar-benar berdasarkan kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan.


Menurutnya, penanganan harus dilakukan secara terukur, efektif, dan tepat sasaran. Pemerintah tidak hanya perlu bergerak cepat, tetapi juga harus memastikan setiap sumber daya yang dikerahkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.


Komunikasi dengan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam situasi seperti ini. Informasi mengenai perkembangan karhutla, kondisi wilayah terdampak, hingga langkah yang dilakukan pemerintah perlu disampaikan secara terbuka dan mudah dipahami.


Dengan komunikasi yang baik, masyarakat dapat mengetahui kondisi terkini sekaligus memperoleh kepastian mengenai langkah pemerintah dalam menghadapi karhutla.


Kunjungan Wapres Gibran ke Kalimantan sekaligus menunjukkan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, petugas di lapangan, masyarakat, serta berbagai pihak terkait harus bergerak secara terpadu agar dampak karhutla dapat ditekan.


Di balik upaya memadamkan api, keselamatan petugas dan masyarakat tetap menjadi hal yang tidak boleh dilupakan. Penghormatan Wapres kepada almarhum Akhmad Rizani menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla memiliki risiko besar dan membutuhkan dedikasi tinggi dari para petugas di garis depan.


(Team Indotorial)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas