INDOTORIAL.COM - Menjelang musim mudik dan perayaan Idulfitri 2026, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kesiapan seluruh jajaran pemerintah dalam memastikan kelancaran arus mudik masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat, 13 Maret 2026.
Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa pelayanan publik selama periode mudik dan libur Lebaran harus dipersiapkan secara matang. Mulai dari transportasi, keamanan, bantuan sosial, hingga stabilitas pangan harus dikelola secara optimal agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman.
Diskon Transportasi untuk Mudik Lebaran
Salah satu fokus utama pemerintah adalah memberikan kemudahan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik. Presiden meminta Kementerian Perhubungan memastikan kebijakan diskon transportasi dapat berjalan dengan baik.
Diskon tersebut akan mencakup berbagai moda transportasi, mulai dari tiket pesawat, kereta api, kapal laut hingga tarif jalan tol. Kebijakan ini diharapkan mampu meringankan biaya perjalanan masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman.
“Pertama, saya minta Menteri Perhubungan untuk memastikan bahwa kebijakan diskon harga bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, baik diskon tiket pesawat, kereta api, kapal laut, dan jalan tol serta memastikan pelayanan yang baik di setiap tempat,” ujar Presiden.
Selain itu, Presiden juga meminta dukungan dari Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk membantu kelancaran arus mudik. Berbagai sarana dan prasarana yang dimiliki kedua institusi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pengamanan serta dukungan transportasi selama masa mudik Lebaran.
Bantuan Sosial untuk 35 Juta Keluarga
Tidak hanya fokus pada transportasi, pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap program bantuan sosial menjelang Lebaran. Presiden menginstruksikan Kementerian Sosial Republik Indonesia agar memastikan tambahan bantuan pangan dapat disalurkan dengan tepat sasaran.
Program tersebut ditujukan bagi sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat yang termasuk dalam kelompok desil 1 hingga 4. Presiden juga meminta agar bantuan sosial reguler dapat disalurkan tepat waktu agar masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya menjelang hari raya.
“Menteri Sosial yakinkan bahwa tambahan bantuan pangan untuk 35 juta keluarga penerima manfaat desil 1, 2, 3, dan 4 berjalan dengan baik. Juga bantuan sosial reguler yakinkan bisa tepat waktu,” tegas Presiden.
THR ASN dan Bonus Pekerja Transportasi Online
Dalam sidang tersebut, Presiden juga menyoroti pentingnya percepatan belanja prioritas pemerintah yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah program bantuan perumahan swadaya yang diharapkan dapat segera direalisasikan.
Selain itu, Presiden meminta agar tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara dapat diberikan tepat waktu. Ia juga memastikan bahwa pekerja sektor transportasi daring mendapatkan bonus hari raya sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Presiden menugaskan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM untuk mengawal kebijakan tersebut.
Bonus bagi pekerja transportasi online direncanakan berada pada kisaran Rp400 ribu hingga Rp1,6 juta per orang.
Layanan Publik dan Stabilitas Pangan Jadi Prioritas
Presiden juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan publik di berbagai titik transportasi seperti rest area, pelabuhan, bandara, dan stasiun. Pemerintah diminta memastikan tidak terjadi antrean panjang yang tidak terkendali serta menjaga ketersediaan energi dan layanan komunikasi selama periode Lebaran.
Di sektor pangan, pemerintah juga diminta menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok menjelang Idulfitri. Presiden menugaskan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk memastikan pasokan pangan tetap aman serta harga tetap terkendali di pasaran.
Optimisme di Tengah Ketidakpastian Global
Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Presiden Prabowo tetap menegaskan sikap optimistis pemerintah. Menurutnya, Indonesia memiliki kemampuan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik.
“Dunia penuh ketidakpastian, kita lihat bahwa krisis melanda banyak negara. Kita sikapi krisis ini tapi ekonomi harus berjalan, rakyat harus tenang,” kata Presiden.
Menutup arahannya, Presiden meminta seluruh kementerian dan lembaga bekerja secara maksimal dalam mempersiapkan berbagai aspek menghadapi Lebaran tahun ini.
Ia berharap seluruh persiapan tersebut dapat memastikan arus mudik berjalan lancar sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman, nyaman, dan penuh kegembiraan.
“Untuk semua kementerian dan badan saya berharap kita yakinkan bahwa mudik tahun ini berjalan dengan baik, aman, nyaman, dan penuh kegembiraan. Utamakan keselamatan di jalan dan persiapkan segala aspek dengan matang,” pungkas Presiden.
(Indotorial.com)
