INDOTORIAL.COM - JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima audiensi Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai persoalan kepemudaan, pesantren, hingga tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.
Dalam audiensi tersebut, Wapres Gibran menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Menurutnya, pemuda memiliki posisi strategis dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat sekaligus ikut mencari solusi atas beragam isu kebangsaan.
Ketua Umum PP IPNU Muhammad Agil Nuruz Zaman menyampaikan bahwa arahan Wapres Gibran dalam pertemuan tersebut banyak menyoroti peran pemuda dalam menjaga keutuhan bangsa.
“Arahan Pak Wapres banyak sekali, yang pada intinya pemuda harus mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Isu-isu bangsa ini perlu peran pemuda untuk mencari solusi,” ungkap Agil dalam keterangannya usai audiensi.
Menurut Agil, pesan tersebut menjadi penting karena generasi muda tidak hanya diposisikan sebagai penerus bangsa, tetapi juga sebagai bagian dari elemen masyarakat yang memiliki peran langsung dalam menghadapi berbagai tantangan nasional.
Wapres Gibran Soroti Pentingnya Penguasaan Teknologi
Selain membahas persoalan persatuan dan isu kebangsaan, Wapres Gibran turut memberikan perhatian terhadap kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi.
Perubahan teknologi yang berlangsung cepat membuat pelajar dan pemuda perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi. Karena itu, generasi muda didorong untuk tidak menutup diri terhadap perkembangan teknologi mutakhir yang kini semakin banyak digunakan dalam berbagai bidang.
Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Selain AI, kemampuan di bidang pemrograman atau coding juga dinilai penting untuk dipahami oleh generasi muda.
“Soal digitalisasi, pemuda harus terbuka dan ada bidang-bidang digitalisasi, termasuk AI, coding,” jelas Agil.
Dorongan tersebut menjadi bagian penting dari pembekalan generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami dan mengembangkan teknologi sesuai kebutuhan zaman.
Bagi pelajar dan pemuda, penguasaan kemampuan digital juga dapat menjadi modal untuk menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan berbagai sektor yang semakin terintegrasi dengan teknologi.
PP IPNU Apresiasi Perhatian Wapres terhadap Aspirasi Pemuda
Audiensi PP IPNU dengan Wapres Gibran juga menjadi kesempatan bagi perwakilan pemuda untuk menyampaikan berbagai masukan dan aspirasi. Pertemuan tersebut tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi menjadi ruang dialog untuk membicarakan persoalan yang dihadapi generasi muda.
Agil mengapresiasi sikap Wapres Gibran yang dinilai memberikan perhatian terhadap berbagai aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Menurutnya, Wapres menunjukkan ketegasan dalam menyikapi sejumlah isu sekaligus memberikan ruang bagi pemuda untuk menyampaikan pandangan dan keluhan yang mereka hadapi.
“Pak Wapres sangat tegas sekali dengan berbagai isu, Pak Wapres mendengar semuanya keluh-kesah pemuda,” pungkas Agil.
Pertemuan antara Wapres Gibran dan PP IPNU tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda. Di satu sisi, pemuda diharapkan mampu mengambil peran dalam menjaga persatuan dan mencari solusi atas persoalan bangsa. Di sisi lain, kesiapan menghadapi era digital juga menjadi bekal yang tidak kalah penting.
Dengan perkembangan teknologi seperti AI dan coding yang semakin cepat, generasi muda Indonesia dituntut untuk terus belajar, terbuka terhadap perubahan, serta mampu memanfaatkan teknologi secara produktif.
Pesan Wapres Gibran kepada PP IPNU pun menjadi pengingat bahwa tantangan generasi muda saat ini bukan hanya soal bagaimana menjaga persatuan bangsa, tetapi juga bagaimana mempersiapkan diri agar mampu bersaing dan berkontribusi di tengah perubahan teknologi yang semakin pesat.
(Indotorial.com)
