INDOTORIAL.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan arah pembangunan nasional yang tidak semata-mata mengejar pertumbuhan ekonomi. Menurut Presiden, pembangunan yang ideal harus disertai keberanian politik dan kebijakan nyata agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama rakyat kecil.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam momentum peresmian program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pemerintah yang bertujuan membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tanpa pemerataan hanya akan melahirkan ketimpangan dan tidak membawa manfaat optimal bagi bangsa.
“Pertumbuhan harus disertai oleh pemerataan. Suatu sistem yang tidak cepat mengusahakan, mengupayakan pemerataan, sistem itu kurang bermanfaat bagi sebuah bangsa,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para undangan.
Presiden mengingatkan kembali bahwa tujuan utama bernegara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah memajukan kesejahteraan umum serta melindungi segenap bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, setiap kebijakan negara harus berpihak kepada rakyat secara luas, bukan hanya menguntungkan kelompok atau golongan tertentu.
“Tujuan bernegara kita, tujuan kita merdeka adalah untuk membawa kesejahteraan, kehidupan yang lebih baik untuk seluruh rakyat Indonesia. Berkali-kali pendiri-pendiri bangsa kita menggarisbawahi itu,” tegas Kepala Negara.
Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menilai Sekolah Rakyat sebagai salah satu bentuk konkret dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada keadilan sosial. Program ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia.
Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk para kepala daerah, yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung dan menyukseskan program Sekolah Rakyat di berbagai wilayah. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah disebut menjadi kunci agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Ini bukti kita berbuat, sehingga anak-anak kita hari ini yang tadinya mungkin sulit sekolah, sekarang mereka punya harapan,” kata Presiden.
Kepala Negara mengaku terkesan dengan potensi dan kemampuan para siswa Sekolah Rakyat. Bahkan, Presiden menyoroti kemampuan beberapa anak yang sudah mampu berpidato dalam berbagai bahasa, sebuah hal yang menurutnya mencerminkan besarnya potensi generasi muda Indonesia jika diberi kesempatan dan fasilitas yang memadai.
“Saya terkesima hari ini, terus terang saja, terkesima. Bisa ada anak yang pidatonya dalam beberapa bahasa, luar biasa,” ungkapnya.
Lebih jauh, Presiden Prabowo berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi fondasi lahirnya generasi unggul Indonesia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan daya saing global. Program ini dinilai sejalan dengan visi besar pemerintah dalam membangun sumber daya manusia sebagai pilar utama pembangunan nasional.
Dengan diresmikannya Sekolah Rakyat, pemerintah menegaskan kembali kehadiran negara dalam memastikan hak dasar pendidikan bagi seluruh warga negara. Langkah ini sekaligus menjadi simbol nyata bahwa pembangunan berkeadilan bukan sekadar wacana, melainkan diwujudkan melalui kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat.
Melalui pendekatan pembangunan yang menyeimbangkan pertumbuhan dan pemerataan, Presiden Prabowo optimistis Indonesia mampu melangkah menuju masa depan yang lebih adil, inklusif, dan sejahtera bagi seluruh rakyat.
(Indotorial.com)
