Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Tinjau Inovasi Hilirisasi dan Teknologi Pertanian Modern Saat Panen Raya di Karawang

8 Januari 2026, 11:26 WIB

 

Presiden Prabowo Tinjau Inovasi Hilirisasi dan Teknologi Pertanian Modern Saat Panen Raya di Karawang

INDOTORIAL.COM - KARAWANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern dalam rangkaian kegiatan Panen Raya Nasional yang digelar di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan bernilai tambah tinggi.


Dalam peninjauan tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan secara langsung proses pengolahan lahan pertanian menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) berbasis teknologi otonom. Beberapa teknologi yang ditampilkan antara lain traktor tanpa awak, rice transplanter otomatis, hingga demonstrasi penggunaan drone pertanian untuk pemupukan dan pemantauan kondisi tanaman. Tak hanya itu, Presiden juga melihat pemanfaatan pompa air otomatis yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi sistem irigasi di lahan persawahan.


Pemanfaatan teknologi pertanian modern ini dinilai mampu menjawab tantangan sektor pertanian nasional, mulai dari keterbatasan tenaga kerja hingga kebutuhan peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan. Dalam suasana yang santai namun penuh perhatian, Presiden Prabowo tampak berdialog dengan para petani dan operator alsintan untuk mendengarkan langsung pengalaman mereka di lapangan.


Selain meninjau teknologi di area persawahan, Kepala Negara juga mengunjungi Pameran Hilirisasi Pertanian yang menampilkan beragam inovasi pengolahan hasil pertanian dan perkebunan dari berbagai daerah di Indonesia. Pameran ini memperlihatkan bagaimana produk pertanian tidak hanya berhenti sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Presiden Prabowo bahkan turut mencicipi sejumlah produk olahan yang dipamerkan, mulai dari hasil perkebunan hingga produk turunan pangan.


Salah satu inovasi yang menarik perhatian dalam pameran tersebut adalah pengembangan produk gambir, komoditas unggulan yang berasal dari tanaman endemik Indonesia. Muhammad Makky dari Universitas Andalas menjelaskan bahwa gambir memiliki potensi strategis yang sangat besar bagi perekonomian nasional.


“Gambir merupakan satu-satunya tanaman yang dapat tumbuh di Indonesia dan tidak dapat ditumbuhkan di negara lainnya. Jadi itu merupakan suatu tanaman endemik dan keunggulan karena tidak ada pesaing dari negara lain,” ujarnya.


Ia menjelaskan, gambir diolah dari daun tanaman yang direbus dan diperas hingga menghasilkan getah berbentuk pasta. Pasta tersebut kemudian mengeras menjadi bongkahan yang mengandung dua komponen aktif utama, yakni tanin dan katekin, yang sangat dibutuhkan dalam berbagai industri dunia, mulai dari farmasi, kosmetik, hingga pangan.


Namun, Muhammad Makky menyoroti bahwa selama ini Indonesia masih mengekspor gambir dalam bentuk bongkahan mentah. Akibatnya, nilai tambah terbesar justru dinikmati oleh negara lain yang mengolahnya lebih lanjut. Karena itu, ia berharap adanya dukungan kuat dari pemerintah untuk mendorong industri hilirisasi gambir di dalam negeri.


“Harapannya tentu Bapak Presiden dan melalui pembantu Presiden, Menteri, dan struktur lainnya memberikan kesempatan dibukanya industri hilirisasi gambir, khususnya di sentra produksi yaitu di Sumatra Barat dan juga Sumatra Utara,” katanya.


Kunjungan Presiden Prabowo dalam Panen Raya ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah serius mendorong modernisasi pertanian sekaligus memperkuat hilirisasi produk pertanian nasional. Dengan dukungan teknologi dan kebijakan yang tepat, sektor pertanian diharapkan tidak hanya menjadi penopang ketahanan pangan, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan petani di berbagai daerah.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas