INDOTORIAL.COM - Traveling itu menyenangkan, semua orang setuju. Tapi biayanya? Nah, itu yang sering jadi alasan menunda jalan-jalan berkali-kali. Padahal, kalau tahu caranya, traveling bisa jauh lebih hemat tanpa mengorbankan pengalaman seru. Artikel ini khusus untuk pemula yang ingin mulai menjelajahi dunia (atau minimal Indonesia dulu) tanpa membuat dompet menangis.
Mengapa Traveling Hemat Itu Penting?
Traveling hemat bukan sekadar soal mengurangi pengeluaran. Ini tentang:
-
Efisiensi anggaran: Uang bisa dialokasikan ke pengalaman lain—misalnya kuliner lokal atau aktivitas unik.
-
Mengurangi stres: Saat keuangan aman, perjalanan terasa lebih nyaman.
-
Perjalanan lebih sering: Dengan biaya lebih kecil, kamu bisa traveling lebih banyak dalam setahun.
-
Mendorong kreativitas: Budget terbatas memaksa kita mencari opsi unik yang kadang jauh lebih berkesan.
Intinya, traveling hemat bukan berarti traveling murahan. Ini soal strategi.
1. Riset Destinasi Sebelum Berangkat
1.1. Kenali Karakter Destinasi
Setiap kota atau negara punya biaya hidup berbeda. Bali dan Yogyakarta, misalnya, menawarkan banyak opsi murah, sedangkan Raja Ampat atau Labuan Bajo butuh dana lebih besar.
Hal yang wajib kamu riset:
-
Harga makanan per porsi
-
Transportasi lokal
-
Akomodasi
-
Musim liburan (high season vs low season)
-
Tempat wisata gratis atau berbayar
1.2. Gunakan Platform Riset Terpercaya
Untuk pemula, beberapa sumber aman dan gratis:
-
Blog perjalanan
-
Forum backpacker
-
Instagram untuk referensi visual
-
TikTok untuk info cepat
-
Google Travel dan Google Maps
Semakin matang riset, semakin kecil risiko “kaget harga” di lokasi.
2. Tentukan Waktu Perjalanan yang Tepat
2.1. Low Season adalah Sahabatmu
Low season biasanya menawarkan:
-
Tiket pesawat lebih murah
-
Hotel lebih banyak tersedia
-
Tempat wisata tidak penuh
-
Pelayanan lebih santai dari biasanya
Contoh low season domestik:
-
Awal Februari–Mei
-
September–awal November (di luar long weekend)
2.2. Hindari Libur Nasional dan Long Weekend
Kalau tujuanmu hemat, hindari:
-
Natal dan Tahun Baru
-
Lebaran
-
Libur sekolah
-
Tanggal merah kejepit yang berubah jadi long weekend nasional
Harga bisa naik dua kali lipat, bahkan lebih.
3. Buat Itinerary yang Realistis (dan Fleksibel)
3.1. Susun Rutinitas Sesuai Lokasi
Banyak pemula membuat itinerary yang terlalu padat, akhirnya menghabiskan uang lebih karena transportasi mendadak, makan terburu-buru di tempat mahal, atau harus memesan ojek/transport instan.
Tips:
-
Kelompokkan destinasi berdasarkan jarak
-
Sediakan waktu istirahat
-
Coret aktivitas yang tidak perlu
3.2. Tambahkan Ruang untuk Spontanitas
Fleksibilitas akan menyelamatkanmu dari:
-
Cuaca buruk
-
Tempat tutup tanpa pemberitahuan
-
Rekomendasi menarik dari penduduk lokal
Traveling hemat = efisien tapi tidak kaku.
4. Gunakan Transportasi yang Tepat
4.1. Pesan Tiket Pesawat di Waktu yang Strategis
Waktu yang sering dianggap lebih murah:
-
Tengah malam hingga dini hari
-
Hari Selasa–Kamis
-
2–3 bulan sebelum keberangkatan untuk rute populer
Gunakan fitur:
-
Price alert
-
Kalender harga
-
Mode penyamaran untuk menghindari dynamic pricing
4.2. Maksimalkan Transportasi Umum
Di kota besar seperti Bandung, Jakarta, Kuala Lumpur, atau Singapura, transportasi umum bukan hanya murah tetapi juga praktis.
Contoh opsi hemat:
-
MRT/LRT
-
Trans city bus
-
Shuttle lokal
-
Kereta antar kota
4.3. Sewa Kendaraan Bila Perlu
Untuk beberapa destinasi, menyewa motor sering lebih hemat daripada ojek online.
Keuntungan:
-
Bisa fleksibel berhenti di mana saja
-
Cocok untuk trip berdua atau lebih
-
Murah jika dipakai seharian
Pastikan:
-
SIM berlaku
-
Gunakan helm standar
-
Dokumentasikan kondisi kendaraan
5. Pilih Akomodasi Sesuai Budget dan Kebutuhan
5.1. Hostel: Pilihan Favorit Backpacker
Keuntungan hostel:
-
Lebih murah
-
Bisa bertemu traveler lain
-
Fasilitas lengkap (dapur bersama, ruang santai)
Cocok untuk pemula yang budgetnya ketat.
5.2. Guesthouse dan Homestay
Biasanya menawarkan:
-
Kenyamanan setara hotel
-
Harga lebih terjangkau
-
Suasana lebih lokal dan personal
5.3. Tips Menghemat Biaya Akomodasi
-
Booking jauh hari
-
Gunakan filter “harga terendah”
-
Cari yang dekat transportasi umum
-
Pertimbangkan menginap sedikit di luar area wisata
6. Hemat di Bagian Makan dan Minum
6.1. Cicipi Makanan Lokal
Jangan hanya cari restoran kekinian. Warung lokal:
-
Lebih murah
-
Lebih autentik
-
Porsinya sering lebih besar
6.2. Kurangi Jajan Berlebih
Boleh menikmati kuliner, tapi tetap kendalikan frekuensi. Coba aturan:
-
1 makan mahal per hari
-
2 makan murah lainnya
6.3. Bawa Botol Minum Refill
Ini menghemat uang dan mengurangi sampah plastik.
7. Kunjungi Tempat Wisata Gratis
Banyak kota punya:
-
Pantai gratis
-
Taman kota
-
Museum publik
-
Festival lokal
-
Pasar tradisional
-
Spot sunset atau sunrise populer
Gabungkan aktivitas gratis dengan yang berbayar untuk menyeimbangkan budget.
8. Belanja Oleh-Oleh Secukupnya
8.1. Tentukan Anggaran oleh-oleh
Oleh-oleh sering jadi jebakan pengeluaran tak terduga. Tetapkan batas sejak awal.
8.2. Pilih Tempat Belanja yang Tepat
Hindari:
-
Toko dekat tempat wisata utama
-
Bandar besar di bandara
Pilih:
-
Pasar lokal
-
Produsen kecil
-
Pusat oleh-oleh yang terkenal murah
8.3. Prioritaskan Barang Fungsional
Oleh-oleh yang bisa dipakai cenderung lebih dihargai.
9. Manfaatkan Diskon, Promo, dan Loyalty Program
9.1. Gunakan Aplikasi Perjalanan
Aplikasi perjalanan sering memberi:
-
Promo hotel
-
Cashback
-
Diskon tiket tempat wisata
9.2. Kumpulkan Poin
Program loyalitas bisa menurunkan biaya perjalanan berikutnya.
9.3. Bandingkan Harga Sebelum Membeli
Gunakan minimal dua aplikasi agar tahu harga terbaik.
10. Traveling Bersama Teman untuk Menghemat Lebih Banyak
Beberapa biaya lebih hemat jika dibagi:
-
Sewa kendaraan
-
Penginapan
-
Makan porsi besar
Tapi pilih teman traveling yang cocok—beda gaya traveling bisa bikin perjalanan kacau.
11. Traveling Solo Hemat Tetap Bisa
Traveling solo tidak selalu mahal. Pemula bisa mencoba:
-
Hostel dormitory
-
Transportasi umum
-
Itinerary yang efisien
-
Batas belanja yang ketat
Solo traveling justru memberi kebebasan yang sulit didapat saat bepergian berkelompok.
12. Tips Tambahan yang Sering Dilupakan Pemula
12.1. Jangan Tukar Uang di Bandara
Kursnya biasanya kurang bagus. Cari money changer kota.
12.2. Cek Cuaca Sebelum Pergi
Cuaca buruk bisa membuat itinerary kacau dan memaksa kamu keluar uang ekstra.
12.3. Gunakan Asuransi Perjalanan
Tidak selalu mahal, tapi memberi perlindungan penting.
12.4. Simpan Dokumen Secara Digital
Simpan:
-
KTP
-
Paspor
-
Tiket
-
Booking hotel
Di cloud atau email. Aman dan mudah diakses.
13. Buat Estimasi Budget yang Jelas
13.1. Rincikan Pengeluaran Utama
Buat tabel seperti ini:
-
Tiket pesawat: Rp …
-
Akomodasi: Rp …
-
Transport lokal: Rp …
-
Makanan: Rp …
-
Tempat wisata: Rp …
-
Oleh-oleh: Rp …
-
Dana darurat: Rp …
13.2. Sisihkan 10–20% sebagai Dana Tak Terduga
Pasti akan ada pengeluaran mendadak. Siapkan buffer agar dompet tidak stres.
14. Traveling Hemat Itu Tentang Kebiasaan, Bukan Sekali Jalan
Semakin sering traveling, semakin terlatih kamu:
-
Menemukan tiket murah
-
Mengatur itinerary efisien
-
Menahan diri dari belanja berlebihan
-
Mengenali trik promo
-
Memilih akomodasi terbaik dengan harga rendah
Traveling hemat adalah skill jangka panjang.
Traveling hemat untuk pemula sepenuhnya mungkin dilakukan. Dengan riset matang, pilihan yang cerdas, manajemen anggaran, dan sikap fleksibel selama perjalanan, kamu bisa menikmati pengalaman yang sama serunya—bahkan lebih—tanpa harus menguras dompet.
Ingat: tujuan traveling bukan untuk terlihat mewah, tapi untuk mendapatkan pengalaman. Dan pengalaman itu tidak selalu harus mahal.
Selamat merencanakan perjalanan hematmu!
(Indotorial.com)
