Iklan

Iklan

,

Iklan

Wapres Gibran Tinjau Pasar Sepaku IKN, Dorong Penguatan Ekonomi Rakyat di Kawasan Penyangga

1 Januari 2026, 11:47 WIB

 

Wapres Gibran Tinjau Pasar Sepaku IKN, Dorong Penguatan Ekonomi Rakyat di Kawasan Penyangga

INDOTORIAL.COM - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung Pasar Sepaku yang berada di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) Barat, Provinsi Kalimantan Timur, pada Rabu (31/12/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur pemerintahan, tetapi juga memberi dampak nyata bagi ekonomi masyarakat lokal.


Peninjauan Pasar Sepaku dilakukan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan IKN mampu menciptakan pusat-pusat aktivitas ekonomi rakyat yang berkelanjutan, sekaligus menjaga kehidupan sosial masyarakat yang telah lama bermukim di kawasan tersebut.


Pasar Sepaku yang juga dikenal sebagai Pasar Rebo Sukaraja saat ini tengah ditata ulang sebagai bagian dari Paket Pekerjaan Penataan Kawasan Sepaku. Proyek ini mencakup pembangunan dua bangunan pasar baru, penataan kawasan pasar, hingga penataan koridor Sepaku sepanjang 1,5 kilometer. Menariknya, seluruh proses penataan dilakukan melalui pendekatan partisipatif, dengan melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan melalui rembuk warga.


Dalam kunjungannya, Wapres Gibran menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi para pedagang selama proses pembangunan berlangsung. Ia memastikan bahwa mekanisme relokasi sementara pedagang telah disiapkan agar kegiatan jual beli tetap berjalan dan tidak mengganggu mata pencaharian warga.


Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Relokasi Pasar Sepaku, Roni Rosaji, menjelaskan bahwa penataan pasar dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi fungsi maupun estetika. Salah satu fokus utama adalah perbaikan fasad bangunan yang akan menggunakan material rotan sintetis, penataan signage yang lebih rapi, serta pengembangan kawasan pedestrian yang ramah pengunjung.


“Penataan ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Bahkan warga secara sukarela memberikan sebagian lahannya untuk pelebaran pedestrian hingga tiga meter,” ujar Roni.


Secara kapasitas, Pasar Sepaku akan memiliki 135 unit los dan kios, yang terdiri dari los basah dan los kering. Selain itu, pasar ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti ruang pengelola, ruang kesehatan, ruang pertemuan, tempat pembuangan sementara (TPS), serta area parkir yang memadai.


Roni menambahkan, sebelum dilakukan penataan, Pasar Sepaku hanya menampung sekitar 25 pedagang tetap. Namun saat hari pasar atau Pasar Rebo, jumlah pedagang bisa meningkat drastis hingga 60–100 pedagang dengan konsep pasar tumpah. Melalui revitalisasi ini, konsep pasar tumpah tersebut ditata agar lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.


“Pemisahan area pedagang basah dan kering dilakukan untuk menjaga kebersihan dan sirkulasi pengunjung. Lanskap pasar juga ditata agar Pasar Sepaku tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang sosial yang hidup,” jelasnya.


Dampak positif revitalisasi Pasar Sepaku pun mulai dirasakan para pedagang. Siska (35), pedagang ikan basah asal Babulu Barat, mengaku omzetnya meningkat setelah pasar ditata dan pembangunan IKN berjalan.


“Alhamdulillah sekarang jauh lebih baik. Pendapatan meningkat karena banyak permintaan dari rumah makan dan katering yang melayani kebutuhan di IKN,” ungkapnya.


Hal serupa dirasakan warga Sepaku, Vicky Yostiobudi (23), yang menilai pembaruan Pasar Sepaku membuat pasar menjadi lebih rapi dan menarik minat masyarakat untuk berbelanja.


Mendampingi Wapres Gibran dalam peninjauan tersebut hadir Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, serta Staf Khusus Wapres Achmad Adhitya.


Penataan Pasar Sepaku menjadi contoh konkret bagaimana pembangunan IKN diarahkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, sekaligus memastikan masyarakat lokal tumbuh dan berkembang bersama hadirnya ibu kota baru Indonesia.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas