Indotorial.com - Pemerintah terus memperkuat kesiapan sistem transportasi nasional menjelang lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026. Salah satu langkah konkret dilakukan oleh Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, yang meninjau langsung pusat kendali lalu lintas di Jasa Marga Toll Road Command Centre (JMTC), Bekasi, Jawa Barat, Selasa (17/03/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kesiapan pengelolaan arus mudik Lebaran, khususnya di ruas-ruas tol utama yang diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan secara signifikan. Dalam agenda tersebut, Wapres menerima paparan dari jajaran direksi operasional mengenai berbagai strategi dan teknologi yang telah disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas.
Setibanya di lokasi, Gibran langsung menuju ruang kontrol utama JMTC. Dari pusat kendali tersebut, ia memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui sistem pemantauan terintegrasi yang mencakup berbagai titik strategis di jaringan jalan tol nasional. Teknologi ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat dalam mengurai kemacetan.
Tak hanya memantau dari pusat kendali, Wapres juga berinteraksi langsung dengan petugas di lapangan melalui pertemuan virtual. Dialog ini dilakukan untuk memastikan bahwa koordinasi antara pusat dan lapangan berjalan efektif, serta setiap potensi gangguan lalu lintas dapat ditangani secara cepat.
Dalam kesempatan yang sama, Gibran turut menyapa para pemudik melalui siaran radio Travoy FM. Melalui siaran tersebut, ia mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan, terutama di tengah tingginya mobilitas pada periode mudik.
“Saya lihat tadi laporannya sudah cukup lengkap, alat-alat yang dipakai di sini juga sudah cukup canggih, real time semua. Tahun lalu saya ke sini, sekarang sudah ada Travoy FM. Ini penting sekali supaya masyarakat bisa update informasi, misalnya kapan akan ada sistem one way dan lain-lain,” ujar Wapres.
Menurutnya, kehadiran layanan informasi berbasis teknologi seperti Travoy FM menjadi inovasi penting dalam mendukung kelancaran arus mudik. Informasi yang cepat dan akurat dinilai mampu membantu pemudik dalam merencanakan perjalanan secara lebih efektif, sekaligus menghindari titik-titik kemacetan.
Kunjungan ini juga merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar seluruh pemangku kepentingan, termasuk operator jalan tol, dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama periode mudik Lebaran. Pemerintah menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan efisien.
Menutup kunjungannya, Wapres melakukan sesi foto bersama jajaran pimpinan dan petugas JMTC sebagai bentuk apresiasi atas kesiapan yang telah ditunjukkan. Sebelum meninggalkan lokasi, ia kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi puncak arus mudik.
Dengan berbagai langkah antisipatif yang telah disiapkan, pemerintah optimistis arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih tertib dan terkendali. Masyarakat pun diimbau untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik selama perjalanan, serta memanfaatkan layanan informasi yang tersedia demi keselamatan bersama.
(Indotorial.com)
