Iklan

Iklan

,

Iklan

Sekolah Rakyat hingga Bansos, 166 Sekolah Sudah Beroperasi dan BLTS Tembus Rp27 Triliun

16 Desember 2025, 11:58 WIB

 

Sekolah Rakyat hingga Bansos, 166 Sekolah Sudah Beroperasi dan BLTS Tembus Rp27 Triliun

INDOTORIAL.COM - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan terbaru terkait perkembangan program Sekolah Rakyat serta penyaluran bantuan sosial nasional dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar pada Senin, 15 November 2025. Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan menjadi sorotan penting terkait agenda pembangunan sumber daya manusia dan perlindungan sosial pemerintah.


Dalam pemaparannya, Menteri Sosial menyampaikan bahwa hingga saat ini sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi secara bertahap sejak Juli hingga September 2025. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini belum tersentuh layanan pendidikan berkualitas.


“Semua sekolah rakyat yang sudah berjalan telah dilengkapi dengan laptop siswa, laptop guru, smart board, serta seragam sekolah,” ujar Saifullah Yusuf di hadapan Presiden Prabowo dan jajaran kabinet.


Secara rinci, program Sekolah Rakyat kini telah menampung 15.945 siswa, didukung oleh 2.407 guru, serta 4.442 tenaga kependidikan. Fasilitas penunjang pembelajaran digital disebut menjadi kunci utama agar sekolah rakyat tidak tertinggal dari sekolah formal lainnya.


Sekolah Rakyat Terdampak Bencana


Namun demikian, Mensos juga melaporkan bahwa sembilan Sekolah Rakyat terpaksa menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar akibat terdampak bencana alam. Meski begitu, kondisi tersebut disebut masih terkendali.


“Sekarang dalam tahap pembersihan. Alhamdulillah tidak ada korban,” jelasnya.


Penghentian sementara ini dilakukan demi memastikan keselamatan siswa dan tenaga pendidik, sembari menunggu kondisi sekolah kembali layak digunakan.


Respons Cepat Banjir dan Longsor Aceh-Sumatra


Selain isu pendidikan, Kementerian Sosial juga melaporkan penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh dan Sumatra. Dalam situasi darurat tersebut, Kemensos menyiapkan stok logistik di berbagai tingkat wilayah dan mengoperasikan 39 dapur umum.


Dapur umum ini memproduksi lebih dari 400 ribu porsi makanan per hari untuk memenuhi kebutuhan para penyintas. Tidak hanya itu, pemerintah juga menyalurkan beras reguler lebih dari 100 ton ke wilayah terdampak.


“Total bantuan Kementerian Sosial per 11 Desember kemarin sudah mencapai lebih dari Rp89 miliar,” ungkap Mensos.


Realisasi Bansos 2025 Capai 90 Persen


Dalam laporan yang sama, Mensos turut menyampaikan realisasi bantuan sosial (bansos) tahun 2025 dengan total pagu anggaran sekitar Rp75 triliun. Untuk bansos reguler, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bansos tunai lainnya, realisasi penyaluran telah melampaui 90 persen.


Namun, untuk bansos sembako triwulan IV, realisasinya baru mencapai sekitar 40 persen, lantaran masih menunggu proses pengajuan anggaran tambahan.


BLTS Jangkau 29 Juta KPM


Sorotan utama lainnya adalah pelaksanaan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) yang menjadi kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Hingga saat ini, BLTS telah disalurkan kepada lebih dari 29 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total nilai lebih dari Rp27 triliun.


“Dengan tambahan BLTS ini, penerima bansos kini mencapai lebih dari 35 juta KPM, mencakup desil 1, 2, 3, dan 4,” jelas Saifullah Yusuf.


Untuk memastikan ketepatan sasaran, penyaluran BLTS dilakukan melalui kerja sama antara Kementerian Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), dan pemerintah daerah dalam pemutakhiran data penerima manfaat.


“Mudah-mudahan akhir minggu depan bisa mencapai lebih dari 31 juta KPM,” pungkasnya.


Laporan ini menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pendidikan inklusif sekaligus memperluas jaring pengaman sosial bagi masyarakat Indonesia.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas