Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Presiden Prabowo Tegaskan Peran Strategis NU dalam Sejarah dan Masa Depan Bangsa

30 Agustus 2026, 17:38 WIB

 

Presiden Prabowo Tegaskan Peran Strategis NU dalam Sejarah dan Masa Depan Bangsa

INDOTORIAL.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu kekuatan penting bangsa Indonesia yang konsisten hadir dalam berbagai momentum sejarah. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026.


Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menilai NU memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas, keamanan, perdamaian, hingga ikut menentukan arah masa depan Indonesia. Menurutnya, kiprah NU tidak hanya terlihat dalam situasi normal, tetapi juga ketika bangsa menghadapi berbagai krisis.


“Nahdlatul Ulama hadir selalu dalam kejadian-kejadian bangsa ini. Dalam krisis-krisis bangsa ini Nahdlatul Ulama selalu hadir dan Nahdlatul Ulama yang menentukan stabilitas, keamanan, perdamaian, dan masa depan bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.


Prabowo: Kemakmuran Harus Berjalan Bersama Keadilan


Presiden Prabowo mengatakan semangat perjuangan NU sejalan dengan cita-cita para pendirinya, yakni mendorong Indonesia agar mampu bangkit dan berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain.


Menurut Kepala Negara, ukuran kehormatan sebuah bangsa tidak cukup hanya dilihat dari kekuatan ekonomi atau posisi di tingkat internasional. Kemajuan bangsa harus dirasakan secara nyata oleh masyarakat melalui terciptanya keadilan dan kemakmuran.


“Bangsa yang terhormat adalah bangsa yang adil dan makmur. Tidak ada bangsa yang dihormati kalau dia tidak makmur. Dan tidak ada kemakmuran tanpa keadilan,” kata Prabowo.


Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting Presiden dalam pembukaan Muktamar NU ke-35 di Jombang. Pemerintah, menurut Prabowo, memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembangunan nasional tidak hanya menghasilkan pertumbuhan, tetapi juga menghadirkan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat.


Dengan kata lain, kemakmuran tidak boleh berhenti pada angka-angka ekonomi. Pemerintah ingin agar hasil pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara luas, termasuk kelompok yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan pendidikan Indonesia.


Pemerintah Ingin Perkuat NU, Muhammadiyah, dan Pesantren


Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya hubungan yang dekat antara pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan Islam. Ia menyebut NU dan Muhammadiyah sebagai bagian penting dari kekuatan sosial yang ikut membangun Indonesia.


Presiden bahkan menyampaikan komitmen untuk terus memperkuat dan memberdayakan kedua organisasi tersebut. Perhatian itu juga mencakup pesantren yang berada dalam ekosistem pendidikan NU.


“Saya tidak ragu-ragu. Saya berpikir terus bagaimana saya membesarkan, memperkuat, memberdayakan Nahdlatul Ulama, pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah,” tuturnya.


Bagi pemerintah, keberadaan pesantren tidak hanya berkaitan dengan pendidikan keagamaan. Pesantren juga memiliki peran sosial yang kuat di tengah masyarakat dan telah menjadi bagian dari perjalanan panjang pendidikan di Indonesia.


Karena itu, penguatan pesantren dinilai dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses pendidikan.


Sekolah NU Jadi Bagian dari Penguatan Pendidikan Digital


Selain berbicara mengenai peran NU dalam kehidupan kebangsaan, Presiden Prabowo turut menyampaikan komitmen pemerintah di sektor pendidikan, khususnya dalam pemerataan akses terhadap sarana pembelajaran digital.


Presiden memastikan pemerintah terus mendorong agar sekolah-sekolah di Indonesia memperoleh fasilitas pembelajaran yang lebih merata. Kebijakan tersebut juga mencakup sekolah yang dikelola oleh NU.


Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah sebelumnya telah memberikan satu layar untuk setiap ruang kelas di sekolah negeri. Pada tahun berikutnya, sekolah negeri akan memperoleh tambahan fasilitas tersebut.


Sementara itu, sekolah-sekolah di bawah naungan NU disebut akan mendapatkan dukungan fasilitas digital secara langsung.


“Tahun yang lalu semua sekolah negeri terima satu layar, satu ruang kelas. Tahun ini sekolah-sekolah negeri semuanya akan menerima tambahan tiga, tapi NU segera akan menerima langsung empat,” ungkap Prabowo.


Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin transformasi digital di bidang pendidikan tidak hanya dinikmati sekolah negeri. Lembaga pendidikan yang dikelola organisasi masyarakat, termasuk sekolah-sekolah NU, juga didorong untuk mendapatkan akses terhadap fasilitas pembelajaran modern.


Muktamar ke-35 NU Jadi Momentum Penguatan Organisasi


Pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang menjadi momentum penting bagi organisasi yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia tersebut.


Dalam forum ini, NU tidak hanya membahas agenda internal organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kontribusinya terhadap kehidupan kebangsaan. Pesan Presiden Prabowo mengenai peran NU menunjukkan bahwa pemerintah melihat organisasi kemasyarakatan sebagai mitra penting dalam menjaga stabilitas dan mendorong pembangunan.


Kedekatan pemerintah dengan NU dan Muhammadiyah juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan pesantren.


Bagi Presiden Prabowo, cita-cita Indonesia menjadi bangsa yang maju dan dihormati harus berjalan beriringan dengan keadilan dan kemakmuran. Dalam konteks tersebut, peran NU dinilai tetap penting, baik dalam menghadapi tantangan bangsa hari ini maupun dalam menentukan arah Indonesia ke depan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas