Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Paparkan Transformasi Nasional di Washington DC, Percepat Digitalisasi Pendidikan hingga Hilirisasi Industri

19 Februari 2026, 14:53 WIB

 

Presiden Prabowo Paparkan Transformasi Nasional di Washington DC, Percepat Digitalisasi Pendidikan hingga Hilirisasi Industri

INDOTORIAL.COM, WASHINGTON DC – Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat transformasi nasional guna memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. Komitmen tersebut disampaikan dalam sesi roundtable Business Summit yang digelar di Washington, D.C. pada Rabu, 18 Februari 2026.


Dalam forum yang dihadiri para pelaku usaha dan investor internasional tersebut, Presiden Prabowo memaparkan sejumlah program prioritas yang menjadi fondasi arah pembangunan Indonesia ke depan. Fokus utama mencakup digitalisasi pendidikan, percepatan hilirisasi industri, penguatan investasi, hingga transisi energi yang pragmatis dan berkelanjutan.


Percepatan Digitalisasi Pendidikan Nasional


Salah satu program transformasi nasional yang menjadi sorotan adalah percepatan digitalisasi pendidikan melalui penyediaan layar interaktif pintar untuk sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.


Presiden mengungkapkan bahwa hingga akhir Desember 2025, pemerintah telah mendistribusikan lebih dari 280 ribu layar interaktif ke hampir seluruh sekolah di Tanah Air. Program ini menjadi bagian penting dari strategi besar digitalisasi pendidikan Indonesia.


“Target saya adalah pada akhir masa jabatan saya sebagai Presiden, semua ruang kelas di semua sekolah di Indonesia akan memiliki layar interaktif ini, di mana seluruh silabus sekolah kita terdapat di dalam perangkat lunak tersebut, dan dapat diakses kapan saja,” ujar Presiden.


Melalui digitalisasi sekolah ini, pembelajaran jarak jauh dapat dilakukan secara optimal. Sekolah-sekolah di wilayah terpencil pun memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses materi pembelajaran berkualitas. Transformasi digital pendidikan ini dinilai sebagai langkah konkret untuk mengurangi kesenjangan akses pendidikan antarwilayah.


Presiden juga menekankan bahwa program ini dijalankan secara serius dan terukur. Antusiasme siswa, guru, hingga orang tua menjadi indikator positif keberhasilan tahap awal implementasi.


“Saya sangat terkesan karena dengan sangat cepat anak-anak, orang tua, dan guru semuanya antusias terhadap program ini. Dan ini benar-benar menghangatkan hati saya melihat hasil baik dari program ini,” lanjutnya.


Digitalisasi pendidikan Indonesia menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.


Pembentukan BPI Danantara dan Percepatan Hilirisasi


Selain sektor pendidikan, Presiden juga memaparkan strategi penguatan ekonomi nasional melalui pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Lembaga ini dibentuk untuk mengonsolidasikan seluruh aset milik negara guna meningkatkan efisiensi dan optimalisasi investasi strategis.


Melalui Danantara, pemerintah tengah mempercepat program hilirisasi industri. Tahun ini, sebanyak 18 proyek hilirisasi telah dimulai, termasuk proyek pengolahan sampah menjadi energi dengan nilai investasi mencapai 3 miliar dolar AS.


Langkah hilirisasi ini bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia, memperkuat struktur industri nasional, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru. Transformasi ekonomi Indonesia diarahkan agar tidak lagi bertumpu pada ekspor bahan mentah, melainkan pada produk bernilai tambah tinggi.


Presiden juga membuka peluang luas bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi strategis di kawasan.


“Kami bergerak sangat cepat di semua sektor ini dan saya pikir bagi perusahaan-perusahaan Amerika, Indonesia tidak hanya akan menjadi pasar yang menarik, tetapi kami juga berharap Indonesia akan digunakan sebagai basis produksi dan dapat dipandang sebagai mitra strategis yang baik untuk kawasan ini,” kata Presiden.


Infrastruktur, Konektivitas, dan Transisi Energi


Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan komitmen Indonesia terhadap keterbukaan investasi, peningkatan infrastruktur dan logistik, serta penguatan konektivitas rantai pasok global.


Pemerintah juga menjalankan transisi energi dengan pendekatan pragmatis, menyesuaikan kapasitas nasional dan memastikan setiap proyek memiliki kelayakan ekonomi yang jelas.


“Kami akan bergerak dengan kecepatan yang disesuaikan dengan kapasitas kami. Kami mengejar proyek-proyek yang harus layak secara ekonomi, yang harus dapat dibiayai bank dan mampu memberikan pengembalian jangka panjang,” tegasnya.


Paparan Presiden di Washington DC tersebut menegaskan arah baru pembangunan Indonesia: transformasi yang cepat namun terukur, modern namun inklusif. Digitalisasi pendidikan, percepatan hilirisasi industri, konsolidasi aset negara melalui BPI Danantara, serta penguatan infrastruktur menjadi pilar utama dalam membangun Indonesia yang kuat secara teknologi, berdaulat secara ekonomi, dan siap menjadi pusat pertumbuhan baru dunia menuju Indonesia Emas 2045.


Transformasi nasional yang dicanangkan ini bukan sekadar wacana, melainkan strategi konkret yang tengah dijalankan untuk memastikan Indonesia semakin kompetitif di panggung global.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas