Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Presiden Prabowo Evaluasi Penanganan Karhutla Riau

25 Agustus 2026, 20:55 WIB

 

Presiden Prabowo Evaluasi Penanganan Karhutla Riau

INDOTORIAL.COM – Presiden Prabowo Subianto tiba di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin (24/8/2026). Setibanya di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Presiden langsung memimpin rapat evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Posko Aju Provinsi Riau.


Rapat tersebut digelar untuk memastikan penanganan karhutla di Riau berjalan sampai tuntas. Selain memadamkan titik api yang masih tersisa, pemerintah juga memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak kembali meluas.


Presiden Prabowo dalam rapat itu mendapatkan laporan mengenai perkembangan terbaru karhutla dari jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta sejumlah lembaga terkait.


Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melaporkan bahwa sejumlah pimpinan kementerian dan lembaga telah hadir dalam rapat penanganan karhutla di Sumatra. Turut hadir Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, Plt Gubernur Riau, Pangdam, Kapolda, serta perwakilan BMKG, Basarnas, BPBD, dan perangkat terkait lainnya.


“Yang terhormat, Bapak Presiden. Dengan hormat, dilaporkan pada hari ini, Senin 24 Agustus 2026, bertempat di Posko Aju Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, telah hadir beberapa menteri, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, serta dari pimpinan daerah,” ujar Teddy dalam laporan awal rapat.


Karhutla Riau Meningkat, 306 Hotspot Terdeteksi


Kepala Pelaksana BPBDPK Provinsi Riau, M. Edy Afrizal, kemudian menyampaikan kondisi terkini kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau.


Menurut Edy, kondisi karhutla di Riau sepanjang 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu faktor yang disebut ikut memengaruhi kondisi tersebut adalah fenomena El Nino yang cukup kuat.


Hingga 23 Agustus 2026, tercatat sebanyak 306 titik panas (hotspot) terdeteksi di sejumlah wilayah Riau. Dari jumlah tersebut, tujuh titik telah terkonfirmasi menjadi lokasi terbakar yang tersebar di empat kabupaten.


Rinciannya, satu titik berada di Kabupaten Pelalawan, dua titik di Kabupaten Indragiri Hilir, dua titik di Kabupaten Indragiri Hulu, serta dua titik di Kabupaten Kampar.


“Dari hotspot 306 titik ini yang sudah menjadi terbakar 7 titik, yaitu tersebar di 4 kabupaten,” kata Edy.


Ia menjelaskan, lokasi yang masih menjadi perhatian utama berada di Kabupaten Pelalawan, khususnya kawasan Kerumutan, serta Kabupaten Kampar di wilayah Rimba Panjang.


Meski begitu, pemerintah daerah memastikan sebagian besar titik kebakaran yang sebelumnya muncul telah berhasil ditangani dan dipadamkan.


Luas Karhutla Riau Capai 16.277 Hektare


Berdasarkan laporan BPBDPK Riau, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, luas lahan yang terbakar akibat karhutla di Provinsi Riau tercatat mencapai 16.277,50 hektare.


Dalam periode yang sama, terdeteksi sebanyak 10.514 hotspot. Dari jumlah tersebut, sebanyak 521 titik telah terkonfirmasi menjadi titik api atau fire spot.


Edy mengatakan penanganan yang dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai unsur telah membuahkan hasil. Sebagian besar area yang sebelumnya terbakar telah berhasil dipadamkan sehingga kondisi karhutla saat ini jauh lebih terkendali.


“Alhamdulillah sudah bisa kita padamkan sehingga tinggal dari saat ini 7 titik tadi yang kami sampaikan sebelumnya,” ujarnya.


Prabowo Apresiasi Penanganan Karhutla di Riau


Presiden Prabowo memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bekerja menangani karhutla di Provinsi Riau.


Presiden menilai capaian tersebut menunjukkan adanya kerja keras dan koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, serta kementerian dan lembaga terkait. Dari total area yang sebelumnya mencapai sekitar 16.000 hektare, area yang masih dalam penanganan disebut telah berkurang menjadi sekitar 900 hektare.


Meski angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan luas area yang sebelumnya terbakar, Presiden Prabowo meminta seluruh jajaran tidak lengah. Menurutnya, sisa area yang masih harus ditangani perlu segera dituntaskan dengan pengerahan kekuatan yang tersedia.


“Saya kira ini cukup membanggakan, kalian mengatasi 15.000 hektare. Ini saya yakin yang 900 ini bisa saudara segera kerahkan, TNI Polri kerahkan kekuatan kita,” ujar Prabowo.


Presiden juga membuka opsi penambahan bantuan apabila jajaran di lapangan membutuhkan dukungan tambahan untuk mempercepat penanganan.


“Kalau Anda perlu tambahan bantuan, segera laporan. Kalau perlu tambahan, tapi saya percaya kalian tinggal 900 itu, tetap waspada untuk ke depan,” tegasnya.


Pemerintah Diminta Tetap Waspada


Evaluasi penanganan karhutla di Pekanbaru menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan persoalan kebakaran hutan dan lahan tidak hanya ditangani ketika api sudah muncul.


Presiden Prabowo menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapan seluruh jajaran. Langkah pemadaman harus berjalan beriringan dengan pencegahan dan pemantauan terhadap potensi munculnya titik api baru.


Dengan kondisi karhutla yang masih dipengaruhi faktor cuaca dan fenomena iklim, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, BMKG, serta kementerian dan lembaga terkait perlu mempertahankan koordinasi di lapangan.


Kunjungan Presiden Prabowo ke Riau sekaligus menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan karhutla di Sumatra. Targetnya jelas, titik api yang tersisa segera dituntaskan, sementara sistem pencegahan diperkuat agar kebakaran tidak kembali meluas.


Penanganan karhutla pun tidak berhenti pada pemadaman. Pemerintah perlu memastikan kesiapsiagaan tetap berjalan sehingga ketika muncul potensi kebakaran baru, respons dapat dilakukan dengan cepat sebelum api berkembang menjadi lebih besar.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas