Iklan

Iklan

,

Iklan

Wapres Gibran Ziarah ke Makam Sunan Bonang di Tuban, Refleksi Spiritual bagi Pemimpin

7 Maret 2026, 15:50 WIB

 

Wapres Gibran Ziarah ke Makam Sunan Bonang di Tuban, Refleksi Spiritual bagi Pemimpin

INDOTORIAL.COM - Tuban, Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Tuban, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyempatkan diri berziarah ke makam Sunan Bonang pada Jumat (6/3/2026). Kunjungan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap ulama besar penyebar Islam di Tanah Jawa sekaligus menjadi momentum refleksi spiritual bagi seorang pemimpin dalam menjalankan amanah kepada masyarakat.


Setibanya di kompleks pemakaman yang berada di pusat Kota Tuban, Wapres Gibran disambut langsung oleh pengelola kompleks makam, K.H. Zakaria Ilham dan H. Arni Sutiono. Suasana khidmat terasa ketika rombongan memasuki area makam untuk memanjatkan doa dan melakukan ziarah.


Kegiatan ziarah ini berlangsung sederhana namun sarat makna. Selain menjadi agenda spiritual, momen tersebut juga menjadi pengingat penting bagi para pemimpin untuk senantiasa menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.


Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky yang turut mendampingi Wapres dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kunjungan Wapres ke makam Sunan Bonang membawa pesan moral yang kuat.


“Beliau tadi sempat ke Sunan Bonang untuk terus memberikan nasihat bahwa seharusnya seorang pemimpin jangan pernah lupa terhadap kepentingan-kepentingan masyarakat dan terus menindaklanjuti syariat-syariat agama Islam,” ujar Bupati Tuban.


Menurutnya, pesan tersebut mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan yang telah diajarkan para ulama sejak dahulu. Para tokoh penyebar Islam di Nusantara tidak hanya menanamkan nilai keagamaan, tetapi juga memberikan teladan tentang bagaimana seorang pemimpin harus bersikap adil, bijaksana, dan bertanggung jawab kepada rakyat.


Sosok Sunan Bonang sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam jajaran Wali Songo yang memiliki peran besar dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa, termasuk di wilayah Tuban dan sekitarnya. Ia merupakan putra dari Sunan Ampel dan Nyi Ageng Manila, dengan nama kecil Raden Maulana Makdum Ibrahim.


Dalam sejarah dakwah Islam di Nusantara, Sunan Bonang dikenal memiliki metode penyebaran agama yang kreatif dan mudah diterima masyarakat. Ia memanfaatkan pendekatan budaya lokal, seperti seni pewayangan, tembang Jawa, serta syair-syair bernuansa religi untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman.


Selain dikenal sebagai ulama yang menguasai berbagai disiplin ilmu keislaman seperti fikih, usuluddin, dan tasawuf, Sunan Bonang juga memiliki kemampuan luar biasa di bidang seni dan sastra. Julukan “Bonang” sendiri dipercaya berasal dari alat musik gamelan bernama bonang yang konon diciptakannya dan digunakan sebagai media dakwah kepada masyarakat pada masa itu.


Pendekatan dakwah yang menggabungkan nilai agama dan budaya inilah yang membuat ajaran Islam dapat diterima secara luas oleh masyarakat Jawa pada masa tersebut.


Usai melakukan ziarah, Wakil Presiden Gibran melanjutkan agenda dengan melaksanakan Salat Jumat di Masjid Agung Tuban. Masjid bersejarah ini diyakini sebagai salah satu peninggalan Sunan Bonang yang hingga kini masih menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat Tuban.


Masjid Agung Tuban sendiri terletak di sebelah barat alun-alun Kota Tuban dan berada tidak jauh dari kompleks makam Sunan Bonang. Lokasi ini menjadi salah satu destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Indonesia.


Kunjungan Wapres Gibran ke makam Sunan Bonang sekaligus menegaskan pentingnya menjaga warisan spiritual dan sejarah para ulama Nusantara. Di tengah dinamika kepemimpinan dan pembangunan bangsa, nilai-nilai moral dan spiritual yang diwariskan para tokoh ulama tetap menjadi fondasi penting dalam membangun Indonesia yang berkarakter, berbudaya, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas