Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Wapres Gibran Tinjau SMAN 2 Sambi Rampas, Perbaikan Sekolah Rusak Akibat Gempa Jadi Prioritas

22 Agustus 2026, 20:34 WIB

 

Wapres Gibran Tinjau SMAN 2 Sambi Rampas, Perbaikan Sekolah Rusak Akibat Gempa Jadi Prioritas

INDOTORIAL.COM - MANGGARAI TIMUR, NTT – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau kondisi SMAN 2 Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah memastikan penanganan dampak bencana, khususnya terhadap fasilitas pendidikan, dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan di lapangan.


Dalam kunjungannya, Wapres Gibran melihat langsung kondisi sejumlah bangunan sekolah yang terdampak gempa. Ia menekankan bahwa perbaikan fasilitas pendidikan harus segera dilakukan dengan diawali proses identifikasi serta klasifikasi tingkat kerusakan.


Menurut Wapres, pemetaan kondisi bangunan menjadi penting agar setiap sekolah dapat memperoleh penanganan sesuai tingkat kerusakannya. Dengan begitu, fasilitas yang masih dapat digunakan bisa segera diperbaiki, sementara bangunan yang mengalami kerusakan berat mendapatkan penanganan lebih serius.


Percepatan penanganan juga harus tetap mengutamakan keselamatan siswa, guru, dan seluruh warga sekolah. Sekolah yang kondisi bangunannya sudah tidak memungkinkan untuk digunakan tidak boleh dipaksakan menjadi tempat kegiatan belajar mengajar.


Karena itu, fasilitas pendidikan dengan tingkat kerusakan berat perlu mendapatkan prioritas. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menyediakan ruang belajar sementara maupun sekolah darurat agar kegiatan pendidikan tetap berjalan sembari proses perbaikan atau pembangunan dilakukan.


265 Fasilitas Pendidikan di Manggarai Timur Rusak


Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang mengalami cukup banyak kerusakan fasilitas pendidikan akibat bencana. Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya 265 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan berdasarkan tingkat kerusakan masing-masing.


Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat seperti tempat tinggal, pangan, dan kesehatan. Pemulihan sektor pendidikan juga menjadi bagian penting yang harus segera dilakukan.


Di SMAN 2 Sambi Rampas, misalnya, dampak gempa terlihat pada sejumlah bangunan sekolah. Gedung A dan Gedung C yang terdiri atas beberapa ruang kelas mengalami kerusakan pada bagian tembok dinding.


Sementara itu, kondisi Gedung B terbilang lebih parah. Bangunan yang terdiri atas dua ruang kelas tersebut mengalami kerusakan berat hingga roboh.


Kerusakan juga terjadi pada perpustakaan sekolah. Bagian plafon mengalami kerobohan, sedangkan lantai mengalami retak. Sejumlah ruangan kantor juga terdampak, mulai dari ruang guru, ruang tata usaha, ruang sarana dan prasarana, hingga ruang kepala sekolah. Pada beberapa ruangan tersebut, kondisi dinding terlihat miring sehingga berpotensi membahayakan apabila tetap digunakan.


Kegiatan Belajar Mengajar Dihentikan Sementara


Dampak kerusakan bangunan membuat kegiatan belajar mengajar di SMAN 2 Sambi Rampas untuk sementara dihentikan hingga 28 Agustus 2026.


Sekolah tersebut memiliki sebanyak 31 guru dan 147 siswa yang berasal dari kelas X, XI, dan XII. Dengan jumlah tersebut, kebutuhan terhadap tempat belajar yang aman menjadi perhatian penting dalam proses pemulihan pascabencana.


Penghentian sementara kegiatan belajar mengajar dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan seluruh warga sekolah. Pemerintah perlu memastikan bangunan yang digunakan untuk aktivitas pendidikan benar-benar aman sebelum siswa dan guru kembali menjalankan kegiatan secara normal.


Wapres Tinjau Sejumlah Lokasi Pengungsian


Selain meninjau SMAN 2 Sambi Rampas, Wapres Gibran juga mengunjungi sejumlah titik terdampak bencana dan posko pengungsian dalam rangkaian agenda kerjanya di Kabupaten Manggarai Timur.


Beberapa lokasi yang ditinjau antara lain Posko Pengungsi Waso di Kecamatan Lamba Leda Utara. Wapres juga mendatangi sejumlah lokasi di Kecamatan Sambi Rampas, yakni Posko Pengungsi Pota, Paci Panda, Temba Lajar, dan Kampung Telage.


Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan penanganan pascabencana berjalan secara terkoordinasi. Pemerintah ingin memastikan kebutuhan warga terdampak dapat dipenuhi, termasuk kebutuhan anak-anak untuk tetap mendapatkan akses pendidikan yang aman dan layak.


Wapres menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana akan terus dilakukan secara terkoordinasi sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari seperti sedia kala.


Dalam konteks pendidikan, pemulihan tidak cukup hanya dengan memperbaiki bangunan sekolah. Keselamatan warga sekolah harus menjadi pertimbangan utama, termasuk memastikan ruang belajar yang digunakan benar-benar memenuhi aspek keamanan.


Kehadiran Wapres Gibran di tengah masyarakat terdampak bencana juga menjadi bagian dari upaya memastikan negara hadir secara langsung. Keselamatan masyarakat merupakan tanggung jawab negara, sementara pemenuhan kebutuhan warga terdampak menjadi salah satu prioritas dalam penanganan pascabencana.


Dengan pemetaan kerusakan yang lebih terarah dan penanganan berdasarkan skala prioritas, Pemerintah diharapkan dapat mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan di Manggarai Timur. Anak-anak terdampak bencana pun diharapkan dapat kembali belajar dengan aman tanpa harus menunggu terlalu lama hingga seluruh proses rehabilitasi sekolah selesai.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas