Iklan

Iklan

,

Iklan

Indonesia Ukir Sejarah, Swasembada Pangan 2025 Tercapai Lebih Cepat dari Target Nasional

9 Januari 2026, 12:35 WIB

 

Indonesia Ukir Sejarah, Swasembada Pangan 2025 Tercapai Lebih Cepat dari Target Nasional

INDOTORIAL.COM - KARAWANG – Indonesia mencatatkan tonggak sejarah baru dalam pembangunan nasional dengan berhasil mencapai swasembada pangan pada tahun 2025. Capaian ini dinilai istimewa karena berhasil diraih jauh lebih cepat dari target nasional, yakni hanya dalam waktu satu tahun dari target empat tahun yang sebelumnya ditetapkan pemerintah.


Momentum bersejarah tersebut ditandai melalui Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional Tahun 2025 yang digelar di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026. Acara ini menjadi simbol keberhasilan Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan pangan strategis.


Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan fondasi utama kedaulatan dan kemerdekaan sebuah bangsa. Menurut Presiden, suatu negara tidak dapat disebut benar-benar merdeka apabila kebutuhan pangannya masih bergantung pada negara lain.


“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan, tergantung bangsa lain,” tegas Presiden Prabowo dalam sambutannya.


Capaian swasembada pangan tahun 2025 tercermin dari berbagai indikator utama yang menunjukkan penguatan signifikan sektor pertanian nasional. Produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,71 juta ton, meningkat sebesar 4,09 juta ton atau 13,36 persen dibandingkan tahun 2024. Peningkatan produksi tersebut menghasilkan surplus beras sebesar 3,52 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang tahun 2025.


Selain peningkatan produksi, cadangan pangan nasional juga menunjukkan kondisi yang sangat kuat. Stok beras Perum Bulog pada akhir 2025 tercatat mencapai 3,24 juta ton, dan bahkan sempat menyentuh puncak 4,2 juta ton, yang merupakan stok tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan pangan nasional. Kondisi ini memberikan ruang kebijakan yang lebih stabil bagi pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di dalam negeri.


Keberhasilan swasembada pangan tidak hanya berdampak pada ketahanan nasional, tetapi juga dirasakan langsung oleh para petani. Nilai Tukar Petani (NTP) tahun 2025 mencapai 125,35, tertinggi dalam 25 tahun terakhir. Angka tersebut mencerminkan peningkatan signifikan daya beli serta kesejahteraan petani di berbagai daerah.


Dari sisi perdagangan, sektor pertanian nasional juga menunjukkan kinerja yang positif. Nilai ekspor pertanian pada periode Januari–Oktober 2025 mencapai Rp629,7 triliun, meningkat 33,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menegaskan bahwa pertanian Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga semakin kompetitif di pasar global.


Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan 2025 bukanlah titik akhir, melainkan fondasi awal menuju kemandirian nasional yang berkelanjutan. Ke depan, pemerintah berkomitmen menjaga konsistensi produksi, memperluas swasembada ke komoditas strategis lainnya, serta memastikan manfaat pembangunan pertanian dirasakan secara merata oleh petani, nelayan, dan seluruh masyarakat Indonesia.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas