Indotorial.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia, termasuk bencana alam yang melanda sejumlah wilayah, justru menjadi bukti nyata kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurut Presiden, rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan bahwa Indonesia bukan negara yang rapuh, melainkan bangsa besar yang mampu bertahan dan bangkit melalui kerja kolektif seluruh elemen pemerintahan.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Taklimat Awal Tahun bersama seluruh jajaran Kabinet Merah Putih yang digelar di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/1/2026). Dalam forum strategis itu, Presiden menekankan bahwa tahun 2025 telah menjadi bukti konkret ketangguhan negara, dan keyakinan tersebut akan terus diperkuat sepanjang 2026.
“Negara kita telah mampu dan terus-menerus membuktikan kepada rakyat kita, dan sesungguhnya kepada diri kita sendiri serta kepada elit kita, bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia punya kekuatan. Kita memahami itu dan telah membuktikannya di tahun 2025, dan akan kita buktikan kembali di tahun 2026 ini,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden menyadari bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Mulai dari bencana alam, dinamika geopolitik global, hingga tekanan ekonomi dunia menjadi ujian serius bagi pemerintahan. Namun demikian, Prabowo menilai bahwa justru dalam situasi sulit tersebut, kekompakan dan kepemimpinan nasional diuji dan diperlihatkan kepada publik.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih serta pimpinan lembaga negara. Ia menyebut para menteri dan pejabat tinggi negara sebagai elemen inti yang menopang jalannya pemerintahan dan keberhasilan berbagai program strategis nasional.
“Saya ingin menggunakan kesempatan pertama di awal taklimat ini untuk menyampaikan terima kasih saya yang sedalam-dalamnya dari hati saya. Terima kasih saya sebagai Presiden, sebagai pemimpin, sebagai penerima mandat dari rakyat Indonesia, sebagai nakhoda, kepada pembantu-pembantu saya yang paling inti,” kata Prabowo dengan nada tegas namun hangat.
Presiden menegaskan bahwa capaian pemerintahan sejauh ini tidak mungkin diraih tanpa kerja keras, loyalitas, dan dedikasi seluruh anggota kabinet. Ia menilai bahwa tanggung jawab memimpin negara sebesar Indonesia menuntut sinergi yang kuat antarkementerian dan lembaga.
“Saya menyampaikan penghargaan kepada saudara-saudara sekalian. Tidak mungkin saya sebagai Presiden bisa melaporkan berbagai capaian ini kepada bangsa tanpa kerja keras saudara-saudara semuanya,” lanjutnya.
Lebih jauh, Presiden Prabowo menekankan pentingnya inisiatif dan keberanian dalam pengambilan keputusan di level pemerintahan. Menurutnya, kepemimpinan yang efektif tidak dibangun dari sikap pasif atau ketergantungan pada arahan semata, melainkan dari pemahaman menyeluruh terhadap visi besar negara.
“Pemimpin sejati adalah mereka yang memahami strategi besar, memahami tujuan, dan memahami direktif pemimpin. Yang dipahami adalah arah besar dan petunjuk umum, bukan setiap keputusan harus menunggu instruksi atasan,” tandas Presiden.
Pesan tersebut dinilai sebagai penegasan arah kepemimpinan Presiden Prabowo di awal 2026, sekaligus dorongan bagi jajaran Kabinet Merah Putih untuk terus bergerak cepat, responsif, dan berani mengambil keputusan strategis demi kepentingan bangsa. Dengan fondasi kepemimpinan yang kuat dan solidaritas nasional, pemerintah optimistis Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan dan menjaga stabilitas NKRI di masa mendatang.
(Indotorial.com)
