Iklan

Iklan

,

Iklan

Menteri ESDM Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Nataru Meski Dilanda Bencana

16 Desember 2025, 11:55 WIB

 

Menteri ESDM Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Nataru Meski Dilanda Bencana

Indotorial.com – Pemerintah memastikan ketersediaan energi nasional, mulai dari bahan bakar minyak (BBM), LPG hingga listrik, tetap berada dalam kondisi aman meski sejumlah wilayah di Indonesia dilanda bencana alam. Kepastian ini disampaikan langsung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin, 15 Desember 2025.


Dalam laporannya, Bahlil menegaskan bahwa stok BBM dan LPG secara nasional masih berada dalam koridor aman dan sesuai standar minimum nasional. Kondisi ini dinilai cukup untuk menopang kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang biasanya diiringi lonjakan konsumsi energi.


“Semua masih dalam koridor stok standar minimum nasional. Jadi kalau kita untuk Nataru, insyaallah aman Bapak, sekalipun kita kena persoalan di bencana,” ujar Bahlil di hadapan Presiden Prabowo dan jajaran menteri kabinet.


Tak hanya soal stok energi, Menteri ESDM juga memaparkan progres penanganan pascabencana, terutama terkait pemulihan pasokan listrik di wilayah terdampak. Salah satu contoh yang disorot adalah kondisi kelistrikan di Sumatra Utara. Meski secara umum tingkat pemulihan listrik telah mencapai 99,9 persen, masih terdapat puluhan desa yang belum menikmati aliran listrik.


“Masih ada kurang lebih hampir 50 desa di empat kabupaten yang belum ada listrik. Dan ternyata itu bukan hanya karena banjir, tapi memang jaringan listrik kita sebelumnya belum tersedia di sana,” ungkap Bahlil.


Menurutnya, pemerintah tidak ingin gegabah dalam memulihkan aliran listrik di wilayah terdampak bencana. Faktor keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, terutama di desa-desa yang infrastrukturnya masih rusak parah atau masih tergenang air.


“Kami laporkan bahwa belum bisa teraliri semua desa karena sebagian infrastrukturnya masih parah. Ada jalan yang belum bisa dilalui, tiang-tiang listrik pada tegangan rendah banyak yang jatuh, dan ada desa yang masih banjir. Kalau dipaksakan dialiri listrik, itu berisiko menimbulkan kecelakaan di masyarakat,” tegasnya.


Selain kelistrikan, Bahlil juga melaporkan tantangan besar dalam pendistribusian BBM dan LPG ke wilayah bencana di Sumatra, khususnya di Aceh. Akses darat yang terputus memaksa pemerintah menggunakan berbagai cara nonkonvensional untuk memastikan pasokan energi tetap sampai ke masyarakat.


“Di Aceh, jujur saya katakan, di tiga kabupaten itu membutuhkan effort yang sangat luar biasa. Akses darat belum bisa, jadi kami melakukan dropping BBM dan LPG bersama Pertamina menggunakan helikopter dan pesawat Hercules. Jalan-jalan tikus juga kami manfaatkan, bahkan menggunakan rakit. Apapun yang bisa mempercepat distribusi, kami maksimalkan,” jelas Bahlil.


Langkah-langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional, sekaligus memastikan masyarakat di daerah terdampak bencana tetap mendapatkan akses energi yang layak. Presiden Prabowo Subianto pun disebut terus memantau langsung perkembangan penanganan bencana dan distribusi energi agar berjalan cepat, aman, dan tepat sasaran.


Dengan kondisi stok energi yang terkendali dan upaya distribusi yang terus dimaksimalkan, pemerintah optimistis kebutuhan energi masyarakat selama periode Nataru 2025 dapat terpenuhi, meski di tengah tantangan bencana alam yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas