Iklan

Iklan

,

Iklan

Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Perkuat Kemandirian Pangan serta Energi Nasional

11 Maret 2026, 20:40 WIB

 

Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Perkuat Kemandirian Pangan serta Energi Nasional

INDOTORIAL.COM - BOGOR – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam memerangi korupsi sekaligus memperkuat kemandirian pangan dan energi nasional. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan 218 jembatan di berbagai wilayah Indonesia yang dilaksanakan secara hybrid melalui konferensi video dari kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/3/2026).


Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya yang sangat besar. Namun, menurutnya, potensi tersebut harus dikelola dengan lebih baik dan transparan agar benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.


“Kekuatan kita, kekayaan kita yang luar biasa sesungguhnya harus lebih baik lagi kita kelola, lebih baik lagi kita kendalikan. Untuk itu saya tegaskan kembali bahwa kita harus memerangi korupsi di setiap tingkat,” tegas Presiden.


Pernyataan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Presiden menilai praktik penyalahgunaan wewenang, penipuan, serta kolusi dengan pihak-pihak tertentu dapat mengakibatkan kebocoran keuangan negara yang sangat merugikan.


Menurut Presiden, praktik korupsi bukan hanya berdampak pada kerugian finansial negara, tetapi juga melemahkan kemampuan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam maupun krisis global yang tidak terduga.


“Korupsi, penyalahgunaan wewenang, penipuan, kolusi dengan pengusaha-pengusaha nakal, ini yang mengakibatkan kebocoran negara. Ini yang mengakibatkan kekayaan kita banyak yang hilang, kekayaan yang seharusnya bisa kita gunakan untuk menghadapi bencana apa pun,” ujar Presiden.


Selain menyoroti pemberantasan korupsi, Presiden juga menegaskan pentingnya membangun kemandirian nasional di berbagai sektor strategis. Ia menyebut Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar dan mampu keluar dari berbagai krisis jika sumber daya yang dimiliki dikelola dengan tepat.


Presiden mengaku telah mempelajari berbagai data terkait kekayaan nasional dan optimistis Indonesia memiliki fondasi kuat untuk menjadi negara yang lebih mandiri dan produktif di masa depan.


“Saya sudah melihat dan mempelajari angka-angka serta data kekayaan kita. Saya percaya setiap hari kita akan keluar lebih kuat. Kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan yang lebih kuat, lebih makmur, lebih produktif, dan lebih mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata Presiden.


Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa kemandirian di sektor pangan dan energi menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan nasional. Dalam pandangannya, negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangan dan energinya sendiri akan memiliki posisi yang lebih kuat di tengah dinamika global.


Salah satu fokus utama pemerintah adalah mencapai swasembada pangan, khususnya produksi beras sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia. Presiden menyebut upaya tersebut telah lama menjadi bagian dari perjuangannya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.


“Dalam keadaan perang di mana-mana, swasembada beras sangat penting, karena beras adalah makanan pokok kita. Tapi kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan protein kita sendiri,” ungkapnya.


Selain pangan, sektor energi juga menjadi perhatian serius pemerintah. Presiden menegaskan bahwa upaya menuju swasembada energi telah diperjuangkannya selama bertahun-tahun demi mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar.


“Masalah BBM juga bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada energi,” lanjut Presiden.


Peresmian 218 jembatan yang dilakukan dalam kesempatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat infrastruktur nasional. Infrastruktur yang memadai dinilai sangat penting untuk mendukung konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.


Melalui pembangunan infrastruktur yang merata, pemerintah berharap aktivitas ekonomi masyarakat dapat semakin berkembang dan mendorong percepatan pembangunan nasional secara berkelanjutan. Dengan kombinasi kebijakan pemberantasan korupsi, penguatan infrastruktur, serta kemandirian pangan dan energi, pemerintah optimistis Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global dengan lebih kuat di masa mendatang.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas