Iklan

Iklan

,

Iklan

Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman, 44 Ribu Ton Beras Disalurkan ke Daerah Terdampak Bencana

16 Desember 2025, 11:47 WIB

 

Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman, 44 Ribu Ton Beras Disalurkan ke Daerah Terdampak Bencana

INDOTORIAL.COM - Jakarta – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya bagi daerah-daerah yang terdampak bencana alam. Dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto terkait masifnya penyaluran bantuan pangan ke berbagai wilayah.


Dalam laporannya, Mentan menyampaikan bahwa hingga pertengahan Desember 2025, pemerintah telah menyalurkan sekitar 44 ribu ton beras ke wilayah terdampak bencana. Jumlah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat.


“Cadangan kami siapkan tiga kali lipat dari kebutuhan, yakni sekitar 120 ribu ton beras di lapangan. Jadi pangan tidak ada masalah, Bapak Presiden. Tiga kali lipat dari kebutuhan,” ujar Andi Amran dengan optimistis.


Cadangan Beras Nasional Disiapkan Berlapis


Langkah antisipatif ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengelola cadangan pangan nasional. Selain memastikan distribusi berjalan lancar, pemerintah juga menyiapkan stok beras nasional dalam jumlah besar sebagai langkah mitigasi jika terjadi bencana lanjutan.


Tak hanya bantuan pangan, Menteri Pertanian juga melaporkan bahwa pemerintah telah menggelontorkan bantuan dengan nilai mencapai Rp1 triliun. Bantuan tersebut diperkuat dengan dukungan tambahan dari kementerian lain serta para mitra strategis yang nilainya mencapai sekitar Rp75 miliar.


Untuk mendukung distribusi logistik ke wilayah-wilayah sulit dijangkau, Kementerian Pertanian juga telah mengerahkan armada laut. “Dua kapal sudah kami berangkatkan. Terima kasih Pak Panglima. Besok kami berangkatkan lagi satu kapal. Jadi totalnya tiga kapal,” kata Mentan.


Dampak Bencana pada Lahan Pertanian


Di sisi lain, bencana alam yang melanda sejumlah daerah juga berdampak pada sektor pertanian. Mentan melaporkan bahwa sekitar 70 ribu hektare lahan sawah mengalami kerusakan akibat bencana. Meski demikian, pemerintah memastikan langkah pemulihan akan segera dilakukan agar produksi pangan tidak terganggu dalam jangka panjang.


Kesejahteraan Petani Cetak Rekor Baru


Di tengah tantangan tersebut, kabar baik datang dari tingkat kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat mencapai 124,36, jauh melampaui target 110 yang ditetapkan Kementerian Keuangan.


“Ini tertinggi dalam sejarah. Total kenaikan pendapatan petani, khusus untuk komoditas padi saja, mencapai Rp120 triliun,” ungkap Andi Amran.


Capaian ini sekaligus menjadi indikator bahwa kebijakan pertanian yang dijalankan pemerintah mulai memberikan dampak nyata bagi petani di lapangan.


Produksi Beras Naik, Swasembada di Depan Mata


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional tercatat mencapai 4,17 juta ton. Angka ini memperkuat optimisme pemerintah untuk segera mengumumkan swasembada pangan nasional.


“Insyaallah dua minggu ke depan kita bisa umumkan Indonesia swasembada pangan, dan ini tercepat, tepat pada 1 Januari,” ujar Mentan.


Dari sisi stok, cadangan beras nasional diproyeksikan mencapai 3,7 juta ton pada akhir tahun 2025. Sementara itu, kebijakan pupuk yang direformasi juga berhasil meningkatkan ketersediaan hingga 700 ribu ton, dengan penurunan harga sekitar 20 persen tanpa menambah beban anggaran negara.


“Ini berjalan tanpa membebani APBN. Kami hanya mengubah regulasi melalui perpres, peraturan Menteri Keuangan, dan peraturan Menteri Pertanian,” tandasnya.


Dengan berbagai capaian tersebut, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga, sekaligus memastikan kesejahteraan petani terus meningkat di tengah tantangan bencana dan dinamika global.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas