Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Wapres Gibran Kunjungi SMAN 1 Barus, Pastikan Pendidikan Tetap Berjalan Pascabanjir

4 September 2026, 17:53 WIB

 

Wapres Gibran Kunjungi SMAN 1 Barus, Pastikan Pendidikan Tetap Berjalan Pascabanjir

INDOTORIAL.COM – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengunjungi SMA Negeri 1 Barus di Padang Masiang, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (4/9/2026).


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan layanan pendidikan dalam proses pemulihan pascabencana. Wapres ingin memastikan anak-anak sekolah tetap bisa belajar dengan aman dan nyaman meski sejumlah fasilitas pendidikan di SMAN 1 Barus belum sepenuhnya pulih akibat bencana banjir.


Dalam kunjungan itu, Wapres Gibran melihat langsung kondisi sekolah yang sempat terdampak banjir besar pada November 2025. Selain meninjau lingkungan sekolah, Wapres juga berdialog dengan guru dan siswa untuk mengetahui kondisi kegiatan belajar mengajar serta kebutuhan fasilitas yang masih diperlukan.


Banjir yang melanda SMAN 1 Barus terjadi akibat luapan Sungai Aek Sirahar yang berada sekitar 250 meter di belakang sekolah. Debit air yang meningkat dengan cepat membuat air setinggi sekitar 1,5 hingga 2 meter masuk dan merendam area sekolah.


Bukan hanya ruang kelas, banjir juga merusak berbagai fasilitas pendidikan. Buku pelajaran, komputer, laptop, meja, kursi, hingga sejumlah peralatan sekolah lainnya ikut terendam lumpur dan sebagian hanyut terbawa derasnya arus.


Kondisi tersebut sempat mengganggu kegiatan belajar mengajar para siswa. Meski demikian, para guru dan siswa SMAN 1 Barus berupaya untuk tetap menjalankan aktivitas pendidikan di tengah keterbatasan fasilitas.


Wapres Gibran mengapresiasi keteguhan para guru serta semangat para siswa yang tetap berusaha mengikuti proses pembelajaran. Menurutnya, keberlanjutan pendidikan harus menjadi salah satu perhatian utama dalam setiap proses pemulihan setelah bencana.


“Salah satu hal penting dalam pemulihan pascabencana adalah anak-anak bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan tetap semangat mengejar cita-cita,” tegas Wapres Gibran.


Ia juga memastikan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah akan terus berkolaborasi mempercepat pemulihan SMAN 1 Barus. Berbagai kebutuhan fasilitas pendidikan yang masih kurang akan dikoordinasikan agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal.


Guru Ceritakan Dahsyatnya Banjir di SMAN 1 Barus


Salah seorang guru kelas 12 SMAN 1 Barus, Widiawati, turut menceritakan kondisi sekolah ketika banjir melanda pada November 2025.


Menurut Widiawati, air mulai masuk ke kawasan sekolah sekitar pukul 15.00 WIB. Beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 18.00 WIB, debit air semakin deras hingga akhirnya merendam hampir seluruh bagian sekolah.


“Jadi, mulai jam 3 sore air sudah mulai masuk ke sekolah ini, Pak. Jadi, full-nya air itu, derasnya air itu pas jam 6 sore, Pak,” ungkap Widiawati.


Derasnya arus membuat berbagai perlengkapan sekolah tidak sempat diselamatkan. Kursi siswa banyak yang hanyut, sementara buku, komputer, hingga laptop yang berada di bagian bawah ikut terendam air dan lumpur.


“Kursi-kursi siswa, Pak, banyak yang hanyut terbawa banjir. Kemudian, buku-buku, komputer, bahkan laptop ada kemarin yang terletak pula di bagian bawah ikut terendam banjir,” lanjutnya.


Dampak banjir tersebut masih dirasakan hingga proses pemulihan berlangsung. Keterbatasan fasilitas membuat sejumlah aktivitas pembelajaran, termasuk praktik komputer dan kegiatan ekstrakurikuler, belum dapat berjalan secara maksimal.


Salah seorang siswa kelas 12, Febby Pratama Syafriani, berharap pemerintah dapat membantu mengembalikan fasilitas yang rusak sehingga siswa bisa kembali belajar dan beraktivitas dengan lebih baik.


“Kami ingin meminta supaya komputer, laptop kami dapat difasilitasi. Karena kami tidak bisa kayak praktik, alat-alat ekstrakulikular kami juga difasilitasi,” harap Febby.


Wapres Berikan Bantuan Fasilitas Pendidikan


Merespons kebutuhan tersebut, Wapres Gibran secara langsung memberikan sejumlah bantuan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Barus.


Bantuan tersebut antara lain berupa laptop, komputer, buku, kipas angin, lampu, serta berbagai perlengkapan pendidikan lainnya. Wapres juga memerintahkan pejabat terkait untuk berkoordinasi dalam memenuhi kebutuhan fasilitas sekolah yang masih diperlukan.


Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan layanan pendidikan bagi para siswa dan guru SMAN 1 Barus.


Bagi Wapres Gibran, pemulihan pascabencana tidak sekadar soal membangun kembali bangunan atau mengganti fasilitas yang rusak. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan secara aman, produktif, dan mandiri.


Dalam konteks pendidikan, pemulihan berarti memastikan anak-anak dapat kembali ke sekolah, memperoleh fasilitas yang layak, dan memiliki ruang belajar yang aman untuk mengejar cita-cita.


Pemerintah juga didorong untuk membangun infrastruktur dan layanan publik yang lebih tangguh agar mampu menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Dengan begitu, proses pemulihan tidak hanya mengembalikan kondisi seperti sebelum bencana, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan masyarakat dan fasilitas publik.


Kunjungan Wapres Gibran ke SMAN 1 Barus sekaligus menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam agenda pemulihan pascabencana. Di tengah kerusakan dan keterbatasan yang ada, keberlanjutan proses belajar mengajar menjadi kunci agar para siswa tidak kehilangan kesempatan untuk berkembang dan meraih masa depan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas