Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Presiden Prabowo, Tegaskan Peran Strategis Nahdlatul Ulama bagi Bangsa

25 Juni 2026, 17:41 WIB

 

Presiden Prabowo Tutup Munas dan Konbes NU 2026, Tegaskan Peran Strategis Nahdlatul Ulama bagi Bangsa

Indotorial.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri sekaligus menutup secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang berlangsung di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).


Kehadiran Presiden Prabowo menjadi penutup rangkaian forum strategis organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut yang mengangkat tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa.” Forum ini juga menjadi momentum penting menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang.


Acara penutupan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Syubbanul Wathan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan laporan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H. Yahya Cholil Staquf, taujihad dari Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar, serta pembacaan doa sebelum Presiden Prabowo menyampaikan sambutan.


Dalam laporannya, Ketua Umum PBNU yang akrab disapa Gus Yahya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo dalam penutupan Munas dan Konbes NU 2026. Menurutnya, kehadiran kepala negara memberikan semangat tersendiri bagi keluarga besar NU yang telah menyelesaikan seluruh agenda pembahasan strategis organisasi.


Gus Yahya menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama akan terus berkomitmen menjaga keutuhan bangsa dan negara. Ia juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia serta kesiapan warga NU untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional.


“Kami semua adalah rakyat yang setia kepada negara. Rakyat yang siap berjuang dan rela berkorban demi bangsa dan negara tercinta. Kami tidak pernah kehilangan keyakinan dan optimisme terhadap Indonesia,” ujarnya.


Selain itu, Gus Yahya juga memohon doa dan dukungan seluruh pihak agar penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi maupun bangsa Indonesia.


Presiden Prabowo: NU Organisasi Keagamaan yang Nasionalis dan Patriotik


Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto mengaku merasa memiliki kedekatan emosional dengan Nahdlatul Ulama sejak masa kecil. Karena itu, dirinya merasa nyaman berada di tengah keluarga besar NU.


Presiden menyampaikan terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepadanya untuk hadir dalam forum tersebut. Menurutnya, NU merupakan organisasi keagamaan yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.


“Saya merasa selalu nyaman di tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama. Nyaman dan aman. Terima kasih atas sambutan yang luar biasa,” kata Presiden Prabowo.


Lebih lanjut, Presiden menilai karakter NU sangat unik karena mampu memadukan nilai-nilai keagamaan dengan semangat nasionalisme dan patriotisme yang kuat. Menurutnya, kecintaan terhadap Tanah Air telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas Nahdlatul Ulama sejak lama.


Presiden juga menyinggung lagu Syubbanul Wathan yang menjadi simbol semangat kebangsaan warga NU bahkan jauh sebelum Indonesia meraih kemerdekaan.


“Nahdlatul Ulama adalah organisasi keagamaan yang sangat nasionalis, sangat patriotik, dan sangat cinta Tanah Air. Agamis, tetapi tetap nasionalis dan patriotik,” tegasnya.


NU Dinilai Jadi Pilar Stabilitas Nasional


Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut memberikan apresiasi atas peran besar NU dalam menjaga stabilitas nasional. Menurutnya, organisasi yang didirikan para ulama tersebut selalu hadir ketika bangsa menghadapi berbagai tantangan dan krisis.


Presiden menilai keluarga besar NU telah menjadi salah satu faktor penting yang menjaga persatuan, ketenangan, dan keamanan Indonesia selama bertahun-tahun.


“Keluarga besar NU selalu tampil saat bangsa Indonesia menghadapi masa-masa sulit. NU merupakan faktor stabilisator yang mampu menjaga keamanan dan persatuan bangsa,” ujar Presiden.


Penutupan Munas dan Konbes NU 2026 ditandai dengan penabuhan kenteng oleh Presiden Prabowo bersama Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar, Ketua MUI K.H. M. Anwar Iskandar, Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf, serta Menteri Sosial Saifullah Yusuf.


Momen tersebut menjadi simbol berakhirnya forum strategis Nahdlatul Ulama sekaligus mempertegas komitmen organisasi untuk terus menjaga marwah NU dan meningkatkan khidmat kepada masyarakat, bangsa, dan negara.


Turut hadir dalam acara tersebut Ketua MPR RI Ahmad Muzani, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas