Iklan

Iklan

,

Iklan

Wapres Gibran Bermain Sepak Bola Bersama Anak SSB di Wamena, Dorong Pembinaan Generasi Muda Papua Pegunungan

14 Januari 2026, 11:17 WIB

 

Wapres Gibran Bermain Sepak Bola Bersama Anak SSB di Wamena, Dorong Pembinaan Generasi Muda Papua Pegunungan

INDOTORIAL.COM - Kunjungan kerja Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka ke Wamena, Papua Pegunungan, diawali dengan kegiatan yang tidak biasa namun sarat makna. Setibanya di Wamena, Wapres langsung menuju Stadion Lapangan Pendidikan Itlayikinia untuk bermain sepak bola bersama anak-anak Sekolah Sepak Bola (SSB), Selasa (13/01/2026). Kegiatan ini menjadi simbol kuat komitmen pemerintah dalam mendukung pembinaan generasi muda Papua Pegunungan melalui olahraga.


Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Wapres Gibran turun langsung ke lapangan, berbaur dengan para pemain muda, pelatih, hingga awak media. Aktivitas ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia melalui olahraga sebagai bagian dari pembinaan karakter generasi muda yang sehat, disiplin, dan berdaya saing, khususnya di wilayah Papua Pegunungan.


Pada laga persahabatan tersebut, Wapres tergabung dalam tim SSB YPK Betlehem yang mengenakan kaos merah dan berhadapan dengan SSB Yehuda yang tampil dengan kaos hijau. Pertandingan semakin menarik karena turut diperkuat Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Vernando Wanggai, yang sebelumnya menjabat sebagai Penjabat Gubernur Papua Pegunungan. Sejumlah wartawan nasional juga ikut ambil bagian dalam pertandingan tersebut.


Laga berlangsung seru dan menjunjung tinggi sportivitas. Tim SSB YPK Betlehem berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 5–2. Wapres Gibran sendiri tampil aktif dan menyumbangkan dua gol bagi kemenangan timnya, disambut sorak gembira para pemain muda dan penonton yang hadir di sekitar lapangan.


SSB YPK Betlehem pada pertandingan ini dipimpin oleh Gento (17) sebagai kapten tim. Sementara itu, SSB Yehuda dikapteni oleh Franky (16) yang berposisi sebagai sayap kiri. Di sela kegiatan, Franky mengaku sangat senang mendapat kesempatan bermain langsung bersama Wakil Presiden.


“Senang sekali. Harapannya semoga Pak Wapres dengan main ini bisa lihat kami, SSB yang ada di Wamena ini, dan bisa membantu kami dengan perlengkapan latihan seperti bola, marker, sepatu, dan alat-alat lainnya,” ujar Franky, siswa kelas XI SMA yang aktif berlatih di SSB Yehuda.


Franky juga menyampaikan bahwa fasilitas latihan sepak bola di Wamena masih sangat terbatas. “Tempat latihan kami masih tanah, kontur lapangannya naik turun. Harapannya ke depan bisa ada dukungan untuk perlengkapan dan fasilitas bermain sepak bola,” tambahnya.


Kehangatan kegiatan ini juga dirasakan oleh awak media yang turut bermain. Wartawan RRI, Tegar Haniv, menilai pertandingan berlangsung cair dan penuh keakraban. “Seru dan senang bisa diberikan kesempatan bermain bersama Mas Wapres dan anak-anak Papua. Meski udara cukup dingin, suasananya hangat, apalagi pemandangan pegunungan di sekitar lapangan sangat indah,” katanya.


Hal senada disampaikan wartawan CNN Indonesia TV, Yusuf Teddy Zuhary. Ia mengaku menikmati suasana permainan meski sudah lama tidak bermain sepak bola. “Memang agak ngos-ngosan, tapi fun. Cuaca Wamena sejuk, jadi tidak terlalu capek. Lapangannya juga keren karena dikelilingi pegunungan,” ujarnya.


Sekolah Sepak Bola (SSB) di Wamena merupakan bagian penting dari pembinaan olahraga usia dini di Papua Pegunungan yang berada di bawah koordinasi Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Jayawijaya. Keberadaan SSB tidak hanya menjadi wadah pengembangan bakat sepak bola, tetapi juga sarana membangun karakter, disiplin, dan semangat sportivitas generasi muda. Melalui dukungan berkelanjutan dari pemerintah, diharapkan pembinaan olahraga di Papua Pegunungan dapat melahirkan atlet berprestasi sekaligus generasi muda yang sehat dan berdaya saing di masa depan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas