Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Gelar Open House Idulfitri 1447 H di Istana, Prioritaskan Masyarakat Umum

23 Maret 2026, 21:02 WIB

 

Presiden Prabowo Gelar Open House Idulfitri 1447 H di Istana, Prioritaskan Masyarakat Umum

INDOTORIAL.COM - Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menggelar acara gelar griya atau open house dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Sabtu, 21 Maret 2026. Berbeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan kali ini secara khusus diperuntukkan bagi masyarakat umum sebagai bentuk kebersamaan di momen Lebaran.


Kebijakan ini menjadi sorotan karena menunjukkan pendekatan yang lebih inklusif dari Presiden Prabowo dalam merayakan Idulfitri bersama rakyat. Pemerintah memberikan ruang yang luas bagi masyarakat untuk hadir secara langsung di lingkungan Istana tanpa pembatasan yang terlalu ketat.


Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa konsep gelar griya tahun ini memang telah diarahkan langsung oleh Presiden sejak beberapa hari sebelumnya. Salah satu poin penting adalah tidak diwajibkannya kehadiran pejabat negara dalam acara tersebut.


“Beliau sejak beberapa hari yang lalu menyampaikan bahwa tidak wajib dihadiri oleh para pejabat, baik kementerian maupun lembaga. Karena beliau tidak ingin merepotkan, barangkali ada agenda keluarga. Jadi, sore hari ini memang khusus untuk masyarakat umum,” ujar Menteri Pras.


Langkah ini dinilai sebagai upaya Presiden Prabowo untuk menghadirkan suasana Lebaran yang lebih sederhana dan dekat dengan rakyat. Selain itu, kebijakan ini juga memberi kesempatan kepada para pejabat untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga masing-masing.


Dalam pelaksanaannya, Presiden Prabowo dijadwalkan untuk menyapa langsung masyarakat yang hadir. Tradisi berkeliling dan berinteraksi dengan warga ini telah menjadi bagian dari gelar griya di Istana dalam beberapa tahun terakhir.


“Insyaallah, sebagaimana tahun lalu, beliau nanti akan berkeliling menyapa masyarakat yang berkenan hadir untuk merayakan Hari Raya Idulfitri di Istana Merdeka,” lanjut Menteri Prasetyo.


Antusiasme masyarakat diperkirakan cukup tinggi. Pemerintah menyebut jumlah kehadiran bisa mencapai sekitar 5.000 orang. Menariknya, tidak ada sistem undangan formal atau pengorganisasian ketat seperti pada acara kenegaraan lainnya.


“Memang kita tidak membatasi atau tidak mengorganise sebagaimana acara biasanya. Kita berikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin hadir, sukarela, dipersilakan sepanjang masih memungkinkan,” jelasnya.


Kebijakan ini juga sejalan dengan imbauan pemerintah terkait penyelenggaraan kegiatan Lebaran yang lebih sederhana. Melalui surat edaran, para pejabat pemerintah, kementerian, dan lembaga diminta untuk mengurangi kegiatan open house dan halal bihalal.


Menurut Menteri Prasetyo, langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat saat ini. “Masih banyak saudara-saudara kita di berbagai daerah yang mengalami kesulitan. Oleh karena itu, Bapak Presiden memilih untuk memprioritaskan masyarakat umum,” tegasnya.


Selain membuka pintu bagi masyarakat, Presiden Prabowo juga dijadwalkan menerima kunjungan dari para mantan Presiden Republik Indonesia. Di antaranya adalah Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 Joko Widodo.


Kehadiran para tokoh nasional tersebut diharapkan semakin mempererat suasana silaturahmi di momen Idulfitri. “Insyaallah, rencananya sore ini,” pungkas Menteri Pras.


Dengan konsep yang lebih terbuka, sederhana, dan berorientasi pada masyarakat, gelar griya Idulfitri 1447 H di Istana Kepresidenan menjadi simbol kuat kebersamaan antara pemimpin dan rakyat. Pendekatan ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam menghadirkan suasana Lebaran yang inklusif dan penuh empati.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas