INDOTORIAL.COM - JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen pemerintahannya untuk memberantas praktik korupsi dan berbagai bentuk penyelewengan yang merugikan negara. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan Tahun 1447 H/2026 M yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa. Menurutnya, tidak ada negara yang mampu mencapai kemajuan apabila pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari praktik-praktik koruptif.
“Memang kita harus menghilangkan korupsi, penyelewengan, semua praktik-praktik yang tidak benar dan tidak baik yang dilarang oleh semua agama. Itu adalah ajaran agama, itu juga ajaran sejarah. Tidak ada negara yang berhasil manakala pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari korupsi,” tegas Presiden Prabowo.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintah saat ini serius mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Korupsi Dinilai Hambat Kemajuan Bangsa
Presiden Prabowo menilai bahwa praktik korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, pemberantasan korupsi menjadi salah satu prioritas penting dalam agenda pemerintahan.
Menurut Presiden, korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan moral dan integritas. Nilai-nilai agama, termasuk yang terkandung dalam Al-Qur’an, secara tegas melarang tindakan penyelewengan yang merugikan orang lain.
Ia juga mengingatkan bahwa sejarah telah menunjukkan banyak negara gagal berkembang karena para pemimpinnya tidak mampu menegakkan pemerintahan yang bersih.
“Ini bukan hanya ajaran agama, tetapi juga pelajaran dari sejarah. Negara yang pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari korupsi pasti akan tertinggal,” ujar Presiden.
Kekayaan Alam Indonesia Harus untuk Rakyat
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyoroti besarnya potensi kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Ia menilai kekayaan tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Presiden menyebut Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah yang jika dikelola dengan baik dapat menjadi solusi berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan, kelaparan, dan ketimpangan ekonomi.
“Kita diberikan oleh Yang Maha Kuasa kekayaan yang sangat besar. Pada kesempatan ini sekali lagi saya sampaikan bahwa kita harus berjuang keras untuk menghilangkan kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan dari seluruh rakyat kita,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan ada rakyat yang hidup dalam kondisi terlantar, terutama ketika negara memiliki sumber daya yang cukup untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita tidak boleh mengizinkan ada di antara rakyat kita yang terlantar. Kita mampu, kita telah diberikan kekayaan yang cukup oleh Yang Maha Kuasa,” lanjut Presiden.
Pemerintah Tidak Akan Biarkan Kekayaan Negara Disalahgunakan
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan pihak-pihak tertentu mengambil keuntungan pribadi dari kekayaan negara. Ia mengingatkan bahwa praktik membawa kekayaan bangsa ke luar negeri demi kepentingan kelompok tertentu merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi.
“Kita tidak boleh kalah dengan mereka yang ingin mengambil kekayaan rakyat, membawanya ke negara lain, dan memelihara bangsa dan rakyat Indonesia dalam keadaan lemah,” katanya.
Presiden juga menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk terus mendapatkan pengingat dan motivasi melalui momentum keagamaan seperti peringatan Nuzulul Qur’an.
Ajak Ulama dan Masyarakat Jaga Integritas Bangsa
Menutup sambutannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga integritas dan memperkuat komitmen membangun pemerintahan yang bersih dan berkeadilan.
Ia menekankan pentingnya peran ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh rakyat Indonesia dalam menjaga nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Presiden optimistis bahwa dengan persatuan, semangat kebersamaan, serta tekad kuat dari seluruh komponen bangsa, Indonesia mampu mengatasi berbagai tantangan dan mewujudkan cita-cita menjadi negara yang maju dan sejahtera.
Momentum Peringatan Nuzulul Qur’an diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat moral bagi seluruh pemimpin dan masyarakat untuk terus menjaga amanah serta menjauhkan diri dari praktik-praktik yang merugikan bangsa dan negara.
(Indotorial.com)
