Indotorial.com – Pemerintah Kota Solok bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sumatera Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Pabukoan yang berlokasi di Jalan Cengkeh, Kota Solok. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan masyarakat, khususnya selama bulan suci Ramadan.
Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan berbagai makanan dan minuman berbuka puasa yang dijajakan pedagang. Pasar Pabukoan sendiri dikenal sebagai pusat penjualan takjil favorit warga Kota Solok saat menjelang waktu berbuka, sehingga pengawasan dinilai sangat penting untuk mencegah peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya.
Pelaksana Tugas Kepala BPOM Sumatera Barat, Hilda Murni, menjelaskan bahwa tim BPOM telah mengambil sejumlah sampel makanan dan minuman yang banyak diminati masyarakat. Fokus pemeriksaan diarahkan pada produk minuman berwarna yang kerap menjadi pilihan utama saat berbuka puasa.
“Minuman berwarna yang banyak dijual sekarang untuk berbuka seperti cendol, es rumput laut, dan es yang menggunakan sirup delima kami ambil sampelnya untuk diuji,” ujar Hilda Murni di sela kegiatan sidak.
Menurutnya, pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk memastikan tidak adanya penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya, seperti pewarna tekstil, pemanis buatan berlebihan, maupun zat lain yang tidak layak dikonsumsi. BPOM menegaskan bahwa keamanan pangan menjadi perhatian utama, terlebih di momen Ramadan ketika konsumsi makanan meningkat.
Sementara itu, Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, yang akrab disapa Dhani, menegaskan bahwa sidak ini merupakan langkah preventif untuk melindungi konsumen. Pemerintah Kota Solok menggandeng BPOM dan unsur kepolisian guna memastikan pengawasan berjalan maksimal.
“Kami melakukan sidak bersama BPOM dan Polres di Pasar Pabukoan untuk melihat apakah ada pewarna buatan dan bahan berbahaya. Alhamdulillah, dari hasil pemeriksaan sementara, semuanya negatif,” ungkap Ramadhani.
Ia menambahkan, hasil tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat Kota Solok. Dengan tidak ditemukannya zat berbahaya, masyarakat dapat merasa lebih tenang dan yakin bahwa takjil yang dijual pedagang di Pasar Pabukoan aman dikonsumsi karena menggunakan bahan-bahan alami.
Meski demikian, Ramadhani tetap mengingatkan para pedagang agar tidak lengah dan selalu menjaga kualitas produk yang dijual. Ia menekankan bahwa keuntungan ekonomi tidak boleh mengorbankan kesehatan konsumen.
“Penjual jangan sampai merugikan konsumen. Jika terbukti menggunakan zat berbahaya, tentu akan ditindak tegas. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti sebelum membeli makanan dan minuman berbuka,” tegasnya.
Kegiatan pengawasan pangan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Solok dalam melindungi kesehatan warganya selama bulan puasa. Sidak serupa juga direncanakan akan terus dilakukan secara berkala di berbagai titik penjualan makanan untuk memastikan seluruh produk pangan yang beredar memenuhi standar keamanan.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, BPOM, dan aparat keamanan, diharapkan Ramadan di Kota Solok dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan sehat bagi seluruh masyarakat.
(Indotorial.com)
