Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Terima Rosan Roeslani di Hambalang, Bahas Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy Senilai Rp100 Triliun

6 Januari 2026, 11:42 WIB

 

Presiden Prabowo Terima Rosan Roeslani di Hambalang, Bahas Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy Senilai Rp100 Triliun

INDOTARIAL.COM – Bogor. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, dalam sebuah pertemuan strategis yang digelar di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Bogor, pada Minggu sore, 4 Januari 2026.


Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda penting yang berkaitan langsung dengan arah kebijakan investasi dan hilirisasi nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo. Fokus utama pembahasan mencakup percepatan proyek hilirisasi, investasi strategis, hingga pengembangan energi berbasis pengelolaan sampah.


“Minggu sore, Presiden Prabowo menerima Kepala Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulis.


Salah satu poin utama yang dibahas adalah perkembangan lima titik proyek hilirisasi yang akan digarap oleh BPI Danantara. Proyek-proyek tersebut direncanakan akan memasuki tahap groundbreaking pada awal bulan depan, sebagai bagian dari upaya percepatan industrialisasi berbasis sumber daya alam dalam negeri.


“Dalam pertemuan tersebut dibahas tiga poin utama, salah satunya perkembangan lima titik proyek hilirisasi oleh Danantara yang akan melakukan groundbreaking di awal bulan depan,” ungkap Teddy.


Lebih lanjut, Teddy menjelaskan bahwa proyek hilirisasi tersebut akan tersebar di beberapa provinsi strategis di Indonesia. Total nilai investasi yang digelontorkan tidak main-main, yakni mencapai 6 miliar dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp100 triliun. Investasi ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan nilai tambah komoditas nasional, hingga penguatan daya saing industri dalam negeri.


Selain proyek hilirisasi, Presiden Prabowo dan Rosan Roeslani juga membahas perkembangan proyek Waste to Energy, sebuah program yang berfokus pada penertiban dan modernisasi pengelolaan sampah. Pemerintah menilai proyek ini sangat strategis karena tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.


“Perkembangan proyek Waste to Energy juga dibahas, khususnya terkait penertiban pengelolaan sampah, sehingga volume sampah terbuka dapat berkurang dan di saat yang sama memberikan manfaat ekonomi,” jelas Seskab Teddy.


Program Waste to Energy dinilai sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang diusung pemerintahan Prabowo Subianto. Dengan pendekatan teknologi ramah lingkungan, proyek ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah.


Pertemuan di Hambalang tersebut mencerminkan komitmen kuat Presiden Prabowo dalam mendorong hilirisasi industri, peningkatan investasi strategis, serta transformasi ekonomi hijau. Melalui sinergi antara pemerintah dan lembaga pengelola investasi seperti Danantara, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan dapat tercapai secara simultan.


Langkah ini juga menegaskan arah kebijakan ekonomi nasional yang tidak hanya berorientasi pada angka investasi, tetapi juga pada kualitas, dampak jangka panjang, dan keberlanjutan bagi lingkungan serta masyarakat luas.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas