Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Bentuk Kepedulian Negara terhadap Gizi Anak Indonesia

7 Januari 2026, 11:24 WIB

 

Presiden Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Bentuk Kepedulian Negara terhadap Gizi Anak Indonesia

Indotorial.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis nasional yang lahir dari kepedulian mendalam negara terhadap kondisi gizi anak-anak Indonesia. Program ini dirancang sebagai intervensi langsung dan terukur untuk menyelamatkan masa depan generasi bangsa dari ancaman malnutrisi, stunting, dan kemiskinan struktural.


Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Taklimat Awal Tahun yang digelar pada Selasa, 6 Januari 2026, di Hambalang, Kabupaten Bogor. Dalam forum tersebut, Kepala Negara memaparkan fakta-fakta yang cukup memprihatinkan terkait kondisi gizi anak Indonesia berdasarkan berbagai kajian nasional.


Menurut Presiden, lebih dari 20 hingga 30 persen anak Indonesia masih mengalami kekurangan gizi. Kondisi ini bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga menghambat pertumbuhan dan perkembangan mental anak.


“Itu yang jelas dikatakan malnutrisi, stunting, badannya sangat lemah, pertumbuhannya tidak normal. Kemudian ternyata puluhan juta anak-anak Indonesia berangkat sekolah tanpa makan pagi. Banyak juga makan mereka hanya nasi dengan daun-daun,” ujar Presiden Prabowo.


Presiden menilai situasi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Negara, kata dia, wajib hadir untuk melakukan intervensi nyata demi memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak, khususnya di usia pertumbuhan.


55 Juta Penerima Manfaat dalam Satu Tahun


Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis telah berjalan selama satu tahun dan menunjukkan capaian yang signifikan. Hingga 6 Januari 2026, program ini telah menjangkau 55 juta penerima manfaat, termasuk anak-anak sekolah dan ibu hamil di seluruh Indonesia.


“Hari ini adalah 6 Januari 2026 dan kita sudah mencapai hari ini dilaporkan kepada saya 55 juta penerima manfaat. 55 juta anak-anak Indonesia menerima makan tiap hari dan termasuk ibu-ibu hamil. Ini sesuatu yang membanggakan juga,” ucap Presiden.


Capaian tersebut menjadikan MBG sebagai salah satu program sosial terbesar dalam sejarah Indonesia, sekaligus menjadi fondasi penting dalam upaya membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas.


Evaluasi Ketat, Keberhasilan Capai 99 Persen


Meski demikian, Presiden Prabowo tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan dan potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG. Ia menegaskan bahwa evaluasi dilakukan secara objektif dan berkelanjutan guna memastikan program berjalan tepat sasaran.


Berdasarkan laporan yang diterimanya, tingkat keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis mencapai 99 persen. Sisa kekurangan yang sangat kecil pun terus diperbaiki melalui pengawasan dan langkah pengamanan yang diperketat.


“Dengan kekurangan 0,00 sekian itu pun bagi kita sesuatu yang harus kita atasi. Langkah demi langkah, pengawasan demi pengawasan, langkah-langkah pengamanan terus kita lakukan. Tapi intinya adalah bahwa kita intervensi,” jelasnya.


Komitmen Menghapus Kelaparan dan Kemiskinan


Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemimpin yang bertanggung jawab tidak boleh ragu dalam mengambil langkah besar untuk menghapus kelaparan dan kemiskinan. Ia mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk tetap yakin dan konsisten berada di jalur yang benar demi kepentingan rakyat dan keselamatan bangsa.


“Kalau niat kita bersih, niat kita tidak mencuri uang rakyat, kita berbuat untuk kepentingan rakyat, kepentingan bangsa kita, keselamatan bangsa kita, kita tidak perlu ragu-ragu, kita tidak perlu sedikitpun gentar,” tandas Presiden.


Dengan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berharap mampu menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi di masa depan. Program ini sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin hak dasar rakyat, khususnya anak-anak sebagai aset bangsa.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas