Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Pemerintah Pulihkan Jalan dan Jembatan Terdampak Gempa NTT, Titik Rawan Longsor Dipantau

29 Agustus 2026, 15:05 WIB

 

Pemerintah Pulihkan Jalan dan Jembatan Terdampak Gempa NTT, Titik Rawan Longsor Dipantau

INDOTORIAL.COM - NTT – Pemerintah terus mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak hari pertama bencana, pemerintah langsung bergerak membuka kembali sejumlah ruas jalan dan jembatan yang terdampak longsor agar akses masyarakat dan distribusi bantuan tetap berjalan.


Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat penanganan bencana gempa bumi di Posko Penanganan Gempa Bumi, Batalyon Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu, 26 Agustus 2026.


Menteri Dody mengatakan, pembukaan akses jalan nasional menjadi salah satu langkah awal yang dilakukan pemerintah setelah gempa terjadi. Upaya tersebut dilakukan berdasarkan arahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memastikan jalur utama menuju wilayah terdampak tetap dapat dilalui.


“Jadi mulai hari pertama, hari Sabtu itu, sesuai dengan bimbingan Pak Kepala BNPB, kami buka semua jalan nasional, Pak,” ujar Dody dalam rapat tersebut.


Jalan dan Jembatan Nasional Kembali Berfungsi


Langkah cepat yang dilakukan pemerintah membuahkan hasil. Sejumlah jalan dan jembatan nasional yang sebelumnya tertutup material longsor akibat gempa kini telah kembali dapat digunakan.


Menurut Dody, pemulihan akses tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan bencana karena jalur transportasi sangat dibutuhkan untuk mendukung mobilitas masyarakat serta memperlancar pengiriman bantuan logistik ke daerah yang terdampak.


“Alhamdulillah hal yang kedua itu, semua jalan nasional dan jembatan nasional sudah berfungsi normal, Pak,” kata Dody.


Meski akses utama sudah kembali terbuka, pemerintah tidak lantas menghentikan pemantauan. Kondisi di lapangan masih perlu diwaspadai karena gempa susulan masih terjadi di sejumlah wilayah NTT.


Menteri PU menyampaikan bahwa pihaknya telah memetakan titik-titik yang memiliki potensi longsor. Sebanyak 143 titik rawan menjadi perhatian pemerintah dan terus dipantau untuk mengantisipasi gangguan terhadap akses transportasi.


Untuk mempercepat penanganan jika terjadi longsor, alat berat seperti ekskavator tetap ditempatkan di lokasi-lokasi tertentu. Dengan begitu, ketika material longsor kembali menutup jalan, petugas dapat segera melakukan pembersihan tanpa harus menunggu alat berat datang dari lokasi yang jauh.


“Memang karena getaran masih terus terjadi, disampaikan oleh Kepala BNPB, ada 143. Jadi titik-titik yang memang selama ini kita tandai sebagai titik-titik yang rawan longsor, kita tetap tempatkan ekskavator,” jelas Dody.


Pemulihan Jembatan Jadi Prioritas


Selain jalan nasional, pemulihan jembatan juga menjadi perhatian pemerintah. Infrastruktur ini memiliki peran penting karena menjadi penghubung antarwilayah sekaligus jalur distribusi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.


Dody menjelaskan, salah satu jembatan yang terdampak gempa telah dibuat kembali fungsional pada hari kedua setelah bencana. Meski kondisinya belum sepenuhnya pulih, pemerintah telah melakukan pengujian untuk memastikan jembatan tersebut mampu digunakan secara terbatas.


“Hari kedua, alhamdulillah, jembatan sudah bisa fungsional, Pak. Memang harus lewat satu-satu per satu,” ungkapnya.


Menurut Dody, pengujian juga dilakukan terhadap kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM). Bahkan, kendaraan dengan muatan hingga 20 ton telah dapat melintas dan kondisi jembatan masih dinilai aman.


Pemulihan jembatan tersebut penting karena kebutuhan BBM harus tetap dipenuhi sejak awal bencana. Kelancaran distribusi bahan bakar turut mendukung operasional kendaraan bantuan, alat berat, hingga berbagai aktivitas penanganan darurat di lapangan.


Pemerintah Pastikan Akses Air Bersih Dipulihkan


Penanganan dampak gempa NTT tidak hanya berfokus pada jalan dan jembatan. Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, salah satunya akses terhadap air bersih.


Menteri PU mengatakan, pihaknya telah melakukan verifikasi terhadap infrastruktur penyediaan air minum yang terdampak gempa. Perbaikan dilakukan secara bertahap dengan tetap menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas.


Menurut Dody, pemulihan akses air bersih menjadi bagian penting dari penanganan bencana karena masyarakat terdampak membutuhkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.


“Di samping jalan yang memang sudah lama kita preservasi, juga kebutuhan mendasar air, akan kita utamakan, Pak,” tegasnya.


Pemerintah memastikan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak gempa NTT dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi, pemerintah juga meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan longsor maupun gangguan infrastruktur akibat gempa susulan.


Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga konektivitas antarwilayah, mempercepat distribusi bantuan, serta membantu masyarakat NTT menjalani proses pemulihan pascabencana.


Pemerintah juga menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur tidak boleh berhenti pada satu sektor saja. Jalan, jembatan, air bersih, dan fasilitas dasar lainnya harus terus diperhatikan agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi selama proses pemulihan berlangsung.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas