Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Resmi Luncurkan Program PLTS 100 GWp, Target Rampung dalam 3 Tahun

26 Agustus 2026, 21:24 WIB

 

Prabowo Resmi Luncurkan Program PLTS 100 GWp, Target Rampung dalam 3 Tahun

INDOTORIAL.COM - Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sebagai bagian dari langkah pemerintah memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Program ambisius tersebut diawali dengan peluncuran 14 PLTS yang tersebar di enam provinsi dengan total kapasitas mencapai 5,3 GWp.


Peluncuran PLTS 100 GWp berlangsung di PLTS Site Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, pada Selasa, 25 Agustus 2026. Program ini menjadi salah satu langkah besar pemerintah dalam mendorong pemanfaatan energi terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbasis bahan bakar fosil.


Dalam pernyataan peresmiannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan PLTS 100 GWp bukan sekadar target jangka panjang. Pemerintah memasang target agar kapasitas tersebut dapat dibangun dalam waktu tiga tahun.


“Pada sore hari ini, Selasa, 25 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini secara resmi saya luncurkan program pembangkit listrik tenaga surya 100 gigawatt peak diawali dengan 14 PLTS di 6 Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau berkapasitas total 5,3 gigawatt peak,” ujar Presiden Prabowo.


Prabowo Tegaskan Target PLTS 100 GWp


Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap dimulainya program pembangunan PLTS berskala besar tersebut. Ia menekankan bahwa pemerintah serius menjalankan program energi surya nasional dengan target yang cukup agresif.


“Kita akan membangun 100 gigawatt. Kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun,” kata Prabowo.


Target tersebut menunjukkan arah kebijakan pemerintah yang semakin mendorong penggunaan energi terbarukan. PLTS dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat pasokan listrik sekaligus mendukung upaya pemerintah menuju sistem energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.


Program PLTS 100 GWp juga tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur pembangkit listrik. Pemerintah melihat proyek tersebut sebagai program strategis yang dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian nasional.


Investasi PLTS 100 GWp Capai Rp1.140 Triliun


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan PLTS 100 GWp membutuhkan investasi yang sangat besar. Nilai investasi untuk keseluruhan program diperkirakan mencapai sekitar USD73 miliar atau setara lebih dari Rp1.140 triliun.


Menurut Bahlil, investasi tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor, mulai dari efisiensi anggaran negara, penghematan penggunaan diesel, penciptaan lapangan kerja, hingga penurunan emisi karbon.


“Total investasinya dari 100 gigawatt adalah kurang lebih sekitar USD73 miliar atau setara dengan Rp1.140 triliun lebih. Dari total pekerjaan ini bisa kita melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun Rp73,9 triliun, bisa menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih sekitar 5,52 juta lapangan kerja,” ujar Bahlil.


Dengan skala pembangunan tersebut, program PLTS 100 GWp berpotensi menjadi salah satu proyek energi terbarukan terbesar yang dijalankan pemerintah dalam beberapa tahun ke depan. Selain menambah kapasitas pembangkit listrik, program ini juga diarahkan untuk menciptakan efek berganda bagi perekonomian.


14 PLTS Jadi Tahap Awal di 6 Provinsi


Sebagai tahap awal program PLTS 100 GWp, pemerintah meluncurkan 14 pembangkit listrik tenaga surya yang tersebar di enam provinsi. Keenam provinsi tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.


Berikut 14 PLTS yang menjadi bagian dari peluncuran awal program:


PLTS Tembesi di Provinsi Kepulauan Riau;

PLTS Pulau Sembur di Provinsi Kepulauan Riau;

PLTS Pulau Rengit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung;

PLTS Saguling di Provinsi Jawa Barat;

PLTS Purwakarta di Provinsi Jawa Barat;

PLTS Jatiluhur di Provinsi Jawa Barat;

PLTS Cirata di Provinsi Jawa Barat;

PLTS Jatigede di Provinsi Jawa Barat;

PLTS Waduk Gajah Mungkur di Provinsi Jawa Tengah;

PLTS Karangkates di Provinsi Jawa Timur;

PLTS Madura di Provinsi Jawa Timur;

PLTS Pasuruan di Provinsi Jawa Timur;

PLTS Banyuwangi di Provinsi Jawa Timur; dan

PLTS Site Gilimanuk di Provinsi Bali.


Secara keseluruhan, 14 PLTS tersebut memiliki kapasitas total 5,3 GWp. Jumlah tersebut menjadi langkah awal menuju target yang jauh lebih besar, yakni 100 GWp dalam tiga tahun.


Pemerintah Libatkan Banyak Pihak


Bahlil menegaskan bahwa pelaksanaan program PLTS 100 GWp membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Pemerintah tidak menjalankan proyek tersebut hanya melalui Kementerian ESDM, tetapi juga melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk unsur TNI dan Polri.


Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan pembangunan pembangkit energi terbarukan dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah.


“Saya ucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, dan seluruh kementerian/lembaga yang telah membantu mendukung sehingga acara ini bisa terlaksana,” ujar Bahlil.


Peluncuran PLTS 100 GWp oleh Presiden Prabowo di Bali sekaligus menandai dimulainya tahap baru pengembangan energi surya di Indonesia. Dengan target 100 GWp dalam tiga tahun, pemerintah kini menghadapi pekerjaan besar untuk memastikan pembangunan berjalan cepat, investasi terealisasi, serta manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.


Bagi Indonesia, pengembangan energi surya bukan hanya soal menambah kapasitas listrik. Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan energi, mengurangi beban subsidi, membuka jutaan lapangan kerja, dan menekan emisi karbon.


Dengan dimulainya 14 PLTS berkapasitas total 5,3 GWp, pemerintah berharap fondasi menuju target energi surya 100 GWp dapat segera terbentuk dan menjadi salah satu penggerak transformasi energi nasional.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas