Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Tegaskan Bonus Atlet SEA Games Bukan Sekadar Uang, tapi Tabungan Masa Depan

9 Januari 2026, 12:39 WIB

 

Presiden Prabowo: Bonus Atlet SEA Games Bukan Sekadar Uang, tapi Tabungan Masa Depan

INDOTORIAL.COM - Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa penghargaan dan bonus yang diberikan negara kepada atlet berprestasi bukanlah sekadar bentuk pembayaran atas kemenangan. Lebih dari itu, bonus tersebut merupakan amanah sekaligus tabungan masa depan atas pengorbanan, dedikasi, dan kerja keras para atlet dalam mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.


Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan penghargaan kepada atlet peraih prestasi pada ajang SEA Games ke-33 Thailand Tahun 2025. Acara penyerahan penghargaan itu digelar secara resmi di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 8 Januari 2026, dan dihadiri para atlet, pelatih, serta jajaran pejabat terkait.


“Kalau kita memberi penghargaan berupa uang, maksudnya itu justru untuk menjadi tabunganmu dalam masa-masa yang akan datang. Bukan hanya seolah-olah kita membayar upah. Tidak. Ini adalah penghargaan,” ujar Presiden Prabowo dalam amanatnya.


Presiden menekankan bahwa pencapaian atlet di tingkat internasional tidak datang secara instan. Menurutnya, para atlet telah mengorbankan banyak hal, mulai dari waktu bersama keluarga, kenyamanan hidup di usia muda, hingga tenaga dan pikiran yang dicurahkan sepenuhnya demi prestasi.


Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya ketangguhan mental bagi atlet yang tampil di ajang internasional. Ia menilai bahwa kemampuan fisik saja tidak cukup tanpa didukung mental baja dan semangat juang yang kuat.


“Menjadi atlet itu membutuhkan mental yang khusus. Menjadi atlet yang dipilih di kancah internasional itu mentalnya lebih khusus lagi. Orang yang tidak punya semangat tidak mungkin bisa tampil di tingkat internasional,” tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menggambarkan kondisi ekstrem yang kerap dihadapi atlet, termasuk saat berada di titik kelelahan dan hampir menyerah. Namun, demi bangsa dan negara, para atlet tetap menemukan kekuatan untuk bertanding. Salah satu contoh yang disampaikan Presiden adalah atlet cabang eventing berkuda yang tetap berlaga meski mengalami cedera serius sebelum pertandingan.


Presiden menyebut semangat tersebut sebagai teladan luar biasa yang patut dihargai. Ia juga mengapresiasi langkah Panglima TNI yang memberikan kenaikan pangkat kepada atlet tersebut. “Saya terima kasih Panglima TNI, langsung disekolahkan untuk jadi perwira. Terima kasih,” ucap Presiden Prabowo.


Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dalam laporannya menegaskan bahwa pemerintah memastikan penyaluran bonus atlet dan pelatih dilakukan secara transparan dan langsung kepada penerima. Selain itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga juga memberikan pembekalan literasi keuangan kepada para atlet dan pelatih.


“Kami juga memberikan literasi keuangan kepada hampir 400 pelatih dan atlet selama kurang lebih 1,5 jam. Ini sesuai arahan Bapak Presiden bahwa bonus ini adalah amanah untuk masa depan mereka yang harus dijaga,” jelas Erick Thohir.


Presiden Prabowo pun berpesan agar bonus yang diterima digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Ia mengingatkan para atlet yang masih berusia muda agar tidak menghabiskan bonus untuk hal-hal yang tidak produktif.


“Saya titip sama saudara-saudara, saudara masih muda. Jangan dipakai untuk yang tidak positif. Berbuat yang baik, tabung untuk orang tua, untuk dirimu,” pungkas Presiden.


Sebagai informasi, atlet perorangan peraih medali emas SEA Games 2025 menerima bonus sebesar Rp1 miliar, perak Rp315 juta, dan perunggu Rp157,5 juta. Untuk atlet ganda, bonus emas sebesar Rp800 juta, perak Rp252 juta, dan perunggu Rp126 juta. Sementara atlet beregu peraih emas mendapat Rp500 juta, perak Rp220,5 juta, dan perunggu Rp110,25 juta.


Tidak hanya atlet, para pelatih juga memperoleh bonus sebagai bentuk apresiasi negara. Pelatih perorangan atau ganda dengan atlet peraih emas mendapatkan Rp300 juta, perak Rp126 juta, dan perunggu Rp63 juta. Sedangkan pelatih beregu memperoleh bonus Rp400 juta untuk emas, Rp189 juta untuk perak, dan Rp94,5 juta untuk perunggu.


Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan menghargai setiap tetes keringat para atlet Indonesia yang telah mengibarkan Merah Putih di panggung olahraga internasional.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas