Iklan

Iklan

,

Iklan

Pesan Prasasti Presiden Prabowo di Kejagung: Jaksa Harus Berani dan Jujur Bela Keadilan

25 Desember 2025, 13:56 WIB

 

Pesan Prasasti Presiden Prabowo di Kejagung: Jaksa Harus Berani dan Jujur Bela Keadilan

INDOTORIAL.COM - JAKARTA – Ada momen menarik sekaligus sarat makna dalam acara penyerahan laporan capaian hasil Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dan penyelamatan keuangan negara tahun 2025. Acara yang digelar di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Rabu, 24 Desember 2025 itu tidak hanya menjadi ajang pelaporan kinerja, tetapi juga simbol kuat komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi.


Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara khusus menuliskan sebuah pesan bernada tegas dan inspiratif dalam sebuah prasasti yang ditujukan kepada jajaran kejaksaan dan aparat penegak hukum. Pesan itu menekankan pentingnya integritas dan keberanian dalam menjalankan tugas negara.


“Jadilah Jaksa yang berani dan jujur membela keadilan demi bangsa dan rakyat Indonesia tercinta!” tulis Presiden Prabowo dalam prasasti tersebut.


Pesan singkat namun padat makna itu sejalan dengan penegasan Presiden Prabowo dalam sambutannya. Kepala Negara kembali menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi dan melindungi kekayaan negara sejak hari pertama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.


“Begitu saya menerima mandat, saya sudah bertekad untuk melawan korupsi, melawan perampokan kekayaan negara oleh siapa pun, di mana pun,” tegas Presiden Prabowo di hadapan para pejabat tinggi negara dan aparat penegak hukum.


Presiden juga tidak menampik bahwa perjuangan melawan korupsi dan penyimpangan hukum bukanlah jalan yang mudah. Menurutnya, akan selalu ada risiko, tekanan, bahkan ancaman yang harus dihadapi oleh aparat penegak hukum yang berani berdiri di garis depan.


Namun demikian, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberanian untuk membela kebenaran jauh lebih mulia dibandingkan rasa takut akan tekanan. “Lebih baik kita nanti dipanggil Tuhan membela kebenaran, membela rakyat, menyelamatkan masa depan bangsa kita. Kita mulia, kita terhormat, kita pergi, kita menghadap Yang Maha Kuasa dengan ikhlas,” ujar Presiden.


Dalam pandangan Presiden, keberanian dan kejujuran aparat penegak hukum menjadi kunci utama agar Indonesia tidak terus mengalami kebocoran kekayaan negara. Praktik korupsi dan penyimpangan yang telah berlangsung lama, kata dia, hanya bisa dihentikan jika penegakan hukum dilakukan secara tegas, konsisten, dan tanpa pandang bulu.


Penulisan pesan Presiden dalam bentuk prasasti dinilai sebagai simbol dukungan moral yang kuat bagi para jaksa dan seluruh aparat penegak hukum. Prasasti tersebut menjadi pengingat bahwa tugas penegakan hukum bukan sekadar pekerjaan administratif, melainkan amanah besar untuk menjaga keadilan dan masa depan bangsa.


Lebih jauh, pesan tersebut sekaligus mempertegas arah kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat penegakan hukum yang adil, transparan, dan berpihak kepada kepentingan bangsa serta rakyat Indonesia.


Dengan adanya pesan tersebut, diharapkan aparat penegak hukum semakin solid, berani, dan konsisten dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam upaya penyelamatan keuangan negara dan penertiban kawasan hutan yang selama ini rawan penyimpangan.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas