Iklan

Iklan

,

Iklan

Presiden Prabowo Ungkap 29 Juta Rakyat Indonesia Belum Punya Rumah, Pemerintah Genjot Solusi Perumahan Nasional

21 Desember 2025, 15:58 WIB

 

Presiden Prabowo Ungkap 29 Juta Rakyat Indonesia Belum Punya Rumah, Pemerintah Genjot Solusi Perumahan Nasional

INDOTORIAL.COM - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara terbuka mengungkapkan bahwa tantangan pemenuhan kebutuhan perumahan nasional masih sangat besar. Hingga saat ini, tercatat sekitar 29 juta rakyat Indonesia belum memiliki rumah, sebuah angka yang menjadi perhatian serius pemerintah dalam mendorong pemerataan kesejahteraan.


Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Acara Akad Massal 50.030 Unit Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Sejahtera FLPP dan Serah Terima Kunci Tahun 2025 di Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Provinsi Banten, Sabtu (20/12/2025). Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa persoalan perumahan rakyat bukan sekadar urusan pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari keadilan sosial.


“Cita-cita kita masih jauh, 29 juta rakyat kita masih belum punya rumah. Jadi, Pak Ara kerja keras, semua menteri kita kontak, kita cari jalannya. Kalau ada kehendak pasti ada jalan,” ujar Presiden Prabowo.


Menurut Kepala Negara, Indonesia sejatinya merupakan negara yang kaya sumber daya. Namun, kekayaan tersebut harus dikelola dengan lebih cermat dan bertanggung jawab agar benar-benar dapat dirasakan oleh rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah yang masih kesulitan mengakses hunian layak.


“Negara kita kaya, tapi kita kadang-kadang harus koreksi diri. Kadang-kadang kita kurang pandai mengelola kekayaan kita. Sekarang, harus kita kelola dengan baik,” tegasnya.


Selain menyoroti isu perumahan, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya persatuan dan kekompakan nasional sebagai kunci utama keberhasilan pembangunan. Dalam keberagaman suku, agama, bahasa, dan latar belakang sosial, Presiden menilai persatuan merupakan kekuatan strategis bangsa Indonesia.


“Dalam satu tahun saya kira kita sudah buktikan kepada rakyat. Banyak yang kita hasilkan untuk rakyat sebagai satu tim yang kompak. Kuncinya adalah kerja sama, unity, persatuan,” ungkap Presiden.


Presiden menambahkan bahwa loyalitas sejati bukan kepada individu, melainkan kepada nilai-nilai kebangsaan. Kesetiaan terhadap tanah air, bangsa, dan rakyat dinilai menjadi fondasi utama agar hasil pembangunan dapat dinikmati secara adil.


“Jangan setia kepada orang, kita harus setia kepada nilai-nilai, setia kepada tanah air, setia kepada bangsa, setia kepada rakyat,” lanjutnya.


Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari petani, nelayan, guru, hingga para kiai di pesantren, semuanya memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan bangsa.


“Mereka semua adalah darah pejuang. Petani memberi makan kepada tentara. Tanpa petani, tentara tidak bisa berjuang,” kata Presiden, menegaskan peran rakyat kecil sebagai pilar utama negara.


Lebih lanjut, Presiden kembali menegaskan komitmennya terhadap penegakan hukum dan pemerintahan yang bersih. Ia menilai bahwa kekayaan negara tidak akan pernah sampai ke rakyat jika birokrasi dan aparat negara tidak berintegritas.


“Kita harus tegakkan hukum. Negara harus hadir, tapi negara juga harus bersih. Pemerintah tidak bisa mengizinkan institusi-institusinya korup,” tegasnya.


Melalui percepatan program perumahan rakyat, seperti KPR Sejahtera FLPP, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, Presiden Prabowo menegaskan tekad pemerintah untuk memastikan bahwa hasil pembangunan nasional benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Program perumahan, menurutnya, akan terus menjadi salah satu prioritas utama dalam mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas