Indotorial.com – Jakarta. Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa pelajar diaspora Indonesia memiliki posisi strategis sebagai mitra penting dalam pembangunan nasional. Menurutnya, keberadaan mahasiswa Indonesia di luar negeri bukan hanya sekadar bagian dari komunitas akademik global, tetapi juga aset besar bangsa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memperluas jejaring internasional Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Gibran saat menerima 17 pengurus dan anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (03/12/2025). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi pemerintah dengan pelajar diaspora, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai percepatan penguatan SDM sebagai fondasi Indonesia Emas 2045.
Kolaborasi Pendidikan Global Sebagai Pondasi Penguatan SDM
Koordinator PPI Dunia, Andika Ibrahim Nasution, mengungkapkan bahwa Wapres Gibran sangat menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa di dalam negeri dan luar negeri. Hal ini diyakini mampu memperkuat ekosistem pendidikan nasional yang lebih adaptif terhadap perkembangan global.
“Bapak Wakil Presiden mendorong kualitas pendidikan yang terbangun melalui kolaborasi antara mahasiswa di Indonesia dan diaspora. Kami juga mendapat dukungan terhadap program Bantu Guru Melihat Dunia, salah satu program unggulan PPI Dunia,” ujar Andika usai pertemuan.
Dalam dialog tersebut, PPI Dunia memaparkan tujuh isu prioritas, termasuk dorongan agar pemerintah memperkuat kerja sama pendidikan dengan pelajar Indonesia di 68 PPI negara. Mereka menilai bahwa sinergi diaspora dapat menghadirkan transfer ilmu yang lebih efektif, terutama pada sektor-sektor strategis pendidikan nasional.
Penguatan Kompetensi Guru di Era AI
Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus adalah peningkatan kompetensi guru, terutama menghadapi tantangan era kecerdasan buatan (AI). Menurut Andika, Wapres Gibran menegaskan bahwa kualitas guru harus lebih unggul dibandingkan siswanya agar mampu bersaing dalam ekosistem pendidikan modern.
“Mas Wapres menekankan pentingnya guru memiliki kualitas jauh lebih baik dari siswanya. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar di tengah perkembangan teknologi,” tambah Andika, yang juga merupakan anggota Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPMI) Yordania.
Isu Papua, Perlindungan Hukum, dan Tenaga Musiman Haji
Tak hanya soal pendidikan, PPI Dunia juga mengangkat isu penting lainnya seperti perhatian terhadap Papua serta perlindungan hukum bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri. Menurut mereka, pelajar diaspora membutuhkan jaminan perlindungan dan payung hukum yang jelas.
“Kami butuh perlindungan khusus sebagai pelajar yang tinggal di luar negeri. Wapres berkomitmen untuk menindaklanjuti hal ini bersama Kementerian Luar Negeri,” jelas Andika.
PPI Dunia juga mengusulkan agar mahasiswa diaspora, khususnya yang berada di kawasan Timur Tengah, diberdayakan lebih luas sebagai tenaga musiman haji. Mereka menilai mahasiswa memiliki pemahaman lapangan yang baik dan dapat membantu pelayanan jemaah.
Policy Brief dan Dukungan Berkelanjutan
Perwakilan PPI Belanda, Vadaukas Valubia Laudza, mengungkapkan bahwa Wapres Gibran menyambut positif policy brief yang diserahkan, termasuk rekomendasi penanganan bencana di Sumatera.
“Mas Wapres menyampaikan bahwa policy brief ini berpotensi menjadi program strategis berkelanjutan antara pemerintah dan pelajar Indonesia di luar negeri,” ujarnya.
Wapres Gibran Apresiasi Komitmen Diaspora
Di akhir pertemuan, Wapres Gibran memberikan apresiasi atas inisiatif dan konsistensi PPI Dunia dalam mendorong ekosistem berbagi pengetahuan dan memperluas kolaborasi lintas negara. Pemerintah, menurutnya, akan terus mendukung langkah-langkah strategis yang diinisiasi pelajar diaspora.
Pertemuan ini menegaskan bahwa pelajar Indonesia di mancanegara bukan hanya diaspora akademik, melainkan mitra strategis dalam perjalanan Indonesia menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
(Indotorial.com)
