Iklan

Iklan

,

Iklan

Pemerintah Kerahkan Puluhan Ribu Personel TNI-Polri Tangani Bencana di Sumatra, Fokus Akses Wilayah Terisolasi

16 Desember 2025, 11:41 WIB

 

Pemerintah Kerahkan Puluhan Ribu Personel TNI-Polri Tangani Bencana di Sumatra, Fokus Akses Wilayah Terisolasi

INDOTORIAL.COM - Pemerintah terus mengintensifkan penanganan dan pemulihan bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra. Upaya tersebut dilakukan melalui pengerahan kekuatan terpadu TNI dan Polri, mulai dari personel, alutsista, hingga dukungan logistik berskala besar. Langkah ini dilaporkan langsung dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin, 15 Desember 2025.


Dalam laporan tersebut, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan bahwa total personel TNI yang telah diterjunkan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 35.477 orang. Ribuan personel tersebut berasal dari berbagai matra, termasuk TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta Satuan Tugas Kesehatan.


“TNI-AD jumlahnya 28.319 orang termasuk kru ADRI dan kru heli. Kemudian TNI-AL 4.589 orang yang tergelar di tiga wilayah termasuk kru KRI. Selanjutnya TNI-AU 2.569 orang termasuk kru pesawat, dan Satgas Kesehatan sebanyak 321 orang yang tersebar di beberapa wilayah,” ujar Panglima TNI.


Tak hanya mengandalkan personel, TNI juga mengerahkan kekuatan alutsista secara masif. Sebanyak 82 unit alutsista dikerahkan, mulai dari pesawat angkut, helikopter, hingga 20 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI). Alutsista ini difokuskan untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses melalui jalur darat akibat dampak bencana.


“Sampai dengan hari ini, TNI masih melaksanakan dukungan logistik ke daerah bencana alam, terutama wilayah yang tidak bisa diakses melalui jalan darat,” jelas Jenderal Agus.


Distribusi bantuan pun dilakukan melalui berbagai skema, termasuk airdrop dan airlanded. Panglima TNI menyebutkan bahwa wilayah seperti Blankejeren dan Rembele menjadi prioritas karena kondisi geografis yang menantang. Di Blankejeren, pesawat Hercules menyalurkan bantuan logistik melalui airdrop sebanyak 36 bundel dengan total berat mencapai 5.760 kilogram. Selain itu, pesawat Casa juga mengirimkan 100 unit heliboks dengan total berat 500 kilogram.


“Sehingga total barang dari Posko Halim yang di-deploy ke daerah tersebut mencapai 495.276 kilogram. Dan ada beberapa wilayah lain yang juga harus menggunakan airdrop atau airlanded, seperti di Rembele,” tambahnya.


Sementara itu, dari sisi Polri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan bahwa sebanyak 10.999 personel Polri telah dikerahkan ke wilayah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Polri juga menyiapkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk membantu proses identifikasi korban bencana.


“Kami menyiapkan tim DVI dan identifikasi untuk penanganan jenazah korban yang meninggal dunia,” ujar Kapolri.


Selain itu, Polri memperkuat dukungan operasional melalui pengerahan pasukan Brimob, tim trauma healing, sarana transportasi, hingga unit K9 dan pesawat udara. Penempatan personel dan peralatan dilakukan secara fleksibel, menyesuaikan kebutuhan di lapangan.


Kapolri juga menyampaikan bahwa puluhan posko pengungsian, logistik, dan layanan kesehatan telah disiapkan untuk masyarakat terdampak. Hingga saat ini, Polri telah memberikan layanan kesehatan kepada 24.439 korban bencana, termasuk pemeriksaan DVI terhadap 1.015 korban.


Sinergi TNI-Polri ini menjadi tulang punggung pemerintah dalam memastikan penanganan bencana di Sumatra berjalan cepat, terkoordinasi, dan menjangkau seluruh wilayah terdampak, terutama daerah-daerah yang terisolasi akibat kondisi alam.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas