Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Ingatkan Kabinet Waspadai Dampak Gejolak Global terhadap Harga BBM dan Ekonomi Nasional

15 Maret 2026, 17:24 WIB

 

Presiden Prabowo Ingatkan Kabinet Waspadai Dampak Gejolak Global terhadap Harga BBM dan Ekonomi Nasional

INDOTORIAL.COM - Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk tetap waspada terhadap dinamika global yang saat ini berkembang. Meski kondisi Indonesia relatif stabil, pemerintah diminta tidak lengah dan harus menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menghadapi kemungkinan terburuk yang dapat memengaruhi stabilitas energi serta ekonomi nasional.


Pesan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 13 Maret 2026. Dalam arahannya, Kepala Negara menyoroti perkembangan situasi global, khususnya di kawasan Eropa dan Timur Tengah, yang dinilai berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian Indonesia.


Menurut Presiden, dinamika geopolitik global dapat memicu kenaikan harga energi dunia, termasuk bahan bakar minyak (BBM), yang pada akhirnya berpengaruh terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat.


“Kita hadapi perkembangan yang terjadi secara global di kawasan Eropa dan Timur Tengah, dan ini tentunya memberi dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM. Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan. Kita Alhamdulillah sudah mengamankan masalah pangan yang mendasar,” ujar Presiden Prabowo.


Ia menekankan bahwa meskipun kondisi pangan nasional saat ini relatif terjaga, pemerintah tetap perlu melakukan langkah-langkah strategis agar stabilitas ekonomi tetap terpelihara di tengah ketidakpastian global.


Dorong Efisiensi dan Penghematan


Presiden Prabowo juga menyoroti sejumlah kebijakan yang telah dilakukan oleh negara-negara lain dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu. Beberapa negara, kata Presiden, bahkan mulai menerapkan kebijakan efisiensi, termasuk sistem kerja dari rumah atau work from home bagi sebagian pegawai pemerintahan dan sektor swasta.


Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi salah satu contoh langkah antisipatif yang dapat dipelajari oleh Indonesia dalam menghadapi potensi tekanan ekonomi global.


“Seolah-olah bahwa ini bagi mereka seperti kita dulu waktu Covid. Mereka melaksanakan work from home, kerja dari rumah untuk semua kantor, pemerintah maupun swasta, 50 persen bekerja dari rumah,” kata Presiden.


Presiden pun meminta jajaran kementerian dan lembaga untuk segera melakukan kajian mendalam terkait berbagai langkah efisiensi yang mungkin diterapkan. Ia menilai penghematan konsumsi, terutama dalam penggunaan energi, menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat ketahanan nasional.


“Maksud saya ini ada berapa hari saya kira kita bisa mengkaji masalah ini. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan. Saya percaya dua sampai tiga tahun kita akan sangat kuat. Tapi tetap kita harus hemat konsumsi,” tegasnya.


Target APBN Tanpa Defisit


Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyinggung pentingnya menjaga stabilitas fiskal negara di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Ia berharap pemerintah dapat terus menjaga agar defisit anggaran tidak semakin melebar.


Bahkan, Presiden menyampaikan harapannya agar Indonesia ke depan dapat mencapai kondisi anggaran yang seimbang atau balance budget.


“Bahkan cita-cita kita adalah kalau bisa kita tidak punya defisit. Sasaran kita adalah APBN kita harus balance budget, itu paling ideal dan saya kira kita bisa lakukan,” ujar Presiden.


Menurutnya, disiplin fiskal menjadi kunci penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional sekaligus memastikan program pembangunan tetap berjalan secara berkelanjutan.


Antisipasi Cadangan Energi Nasional


Selain soal fiskal dan efisiensi, Presiden Prabowo juga menyinggung mengenai langkah pemerintah dalam memastikan ketersediaan cadangan BBM nasional. Ia menyebut pemerintah telah menyiapkan sejumlah rencana untuk mempercepat ketersediaan cadangan energi guna menghadapi kemungkinan gangguan pasokan global.


Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa upaya penghematan konsumsi energi tetap harus dilakukan secara konsisten oleh seluruh pihak.


“Kita tidak bisa menganggap bahwa apa pun terjadi kita aman. Kita bersyukur kita aman. Tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita,” ujar Presiden.


Ajakan Jaga Persatuan


Menutup arahannya dalam Sidang Kabinet Paripurna menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh jajaran kabinet untuk terus bekerja maksimal demi kepentingan rakyat.


Ia menegaskan bahwa persatuan dan kesetiaan kepada bangsa harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap langkah pemerintah.


Presiden juga mengingatkan agar seluruh pejabat negara menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok maupun golongan.


Dengan semangat persatuan dan kerja keras bersama, Presiden optimistis Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas