Indotorial.com — Usai meninjau wilayah terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada Rabu (03/12/2025), Gibran Rakabuming Raka — Wakil Presiden Republik Indonesia — melanjutkan rangkaian peninjauan langsung ke Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, Kamis (04/12/2025). Kedatangan ini sebagai wujud peran aktif pemerintah menanggapi krisis kemanusiaan, sekaligus mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.
Data BNPB: Ribuan Warga Terkena Dampak Banjir dan Longsor
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 3 Desember 2025, setidaknya 5.286 kepala keluarga (KK) mengungsi, dari total 21.143 jiwa terdampak banjir dan longsor di Aceh Singkil. Angka ini menunjukkan dampak besar yang memerlukan respons cepat dan tepat.
Rombongan Wapres Tiba di Aceh Singkil: Fokus pada Bantuan dan Logistik
Dari lokasi awal di PTPN Batang Toru, Tapanuli Selatan, Wapres bersama rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan Helikopter VVIP Kepresidenan Super Puma menuju Aceh Singkil. Setibanya di Bandar Udara Syekh Hamzah Fansyuri, Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, rombongan langsung bergerak ke Desa Ujung Bawang, Kecamatan Singkil — menggunakan kendaraan darat — untuk meninjau langsung lingkungan terdampak.
Di lokasi, Wapres didampingi Kepala BNPB Suharyanto dan Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon. Kehadiran mereka untuk memastikan bahwa bantuan dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi tepat waktu.
Bantuan Mendesak dari BUMN Diserahkan — 200 Paket Logistik Tiba di Tangan Warga
Sebagai bagian dari program “Penyerahan Bantuan Bencana Hidrometeorologi”, dua BUMN besar — PT BSI dan PT Pupuk Indonesia (Persero) — menyerahkan 200 paket logistik. Isi paket meliputi beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, susu formula/UHT, air mineral, mie instan, roti kering atau biskuit, dan obat-obatan. Secara simbolis, bantuan ini diserahkan oleh Wakil Kepala Pengaturan BUMN Aminuddin Ma’ruf kepada Bupati Safriadi Oyon, untuk selanjutnya didistribusikan ke warga terdampak.
Wapres menyatakan apresiasi tinggi atas respons cepat dunia usaha, serta menyatakan bahwa kolaborasi pemerintah–BUMN adalah kunci percepatan pemulihan masyarakat. “Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban warga terdampak, sekaligus memperkuat dukungan logistik bagi mereka yang masih membutuhkan,” ujarnya.
Peninjauan Infrastruktur — Jembatan dan Akses Jalan Jadi Prioritas
Usai meninjau lokasi banjir, Wapres melanjutkan perjalanan ke Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, guna memeriksa kondisi jembatan dan infrastruktur terdampak. Saat di sana, rombongan mendengarkan laporan teknis dari pemerintah daerah dan tim penanganan bencana, terutama mengenai kondisi jembatan rusak dan akses jalan terputus.
Bupati Safriadi Oyon melaporkan bahwa hujan ekstrem sejak 19 November 2025 lalu telah menyebabkan banjir dan longsor besar. Bencana ini melanda 9 kecamatan dan 67 desa, merusak permukiman, jalan, dan jembatan — serta memaksa ratusan warga mengungsi sebelum situasi membaik secara perlahan. “Menurut sejarah 200 tahun terakhir, belum pernah terjadi seperti ini,” ungkap Safriadi.
Dalam upaya pemulihan, Tim Pemda bersama TNI–Polri bekerja sepanjang waktu membuka akses jalan darurat, mendistribusikan bantuan, serta memperbaiki infrastruktur kritis. Beberapa kebutuhan mendesak yang terus diupayakan: penambahan perahu karet, restorasi jaringan air bersih, logistik darurat, serta percepatan pembangunan tanggul untuk antisipasi banjir susulan.
Safriadi menegaskan bahwa akses utama sempat terputus sama sekali. Dalam kondisi darurat, distribusi logistik bahkan harus menggunakan perahu motor atau sampan karet. Untuk itu, ia berharap pemerintah pusat dapat segera membantu pemulihan infrastruktur, terutama tanggul, jembatan, dan akses jalan menuju daerah terdampak longsor dan banjir — agar bantuan bisa disalurkan secara normal kembali.
Pesan Wapres: Pemulihan Butuh Aksi Cepat dan Terencana
Menutup peninjauan, Wapres meminta Bupati dan Pemda Aceh Singkil menyusun secara lengkap rincian kerusakan dan kebutuhan darurat untuk dibawa ke Jakarta. Hal ini sebagai langkah awal percepatan pendistribusian bantuan serta rehabilitasi jangka panjang.
“Penting bagi kita untuk segera memulihkan kondisi — dari logistik dasar, akses, sampai infrastruktur. Semoga Aceh Singkil dapat segera bangkit kembali,” tutur Wapres sebelum bertolak ke Bandar Udara Syekh Hamzah Fansyuri, kemudian menuju Pangkalan Udara TNI AU Soewondo, Medan — untuk memantau kesiapan logistik bagi wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara lainnya.
Dengan peninjauan lapangan langsung dan langkah cepat dari pemerintah pusat serta kolaborasi dengan BUMN, diharapkan proses pemulihan di Aceh Singkil akan berjalan lebih efektif, dan masyarakat dapat segera kembali ke kehidupan normal.
(Indotorial.com)
