Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Program Makan Bergizi Gratis, Strategi Bangun SDM Menuju Indonesia Emas 2045

13 Februari 2026, 16:04 WIB

 

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Program Makan Bergizi Gratis, Strategi Bangun SDM Menuju Indonesia Emas 2045

INDOTORIAL.COM - JAKARTA – Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Program ini disebut sebagai kebutuhan mendesak bagi mayoritas rakyat, khususnya kelompok rentan, sekaligus menjadi praktik umum di berbagai negara maju.


Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta groundbreaking 107 SPPG Polri yang dipusatkan di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026).


Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa program makan bergizi gratis bukanlah kebijakan yang berdiri tanpa referensi global. Justru, menurutnya, puluhan negara maju dan demokratis telah lebih dulu menerapkan program serupa sebagai bentuk investasi jangka panjang terhadap generasi muda.


“Program semacam ini sesungguhnya bukan pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Sudah puluhan negara lain melaksanakan. Dan negara-negara yang maju, negara-negara yang demokratis, pasti punya program makan bergizi gratis untuk rakyatnya,” ujar Presiden.


Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Sangat Mendesak


Presiden Prabowo mengakui bahwa urgensi Program Makan Bergizi Gratis mungkin tidak sepenuhnya dirasakan oleh kelompok masyarakat yang berkecukupan. Namun, bagi rakyat yang rentan secara ekonomi, program ini memiliki dampak yang sangat vital terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak mereka.


Sejak awal peluncurannya, MBG memang tidak lepas dari kritik dan penolakan. Namun, Kepala Negara menegaskan keyakinannya bahwa kebijakan tersebut berada di jalur yang tepat.


“Saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Saya yakin bahwa tujuan kita benar dan baik,” tegasnya.


Keyakinan tersebut bukan tanpa dasar. Presiden menjelaskan bahwa salah satu latar belakang utama lahirnya Program Makan Bergizi Gratis adalah tingginya angka stunting di Indonesia yang sempat menyentuh angka 25 persen dari total anak Indonesia.


Menurut Presiden, persoalan serius seperti stunting tidak bisa diselesaikan hanya melalui diskusi atau teori semata. Dibutuhkan intervensi nyata dan langsung dari pemerintah.


“Akhirnya saya belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain. Bahwa memang satu-satunya jalan adalah intervensi langsung dari pemerintah. Langsung kepada anak-anak, ibu-ibu hamil, dan orang tua yang tidak berdaya, orang tua lansia,” jelasnya.


Pembiayaan MBG dari Efisiensi APBN


Terkait pembiayaan Program Makan Bergizi Gratis, Presiden memastikan bahwa program ini dibiayai melalui efisiensi dan penghematan anggaran negara. Ia juga menegaskan bahwa kondisi fiskal tetap terkendali dan disiplin anggaran tetap menjadi prioritas.


“APBN kita tidak keluar dari parameter yang kita tetapkan. Defisit kita masih di bawah batas yang kita tetapkan sendiri, 3 persen dari PDB. Dan saya bertekad kita akan berusaha sekeras mungkin untuk kita kurangi dari situ,” ungkap Presiden.


Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran publik terkait beban fiskal akibat program berskala nasional tersebut.


Sudah Menjangkau 60 Juta Penerima Manfaat


Dalam pemaparannya, Presiden juga mengungkap capaian signifikan Program Makan Bergizi Gratis yang kini telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini ditopang oleh lebih dari 22 ribu SPPG yang tersebar di berbagai daerah.


Presiden bahkan menggambarkan skala program ini dengan perbandingan global agar lebih mudah dipahami.


“Jumlah ini kira-kira setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan tiap hari. Atau sama dengan 10 kali Singapura tiap hari. Atau 2 kali Malaysia tiap hari,” ujarnya.


Skala tersebut menunjukkan bahwa MBG bukan sekadar program sosial biasa, melainkan intervensi nasional berskala besar yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.


Strategi Transformasi Nasional Menuju Indonesia Emas 2045


Program Makan Bergizi Gratis kini diposisikan bukan hanya sebagai kebijakan bantuan sosial, tetapi sebagai strategi transformasi nasional. Tujuannya jelas: menciptakan generasi sehat, meningkatkan produktivitas ekonomi, dan mempercepat pencapaian visi Indonesia Emas 2045.


Dengan memastikan anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan mendapatkan asupan gizi yang cukup, pemerintah berharap dapat memutus rantai kemiskinan, menekan angka stunting, serta meningkatkan daya saing bangsa di masa depan.


Komitmen Presiden Prabowo terhadap Program Makan Bergizi Gratis menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan SDM akan tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, investasi pada gizi dan kesehatan generasi muda dinilai sebagai fondasi paling kokoh untuk memastikan Indonesia mampu melangkah percaya diri menuju 2045.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas