Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Buka Munas XVI IPSI 2026, Dorong Pencak Silat Mendunia hingga Olimpiade

14 April 2026, 20:30 WIB

 

Presiden Prabowo Buka Munas XVI IPSI 2026, Dorong Pencak Silat Mendunia hingga Olimpiade

INDOTORIAL.COM - JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia masa bakti 2026–2030. Kegiatan ini digelar di Ruang Cendrawasih, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Sabtu, 11 April 2026.


Mengusung tema “Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade”, Munas XVI IPSI menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi pencak silat, tidak hanya sebagai olahraga bela diri, tetapi juga sebagai warisan budaya Indonesia yang semakin mendapat pengakuan global.


Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat nasionalisme. Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars Patriot dan Mars IPSI. Suasana semakin khusyuk saat doa bersama dipimpin oleh K.H. Buya Harun Zein.


Ketua Panitia Pelaksana Munas XVI IPSI 2026, Benny Sumarsono, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh pengurus dan perwakilan IPSI dari seluruh Indonesia. Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan komitmen kuat dalam membangun masa depan pencak silat nasional.


Puncak acara ditandai dengan sambutan Presiden Prabowo yang sekaligus membuka secara resmi Munas XVI IPSI melalui pemukulan gong. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya agenda strategis organisasi dalam menentukan arah kebijakan serta kepengurusan IPSI untuk periode 2026–2030.


Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan pencak silat sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia.


“Kenapa pencak silat harus kita jaga? Kenapa pencak silat harus kita lestarikan? Karena pencak silat adalah bagian dari budaya. Pencak silat itu bagian dari budaya kita dan bagian daripada ilmu kesatria,” ujar Presiden.


Pernyataan tersebut mempertegas posisi pencak silat bukan sekadar cabang olahraga, tetapi juga sebagai simbol nilai-nilai luhur, seperti keberanian, disiplin, dan kehormatan yang telah diwariskan secara turun-temurun.


Munas XVI IPSI ini diharapkan mampu menghasilkan berbagai keputusan strategis yang dapat memperkuat sistem pembinaan atlet pencak silat di dalam negeri. Selain itu, forum ini juga menjadi langkah konkret dalam mendorong pencak silat agar dapat masuk sebagai cabang olahraga resmi di ajang Olimpiade.


Tidak hanya membahas program kerja, Munas kali ini juga akan menjadi ajang penting dalam pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar IPSI untuk periode berikutnya. Proses penjaringan dan penyaringan calon diketahui telah berlangsung lebih dari satu bulan, dengan sejumlah nama diusulkan oleh pengurus provinsi dan perguruan pencak silat.


Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo turut didampingi oleh sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Luar Negeri Sugiono yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum IPSI, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.


Penyelenggaraan Munas XVI IPSI ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan pencak silat menuju panggung dunia. Dengan dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, pencak silat diyakini mampu berkembang menjadi olahraga prestasi yang membanggakan sekaligus simbol kekuatan budaya Indonesia yang dihormati di kancah internasional.


Ke depan, langkah konkret dan kolaborasi lintas sektor akan menjadi kunci agar pencak silat benar-benar “mendunia” dan mampu menembus ajang Olimpiade, sesuai dengan tema besar yang diusung dalam Munas XVI IPSI tahun ini.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas