Iklan

Iklan

,

Kanal

Iklan

Indeks Kanal

Prabowo Tegaskan Target Swasembada Pangan dan Energi, Indonesia Siap Kurangi Ketergantungan Impor

26 Juni 2026, 17:56 WIB

 

Prabowo Tegaskan Target Swasembada Pangan dan Energi, Indonesia Siap Kurangi Ketergantungan Impor

INDOTORIAL.COM - GORONTALO – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan dan swasembada energi sebagai fondasi utama menuju kemandirian bangsa. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang berlangsung di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).


Di hadapan ribuan petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia, Presiden Prabowo mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai langkah strategis guna memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan energi nasional. Menurutnya, hasil dari berbagai kebijakan yang dijalankan mulai terlihat nyata, khususnya dalam upaya mencapai swasembada pangan.


Presiden menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga kekayaan alam Indonesia agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.


"Upaya kita tidak segera, tapi sekarang sudah mulai kelihatan. Usaha kita yang sudah kelihatan di depan mata, bukan di depan mata, nyata, yaitu swasembada pangan," ujar Presiden Prabowo.


Menurut Kepala Negara, pengalaman dunia menghadapi pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting bahwa setiap negara harus mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Saat terjadi krisis global, negara-negara produsen pangan cenderung memprioritaskan kebutuhan domestik sehingga pasokan pangan internasional menjadi terbatas.


Karena itu, pemerintah menilai kemandirian pangan merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas nasional sekaligus menjamin kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dalam berbagai situasi.


"Kita sekarang sudah mulai melihat hasil nyata dari usaha menuju swasembada pangan," tegas Presiden.


Pemerintah Perkuat Kesejahteraan Petani dan Nelayan


Presiden Prabowo menekankan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak bisa ditunda. Oleh sebab itu, pemerintah terus memperkuat berbagai program yang mendukung peningkatan produksi pertanian dan perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional.


Ia juga menyampaikan bahwa capaian sektor pangan Indonesia mulai mendapat perhatian dari berbagai negara. Bahkan, Indonesia kini memiliki surplus pada sejumlah komoditas strategis, termasuk pupuk, sehingga mampu memenuhi permintaan dari negara lain.


Presiden mengungkapkan bahwa dirinya menerima langsung permintaan dari beberapa negara yang membutuhkan pasokan pupuk, beras, hingga jagung dari Indonesia.


"Alhamdulillah kita sekarang sudah mulai ekspor, kita sekarang bantu negara-negara lain. Saya ditelepon Perdana Menteri Australia, beliau terima kasih Indonesia punya surplus pupuk, dan mereka minta apakah boleh kita jual ke mereka. Saya bilang, jual, kirim ke mereka," ungkapnya.


Menurut Presiden, sejumlah negara juga mulai mengajukan permintaan pembelian beras dan jagung dari Indonesia. Namun, pemerintah tetap memastikan kebutuhan dalam negeri menjadi prioritas sebelum melakukan ekspor.


Target Swasembada Energi Melalui Peluncuran B50


Selain fokus pada ketahanan pangan, Presiden Prabowo juga menegaskan target pemerintah untuk mencapai swasembada energi dalam beberapa tahun mendatang.


Salah satu langkah konkret yang segera direalisasikan adalah peluncuran bahan bakar B50 pada Juli 2026. Program tersebut menggunakan campuran 50 persen biodiesel berbahan baku kelapa sawit, sehingga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak, khususnya solar.


"Bulan Juli ini kita akan launching B50. Solar akan kita olah dari kelapa sawit 50 persen. Dengan demikian, kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri dan kita akan menghemat banyak sekali," kata Presiden.


Ia optimistis dalam tiga hingga empat tahun ke depan Indonesia mampu mencapai swasembada energi sehingga tidak lagi bergantung pada impor bahan bakar maupun energi dari luar negeri.


"Saya perkirakan tiga tahun lagi, maksimal empat tahun lagi, kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apa pun untuk BBM kita, untuk energi kita," tegasnya.


Persatuan Jadi Modal Membangun Indonesia


Mengakhiri sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani, nelayan, buruh, ulama, santri, prajurit TNI, anggota Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terus berkontribusi dalam pembangunan nasional.


Menurut Presiden, keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan dan swasembada energi tidak terlepas dari kerja sama seluruh elemen bangsa. Persatuan dan semangat gotong royong menjadi modal penting untuk membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju, kuat, dan sejahtera.


"Terima kasih. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Besar, Tuhan Yang Maha Kuasa, selalu melindungi petani dan nelayan kita di mana pun saudara lagi berjuang," pungkas Presiden Prabowo.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas