Iklan

Iklan

,

Iklan

Wapres Gibran Tekankan Peran Pemuda Lintas Agama dalam Percepatan Pembangunan Papua

27 November 2025, 13:33 WIB

 

Wapres Gibran Tekankan Peran Pemuda Lintas Agama dalam Percepatan Pembangunan Papua

INDOTORIAL.COM — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menegaskan bahwa percepatan pembangunan Papua tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Generasi muda, terutama yang bergerak dalam organisasi lintas agama, dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga dialog, konsolidasi kebangsaan, hingga mengawal implementasi kebijakan di lapangan. Hal ini disampaikan Wapres saat menerima audiensi Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (26/11/2025).


Pertemuan tersebut menjadi bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin memastikan bahwa pembangunan nasional—khususnya di Papua—harus melibatkan pemuda secara lebih terstruktur dan berkelanjutan. Gibran menilai semangat pemuda dan kekuatan jejaring lintas agama dapat memperkuat stabilitas sosial sebagai fondasi utama percepatan pembangunan.


Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menyampaikan bahwa Wapres menekankan pentingnya ruang komunikasi yang inklusif agar organisasi kepemudaan dapat bekerja sama tanpa sekat.

“Pemuda lintas agama harus membantu menjalin dialog yang efektif dan konsolidasi kebangsaan dalam menjaga persatuan dan kerukunan. Karena kunci pembangunan ada di situ,” ujar Gusma mengutip pesan Wapres.


Dukungan untuk Kolaborasi dengan Komite Eksekutif Papua


Dalam audiensi tersebut, Wapres Gibran juga mendorong Pemuda Katolik untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah, termasuk Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua, lembaga baru yang dibentuk sekitar satu bulan terakhir. Wapres memastikan bahwa ruang kolaborasi sepenuhnya terbuka agar program pembangunan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.


“Tadi kami langsung direspons untuk bisa berkomunikasi dan beraudiensi dengan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua. Kami akan disambungkan langsung supaya langkah-langkahnya bisa langsung klop,” kata Gusma.


Gibran juga mengingatkan pentingnya peran pemuda dalam melakukan fungsi kontrol publik. Baginya, kritik dari kelompok pemuda tetap dibutuhkan selama bersifat konstruktif dan dilandasi data lapangan.

“Jadi kami sebagai pemuda lintas agama tetap diminta untuk kritis, tetapi kritis yang konstruktif. Ada masalah di lapangan segera dilaporkan,” tambah Gusma.


Pembentukan Gugus Tugas Papua oleh Pemuda Katolik


Sebagai bentuk kontribusi nyata, Pemuda Katolik telah membentuk Gugus Tugas Papua, sebuah struktur khusus yang fokus pada pemberdayaan, edukasi, dan peningkatan kapasitas masyarakat Papua. Program ini selaras dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pembangunan inklusif dan partisipatif.


“Karena Bapak Wakil Presiden adalah Ketua Badan Pengarah, dan beliau menyambut dengan sangat luar biasa. Isu-isu ini akan beliau bawa dalam pembahasan dengan Bapak Presiden dan komite percepatan pembangunan Papua,” ujar Gusma.


Komitmen Pemerintah Libatkan Pemuda


Audiensi ini menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen membuka ruang selebar-lebarnya bagi kontribusi generasi muda. Melibatkan organisasi lintas agama dianggap langkah strategis dalam mewujudkan Papua yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.


Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua Umum PP Pemuda Katolik Fredy Simamora, Bondan Wicaksono, serta Ketua Gugus Tugas Papua Melkior Sitokdana.


(Indotorial.com)


Dukungan anda membuat operasional website ini tetap aktif, menjaga keberlangsungan situs ini, mulai dari biaya server, pengembangan fitur, hingga pembuatan konten yang lebih berkualitas