Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Klaim Capaian Tahun Pertama Pemerintahan Membanggakan, Swasembada Pangan Jadi Fondasi Utama

7 Januari 2026, 11:21 WIB

 

Presiden Prabowo Klaim Capaian Tahun Pertama Pemerintahan Membanggakan, Swasembada Pangan Jadi Fondasi Utama

INDOTORIAL.COM - Bogor – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa capaian pemerintahan selama tahun pertama masa kepemimpinannya layak untuk dibanggakan. Menurut Presiden, berbagai kebijakan dan program strategis yang dijalankan sejak awal pemerintahan bukanlah langkah spontan, melainkan hasil dari perencanaan panjang yang disusun secara tertulis, terukur, dan berbasis kajian mendalam selama puluhan tahun.


Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan Taklimat Awal Tahun kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih yang digelar di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Selasa, 6 Januari 2026. Dalam kesempatan itu, Presiden mengingatkan bahwa visi transformasi bangsa yang ditawarkan kepada rakyat sejak masa pencalonan kini mulai menunjukkan hasil nyata.


“Apa yang kita telah capai, menurut saya sangat membanggakan. Kita maju ke hadapan rakyat dengan sesuatu strategi, strategi tertulis, strategi terukur, strategi melalui kajian puluhan tahun,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para menteri dan pejabat tinggi negara.


Presiden Prabowo menekankan bahwa inti dari seluruh strategi pembangunan nasional adalah mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang mandiri dan mampu berdiri di atas kekuatan sendiri. Dalam konteks tersebut, swasembada pangan menjadi pilar utama yang tidak bisa ditawar dan menjadi prioritas utama pemerintah.


“Bangsa Indonesia harus mandiri, bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri, dan di situ elemen utamanya adalah swasembada pangan. Tidak ada bangsa yang merdeka, bila mana bangsa itu tidak bisa menjamin makan untuk rakyatnya,” tegas Presiden.


Lebih lanjut, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa konsep swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah tidak hanya terbatas pada kecukupan beras semata. Swasembada pangan, menurutnya, mencakup seluruh kebutuhan pangan rakyat, mulai dari sumber karbohidrat hingga protein, baik hewani maupun nabati. Dengan terpenuhinya kebutuhan pangan nasional, ketahanan sosial dan ekonomi bangsa diyakini akan semakin kuat.


Selain pangan, Presiden juga menyoroti pentingnya swasembada energi sebagai fondasi kemakmuran jangka panjang. Ketergantungan terhadap impor energi dari negara lain dinilai dapat menghambat upaya Indonesia untuk keluar dari jerat kemiskinan dan ketimpangan.


“Kalau kita tergantung dengan bangsa lain untuk energi kita, tidak mungkin kita makmur, tidak mungkin kita lepas dari kemiskinan,” ujar Presiden Prabowo.


Dalam taklimat tersebut, Presiden Prabowo juga mengaitkan pentingnya kemandirian nasional dengan dinamika global yang kian tidak menentu. Ia menyinggung konflik di sejumlah negara pemasok pangan dunia serta pengalaman Indonesia saat menghadapi pandemi Covid-19, di mana banyak negara menutup keran ekspor pangan demi kepentingan domestik masing-masing.


“Kita juga pernah mengalami Covid. Semua negara pengekspor makanan menutup. Kita tidak bisa impor walaupun kita punya uang,” ungkap Presiden, menegaskan bahwa ketersediaan pangan dalam negeri adalah soal strategis yang menyangkut kedaulatan bangsa.


Sebagai bukti konkret dari strategi tersebut, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras lebih cepat dari target awal yang ditetapkan selama empat tahun. Bahkan, cadangan beras pemerintah saat ini disebut berada pada level tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.


“Hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton. Tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Ini saya kira adalah akibat kerja keras semua unsur,” pungkas Presiden.


Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa arah kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai memberikan hasil nyata. Dengan fokus pada swasembada pangan dan energi, pemerintah optimistis Indonesia mampu menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat fondasi kemandirian nasional di masa depan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas