Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Soroti Ketidakpastian Dunia Saat Peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara

11 Maret 2026, 20:59 WIB

 

Presiden Prabowo Soroti Ketidakpastian Dunia Saat Peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara

INDOTORIAL.COM - JAKARTA — Prabowo Subianto menyoroti kondisi dunia yang saat ini diwarnai ketidakpastian dan berbagai tantangan global yang berpotensi mengganggu stabilitas serta perdamaian internasional. Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan pada Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan Tahun 1447 H/2026 M yang digelar di Istana Negara, Selasa (10/3/2026).


Dalam pidatonya, Presiden menilai bahwa situasi global saat ini sedang menghadapi dinamika geopolitik yang kompleks. Sejumlah negara memiliki kekuatan besar, namun menurutnya upaya menjaga perdamaian dunia masih menghadapi berbagai hambatan.


Presiden menyebutkan bahwa kondisi global yang tidak menentu menuntut setiap negara, termasuk Indonesia, untuk memperkuat solidaritas dan menjaga stabilitas di dalam negeri.


“Di tengah dunia sekarang yang penuh ketidakpastian, bahkan penuh bahaya, di mana banyak pemimpin di dunia yang memiliki kekuatan besar tidak dengan lancar menjaga perdamaian yang kita perlukan, yang diperlukan oleh seluruh umat manusia,” ujar Presiden Prabowo.


Persatuan Bangsa Jadi Kunci Hadapi Tantangan Global


Menghadapi situasi dunia yang tidak menentu, Presiden menegaskan bahwa Indonesia harus terus memperkuat persatuan dan kerukunan nasional. Menurutnya, kebersamaan masyarakat merupakan modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.


Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga harmoni, mempererat kebersamaan, serta meningkatkan solidaritas nasional agar Indonesia tetap kuat menghadapi dinamika dunia.


“Kita sebagai bangsa Indonesia bersama banyak bangsa lain perlu menggalang persatuan di antara kita, menggalang kerukunan di antara kita untuk menghadapi keadaan penuh ketidakpastian ini, untuk menghadapi keadaan yang penuh bahaya ini,” kata Presiden.


Menurut Presiden, kekuatan terbesar Indonesia bukan hanya terletak pada sumber daya alam atau kekuatan ekonomi, tetapi juga pada kemampuan bangsa dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.


Optimisme dan Keyakinan Menjadi Semangat Bangsa


Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menekankan pentingnya sikap optimistis dalam menghadapi berbagai tantangan global. Ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia harus memiliki keyakinan kuat bahwa kebenaran dan keadilan pada akhirnya akan menang.


Presiden meyakini bahwa dengan tekad, komitmen, dan kerja sama seluruh elemen bangsa, Indonesia dapat mencapai cita-cita besar yang telah dirancang oleh para pendiri bangsa.


“Kita harus yakin bahwa pada ujungnya yang benar yang akan menang. Bahwa kita akan mencapai apa yang kita cita-citakan dengan tekad dan komitmen yang sangat jelas dan teguh,” ungkap Presiden Prabowo.


Optimisme tersebut, lanjut Presiden, harus menjadi energi positif bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk terus bergerak maju di tengah berbagai tantangan global yang berkembang.


Komitmen Presiden Lindungi Seluruh Rakyat Indonesia


Pada kesempatan yang sama, Presiden kembali menegaskan tanggung jawabnya sebagai kepala negara untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia serta menjaga keutuhan bangsa dan negara.


Presiden menyampaikan bahwa amanah konstitusi yang diembannya menjadi pengingat bagi dirinya untuk selalu mengutamakan kepentingan rakyat dan menjaga kedaulatan negara.


“Sebagai Presiden Republik Indonesia, saya selalu ingat akan tugas yang dibebankan kepada saya, yaitu melindungi seluruh tumpah darah Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.


Perdamaian Sejalan dengan Nilai Bangsa dan Ajaran Agama


Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia sejalan dengan nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendiri bangsa. Selain itu, nilai tersebut juga sejalan dengan ajaran universal berbagai agama yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan perdamaian.


Momentum Peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan ini, menurut Presiden, menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus memperkuat nilai moral, mempererat persaudaraan, serta menjaga keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Melalui semangat kebersamaan dan komitmen menjaga persatuan, Presiden berharap Indonesia dapat terus berkontribusi dalam menciptakan perdamaian, baik di tingkat nasional maupun global.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas