Iklan

Iklan

,

Iklan

Wapres Gibran Tinjau Sinergi Industri dan Pendidikan di Kabupaten Semarang

10 November 2025, 20:36 WIB

 

Wapres Gibran Tinjau Sinergi Industri dan Pendidikan di Kabupaten Semarang

Indotorial.com, - Kabupaten Semarang, 7 November 2025 — Usai mengunjungi Kampung Singkong Salatiga, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melanjutkan rangkaian kunjungannya ke DTECH Engineering (Arumi Motoparts) dan Akademi Inovasi Indonesia (AII) yang berlokasi di Krajan Dua, Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (7/11/2025).


Kunjungan ini menjadi wujud dukungan pemerintah terhadap kolaborasi antara dunia industri dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan model bisnis berbasis teknologi tinggi. Upaya tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian dan penguasaan teknologi nasional.


Dalam peninjauannya, Wapres Gibran melihat secara langsung bagaimana sinergi antara DTECH Engineering dan AII membentuk ekosistem inovasi yang menggabungkan riset industri dengan pendidikan vokasi. Melalui pendekatan teaching factory dan pembelajaran berbasis proyek, para siswa dilibatkan langsung dalam proses pengembangan produk teknologi, mulai dari tahap desain hingga manufaktur. Wapres juga meninjau hasil produk dan strategi pemasarannya, termasuk penjualan secara live di platform digital e-commerce.


Wapres menilai, kemitraan strategis antara dunia usaha dan dunia pendidikan seperti yang diterapkan di tempat tersebut dapat menjadi model pengembangan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri. “Sinergi ini memperlihatkan bagaimana pendidikan vokasi mampu mencetak talenta muda yang menguasai teknologi,” ujarnya.


Pernyataan serupa disampaikan oleh Anggi Vandika, lulusan angkatan pertama AII yang kini bekerja di DTECH Engineering. Menurutnya, kolaborasi antara dunia usaha dan pendidikan memberikan dampak positif bagi para siswa vokasi.


“Jadi ini link and match. Perusahaan butuh tim, butuh karyawan,” ungkap Vandi. Ia menambahkan, kerja sama seperti ini tidak hanya membuka lapangan kerja sesuai bidang pendidikan, tetapi juga memberi kesempatan bagi lulusan vokasi untuk berkembang lebih jauh.


“Kalau lulusan SMK kan mungkin cuma jadi operator. Tapi kalau di sini, kami benar-benar diberi kesempatan untuk punya kompetensi dan kemampuan manajerial,” ujarnya.


Vandi kini memegang tanggung jawab besar dalam pengelolaan tim di DTECH Engineering. “Sekarang aku harus manage sekitar 350 orang, dari hulu ke hilir — mulai dari riset produk, produksi, sampai penjualan. Jadi harus paham semua prosesnya,” tutupnya.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas